Sandiaga: OK OCE Beri Kredit Khusus untuk Perempuan

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
6
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Sandiaga Uno bersama para ustaz (Foto: Amanaturrosyidah/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Sandiaga Uno bersama para ustaz (Foto: Amanaturrosyidah/kumparan)

Hari Perempuan Internasional yang jatuh pada hari ini, diperingati sebagai momentum lebih menghargai kaum perempuan. Sandiaga menyatakan masih banyak PR terkait masalah perempuan khususnya di Jakarta.

Namun pihaknya sudah mulai menghadirkan platform yang dinilai memuliakan perempuan. Salah satunya, melalui kredit khusus perempuan dalam program OK OCE.

"Karena kredit khusus perempuan itu berdasarkan survei kami, perempuan lebih amanah kalau dipinjami duit," ungkap Sandi di sela aktivitas kampanyenya di Jakarta, Rabu (8/3).

Sandi berpendapat kaum hawa lebih pandai membagi waktu saat memulai usaha. Sehingga, perempuan dinilai berpotensi memegang peran penting dalam membangkitkan perekonomian.

"Jadi kita fokus dan kita harapkan Jakarta ke depan akan equal kesetaraan kepada perempuan," tambah politikus yang juga pengusaha itu.

Selain program OK OCE, di putaran kedua ini pasangan Anies-Sandi juga akan menawarkan program hasil adopsi dari pasangan Agus-Sylvi, salah satunya program Rp 1 miliar per-RT/RW yang diadopsi menjadi RW Siaga.

"Kalau di RW Siaga kita lihat, RW-nya sangat besar dan banyak kebutuhannya bisa di atas (Rp 1 miliar), tapi kita akan fokus pada programnya bukan nilainya," jelas Sandi.

Sandiaga Uno ketika mengikuti acara Maulid Nabi. (Foto: Amanaturrosyidah/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Sandiaga Uno ketika mengikuti acara Maulid Nabi. (Foto: Amanaturrosyidah/kumparan)

Dukung Cashless Society

Dalam acara sebelumnya, Maulid Nabi dan peringatan 13 tahun PGC di Masjid As-Si'nah, Lantai 7 Pusat Grosir Cililitan (PGC), Jakarta Timur. Sandi memberikan tanggapan positif terhadap adanya toko berbasis online.

Menurutnya, tidak masalah jika ke depannya masyarakat akan lebih memilih untuk membeli secara online ketimbang datang langsung ke toko.

"Saya rasa bagus sih. Lebih maju ke arah cashless society. Di situ kita akan meminimalisir kebocoran, kecurangan, dan lebih jelas dari segi pajak," ujar Sandi.

Menurutnya, jika dilihat dari segi perhitungannya akan lebih lebih transparan. Permodalan yang diberikan juga bisa melalui Financial Technology (FinTech) sehingga bisa lebih praktis, mudah dan aman.