Konten dari Pengguna

Chelsea 4-3 Brighton: Ketika Stamford Bridge Tidak Memberi Satu Momen Jeda

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Muhamad Rizky Saputra tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Chelsea menang tipis 4-3 setelah sempat unggul tiga gol. Ilustrasi oleh AI
zoom-in-whitePerbesar
Chelsea menang tipis 4-3 setelah sempat unggul tiga gol. Ilustrasi oleh AI

Ada laga yang dimenangkan dengan nyaman. Ada laga yang dimenangkan dengan susah payah. Dan kemudian ada laga seperti Chelsea melawan Brighton di Stamford Bridge pada 30 Agustus 2026, di mana tim yang unggul 3-0 di babak pertama tetap harus menunggu peluit panjang untuk benar-benar merasa aman.

Chelsea menang 4-3. Tujuh gol tercipta dalam satu laga. Brighton mencetak gol di menit ke-90 lebih 6 untuk membuat skor menjadi 4-3 sebelum peluit panjang berbunyi sesaat kemudian. Bagi yang menonton, ini bukan sekadar kemenangan Chelsea. Ini adalah pengingat mengapa Premier League sulit ditinggalkan begitu seseorang mulai mengikutinya.

Tiga Gol di Babak Pertama, Tapi Brighton Tidak Membaca Naskah yang Sama.

Chelsea memulai laga dengan sangat agresif. Romeo Lavia membuka keunggulan di menit keempat, memanfaatkan situasi sepak pojok untuk menyentuh bola hingga bersarang di gawang Brighton. Ini juga menjadi gol perdana Lavia bersama Chelsea. Sepuluh menit berselang, Pedro Neto menggandakan keunggulan setelah memanfaatkan umpan Morgan Rogers. Joao Pedro memperlebar jarak menjadi 3-0 di menit ke-32 melalui serangan balik cepat.

Di atas kertas, 3-0 di babak pertama seharusnya sudah menentukan. Brighton tampaknya tidak membaca naskah yang sama. Tujuh menit setelah Chelsea mencetak gol ketiga, Malick Yalcouye membalas untuk Brighton dan babak pertama ditutup dengan skor 3-1. Memasuki babak kedua, Brighton terus menekan dan berhasil memperkecil jarak menjadi 3-2 melalui gol bunuh diri Joao Pedro di menit ke-63, sebuah momen pahit bagi penyerang Brasil itu yang di babak pertama menjadi pahlawan, dan di babak kedua justru mempersulit timnya sendiri.

Cole Palmer, Satu Gol di Waktu yang Paling Dibutuhkan.

Dengan skor 3-2 dan Brighton yang sedang dalam momentum, Stamford Bridge mulai merasakan ketidaknyamanan. Di titik itulah Cole Palmer muncul di menit ke-73 dengan gol yang akhirnya menjadi penentu kemenangan, membawa Chelsea kembali unggul dua gol menjadi 4-2.

Tapi Brighton tetap tidak menyerah. Pascal Gross menyundul bola masuk gawang Chelsea di menit ke-90 lebih 6 dan skor menjadi 4-3, memastikan jantung para pendukung Chelsea tidak benar-benar bisa tenang hingga peluit panjang berbunyi. Emiliano Martinez, yang menjalani debutnya untuk Chelsea setelah didatangkan dari Aston Villa, mencatat empat penyelamatan krusial sepanjang laga dan dinilai tidak bersalah atas tiga gol yang kebobolan. Debut yang tidak mudah, tapi dijalani dengan solid.

Xabi Alonso, Catatan Rekor, dan Pekerjaan Rumah yang Belum Selesai.

Kemenangan ini membawa Chelsea ke posisi kedua klasemen sementara dengan enam poin dari dua laga, hanya kalah selisih gol dari Manchester City yang berada di puncak. Xabi Alonso menjadi pelatih keempat sepanjang sejarah Premier League yang timnya mencetak minimal tujuh gol dalam dua pertandingan pertama liga. Sebuah catatan yang tidak diraih sembarang pelatih.

Tapi ada satu pekerjaan rumah yang tidak bisa diabaikan. Dalam dua laga pertama musim ini, Chelsea sudah kebobolan lima gol. Kemenangan atas Fulham di laga perdana diraih dengan skor 3-2, juga bukan kemenangan yang nyaman. Alonso berhasil membangun tim yang sangat tajam di depan, tapi pertahanan masih menjadi tanda tanya yang perlu segera dijawab. Kabar cedera Moises Caicedo tidak lama setelah masuk sebagai pemain pengganti juga menambah kekhawatiran tersendiri menjelang derbi London melawan Arsenal pada pekan berikutnya.

Untuk saat ini, tiga poin sudah diamankan dan Chelsea memiliki awal musim yang menjanjikan. Tapi Stamford Bridge tidak boleh terus menunggu gol lawan di menit akhir untuk bisa bernapas lega.