Pesan Ahok ke Anak: Bapak Dipenjara karena Politik, Harusnya Bangga

Gubernur nonaktif DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), tetap meyakini dia tak bersalah atas kasus penistaan agama, meski sudah dipenjara. Dalam percakapan dengan anaknya di balik jeruji besi, Ahok menyebut dia korban politik.
Hal itu disampaikan oleh Kakak angkat Ahok, Nana Riwayatie yang turut mendampingi Ahok di rutan Cipinang, Jakarta, maupun di Mako Brimob, Depok.
"Saya dengar sendiri (percakapan Ahok dan anaknya). 'Kamu kuat menerima Bapak dipenjara bukan karena korupsi atau kriminal, tapi bapak dipenjara karena politik. Jadi mustinya kalian bangga," kata Nana di sela acara nyala lilin untuk Ahok di Tugu Proklamasi, Jakarta, Rabu (10/5).

Nana mengatakan anak-anak Ahok tetap tegar mengetahui bapaknya dipenjara. Dia membantah anaknya yang bungsu, Daud jatuh sakit karena Ahok dipenjara.
"Ya namanya anak kecil, engga sakit, shock saja," ujarnya.
"Anaknya tegar, mereka sudah liat bapaknya seperti itu pasti sudah risiko Jadi mereka dididik untuk melihat setiap harinya, membaca koran, difitnah sudah makanan hari-hari lah. Karena (anaknya) masih kecil, oh dipenjara, kaget," ucap Nana.
(Baca juga: Daud Tanya, 'Kapan Papa Pulang?')
Adik saya dipenjara karena politik, dan dia berjuang.
Nana menyampaikan pesan Ahok, bahwa meski raganya ada di penjara, namun dia tetap bersama keluarga dan orang yang mendukungnya. Ahok tak menyesal dengan jalan hidupnya itu.
"Tidak menyesal karena ini pilihan hidupnya," tuturnya.
"Tadi saya ke sana (Mako Brimob) menjenguk, alhamdulillah baik-baik saja tegar," imbuhnya.

