Panwaslu Harus Usut Tuntas Temuan Brosur 'Black Campaign' di Jakbar

Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Jakarta Barat bersama polisi dan jaksa, masih mendalami temuan 900 ribu eksemplar brosur yang mayoritas berisi black campaign terhadap pasangan Anies-Sandi. Temuan ini didesak agar diusut tuntas.
"Ini jelas black campaign terhadap pasangan kami. Dari judulnya saja ini sudah jelas '10 kebohongan Anies-Sandi', sasarannya jelas. Dengan adanya selebaran ini ingin menurunkan elektabilitas pasangan calon kami, ingin menghancurkan kredibilitas paslon 3," ucap Wakil Ketua Bidang Advokasi Anies Sandi, Yupen di Kantor Panwaslu Jakbar, Senin (13/2).

Yupen heran karena di antara tumpukan brosur yang berisi serangan terhadap Anies-Sandi, banyak brosur juga yang memuat janji-janji pasangan calon lain (Ahok-Djarot). Dia mempertanyakan modus pembuatan brosur itu.

"Apa kaitannya kampanye negatif dengan kampanye positif ini? Ini kan tujuannya mengkampanyekan seseorang? Apa kaitannya sehingga digabung seperti ini, dan dibagikan bersama-sama kepada rakyat," tanyanya.
Saya harap panwaslu, Gakkumdu, tegas, berani. Jangan takut, ini adalah pelanggaran. Jaga konstitusi, tegakkan kebenaran.
Yuspen enggan berspekulasi soal temuan brosur dengan beragam materi tulisan tersebut, termasuk soal unsur SARA yang juga diulas dalam satu satu brosur.
"Kami serahkan kepada Sentra Gakkumdu (Penegakan Hukum Terpadu). Ini fakta, ada brosur black campaign, ada brosur positif campaign, ditemukan di dalam sanu paket yang akan dibagikan ke warga. Ini adalah fakta," tegasnya.
Baca: Kronologi Penemuan Brosur 'Black Campaign' yang Diangkut 2 Truk

