Sandiaga: Jangan Beri Label Kelompok Tertentu Anarkis

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Sandiaga Uno di Cipinang Besar, Jatinegara (Foto: Wandha Hidayat/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Sandiaga Uno di Cipinang Besar, Jatinegara (Foto: Wandha Hidayat/kumparan)

Cawagub DKI Sandiaga Uno angkat suara mengenai video kampanye Ahok-Djarot berdurasi 2 menit yang menuai kontroversi. Menurutnya, kesempatan dalam Pilgub DKI jangan dijadikan untuk pelabelan sekelompok tertentu.

"Saya ingin sebetulnya sih kita gunakan kesempatan ini untuk justru jangan melabelisasi, jangan melabelisasi sekelompok tertentu dengan anarki, kelompok tertentu dengan perpecahan," ujar Sandiaga di MidPlaza Hotel, Jakarta Pusat, Senin (10/4).

Kampanye Ahok Djarot. (Foto: Tim Media Ahok Djarot)
zoom-in-whitePerbesar
Kampanye Ahok Djarot. (Foto: Tim Media Ahok Djarot)

Sandi tak ingin berkomentar lebih jauh, karena bukan kapasitasnya untuk menilai komunikasi kampanye. Ia berharap 9 hari yang tersisa sebelum pencoblosan digunakan untuk fokus mengkampanyekan program-program yang justru mempersatukan warga.

"Kita gunakan kesempatan 9 hari ke depan ini untuk fokus di program-program yang justru mempersatukan warga kita. Karena kita harus bicara apa yang menjadi harapan setelah 19 April ini," jelasnya.

X post embed

Dalam kesempatan-kesempatan sebelumnya, pasangan Sandiaga yakni Cagub DKI Anies Baswedan, pernah menyatakan tidak ingin banyak berkomentar terkait SARA. Pasalnya sebagai tokoh publik ia menyadari pernyataannya dapat menyetir opini publik. Mereka memilih untuk membicarakan program.

Baca juga:

Aa Gym Minta Penegak Hukum Bertindak Atas Video Iklan Ahok-Djarot

Penjelasan Timses soal Video Ahok-Djarot yang Tuai Kontroversi

Djarot: Tujuan Video Kampanye Agar Jangan Terulang Peristiwa 98