Konten dari Pengguna

Membangun Etika Sosial di Masyarakat

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Muhamad Virgiawan Yuska tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Masyarakat menggunakan Masker. Source: aboutmanchester.co.uk
zoom-in-whitePerbesar
Masyarakat menggunakan Masker. Source: aboutmanchester.co.uk

Banyaknya Pelanggaran di wilayah Jakarta

Sebagai salah satu kota metropolitan di Indonesia, angka pelanggaran protokol kesehatan yang tinggi sudah menjadi hal yang wajar. Sampai tanggal 1 November, operasi Yustisi yang dilaksanakan di jajaran Polda Metro Jaya berhasil menangkap 232.344 orang yang terkena sanksi karena melanggar protokol kesehatan. Jumlah pelanggaran yang tinggi ini menggambarkan ketidakpedulian masyarakat terhadap keamanan dirinya sendiri dan sekitarnya. Padahal pandemi ini telah merenggut banyak nyawa tenaga medis yang berani berjuang merawat pasien virus Corona. Untuk mengatasi masalah tersebut, masyarakat harus memperbaiki kembali etika sosial yang harus dituruti saat pandemi virus corona.

Etika Masyarakat dalam menghadapi Permasalahan Etika di Masyarakat

Dalam bermasyarakat diperlukan dasar etika sebagai tolak ukur tingkah laku masyarakat dalam menjalankan aktivitasnya. Etika sosial yang terdapat dalam masyarakat hadir sebagai landasan bagi masyarakat dalam berperilaku untuk menguntungkan satu sama lain. Perilaku seseorang terhadap kebijakan yang berlaku akan mempengaruhi pandangan orang lain terhadap dirinya karena melanggar hukum dan norma yang ada.

Saat pandemi corona, beberapa masyarakat seperti influencer harus berinisiatif menjalankan kebijakan tersebut dan dapat menjadi contoh bagi masyarakat yang lain. Tokoh masyarakat dan influencer harus dapat memberikan influence yang baik terhadap masyarakat agar masyarakat juga dapat ikut peduli. Mereka dapat menggunakan media sosial untuk menyebarkan awareness kepada masyarakat ataupun kampanye secara langsung dengan membagikan bansos.

Dengan bertambahnya orang yang mengikuti peraturan protokol, masyarakat yang belum mengikuti protokol kesehatan akan dicerdaskan juga. Hal ini dikarenakan perilaku manusia dipengaruhi oleh lingkungan sekitarnya. Kejadian ini dapat disebut Bandwagon effect dimana seorang individu ingin mengikuti hal yang dilakukan oleh masyarakat.

Di akhir tahun 2020, sanksi atau tindakan mulai diberikan kepada pelanggar protokol kesehatan. Aturan-aturan yang diberikan membatasi aktivitas sosial dan mobilitas masyarakat dengan harapan dapat menekan penyebaran kasus virus corona. Dengan diberlakukannya sanksi, pemerintah dapat melimitasi jumlah penularan virus corona. Meskipun dalam praktiknya sanksi ini kurang berhasil dan gagal memberikan efek jera terhadap masyarakat, sanksi ini dapat membuat masyarakat akan lebih berhati-hati dalam menjalankan aktivitasnya agar tidak terkena sanksi tersebut.

Solusi yang dapat diberikan

  1. Pemerintah seharusnya dapat memberikan fasilitas yang lengkap mengenai kebutuhan 3M (Memakai Masker, mencuci tangan dan Menjaga Jarak) di area-area umum seperti halte, stasiun dan jembatan. Agar saat masyarakat yang tidak memiliki atau bahkan kelupaan untuk membawa mereka dapat menggunakan fasilitas yang ada. (fasilitas tersebut harus dijaga dengan ketat agar tidak terjadi miss fungsional seperti pencurian, perusakkan dsb)

  1. melakukan himbauan melalui iklan layanan di billboard dan televisi. Menurut hasil responden, masih ada sebagian kecil masyarakat yang belum mengetahui apa itu protokol 3m. Saran dari kami, pemerintah harus dapat membuat sosialisasi secara langsung dengan turun keperumahan warga untuk dapat memastikan seluruh masyarakat mengetahui protokol ini. Diharapkan dengan masyarakat yang paham dengan kebijakan 3m ini mereka dapat lebih awere dan pelanggaran protokol 3m dapat terminimalisir.

  2. Keberadaan polisi juga menjadi salah satu faktor yang membuat masyarakat menjadi lebih tertib dalam melakukan protokol 3m. Menurut kami, pemerintah harus dapat menyediakan setidaknya 2 polisi di setiap persimpangan jalan. Selain bertugas untuk menertibkan dari pelanggaran protokol kesehatan, polisi juga dapat berperan sebagai contoh nyata di jalan raya untuk dapat memberikan kesadaran kepada seluruh pengguna jalan

  3. Saling menegur jika melihat masyarakat yang menlanggar protokol 3m . Karena salah satu penyebaran virus covid-19 adalah lewat droplets atau cipratan. Dan kita semua tidak tahu bahwa kita sebenarnya sudah tertular atau belum. Oleh karena itu, Jika kita dapat memperingatkan seseorang sehingga orang tersebut dapat taat dalam melakukan protokol 3m. Kita dapat meminimalisir serta memutus rantai penyebaran virus covid-19

Penulis : Muhamad Virgiawan Yuska, Ariefian Ghani, Steven Sitompul