Ramadhan Bukan Akhir, Tapi Awal Perjuangan Taqwa

Mahasiswa Sejarah dan peradaban islam, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Muhammad Refi Syahputra tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kini yang dinanti-nanti telah pergi meninggalkan kita, kehadirannya cukup berarti bagi mereka yang sungguh-sungguh meneladani semangat perjuangan didalamnya, sebulan penuh kita merasakan suasana yang berbeda disaat kehadirannya yang cukup singkat. Ia adalah bulan Ramadhan.
Ramadhan sebagai Madrasah atau bulan pendidikan bagi mereka yang selalu senantiasa berkreatifitas dalam beribadah kepada sang penguasa alam semesta, berbagai macam kegiatan dari ibadah sampai kegiatan sosial lainnya itu merupakan sebuah keistimewaan tersendiri dalam bulan suci Ramadhan.
Bagi setiap muslim yang bersungguh-sungguh dalam menjalani bulan suci Ramadhan akan mendapatkan predikat taqwa jika ia berhasil melewati masa pendidikan itu selama sebulan penuh dan pengimplementasian dari Ramadhan itu sendiri sebagai bulan pendidikan akan menghasilkan kedisiplinan dalam menjalani kehidupan pasca kepergian bulan Ramadhan, dalam kedisiplinan ini melahirkan 4 unsur percepatan dalam kehidupan, diantaranya: Akselerasi spritual, sosial, intelektual, dan kesehatan jasmani.
A. Spritual
Hampir setiap kaum muslimin baik laki-laki maupun perempuan bahkan seluruh umat Islam dunia setiap kedatangan bulan suci Ramadhan akan mendapatkan akselerasi spritual keagamaan khususnya dalam beribadah kepada Allah SWT. Berbagai macam ibadah dikeluarkan dalam bulan suci Ramadhan karenanya mendapatkan penggandaan yang berkali-kali lipat pahala jika seorang muslim/muslimah menjalani ibadah. Seperti tadarus quran, mendirikan qiyamul lail (tarawih-tahajuj), shalat sunnah dari sunnah rawatib, taubat sampai tasbih dikerjakan dengan baik dan sungguh-sungguh. Dan itikaf di masjid-masjid pada 10 malam terakhir yang akan mendapatkan malam lailatul qadr. Ini semua dilakukan untuk memperoleh kemuliaan dan ampunan dari Allah SWT.
B. Sosial
Ramadhan juga memberikan rasa empati terhadap lingkungan sosial disekitar kita, kalau saja sebelum Ramadhan datang kita jarang bersedekah dengan fakir miskin tetapi saat Ramadhan tiba sudah menghitung berapa jumlah anak yatimnya, dhuafanya, fakirnya dan lainnya. Ramadhan memberikan pengaruh yang luar biasa dalam membangkitkan kepekaan sosial bagi lingkungan sekitar, berapa banyak rumah yatim dhuafa mendapatkan berbagai macam bantuan, berapa banyak pula komunitas dan organisasi yang mengadakan sedekah sampai santunan bagi anak-anak dipinggir jalan, sampai berapa banyak pula perusahaan besar maupun kecil yang berdonasi untuk masjid-masjid yang kurang dalam memiliki fasilitasnya. Dan ini dilakukan begitu dahsyat saat datangnya bulan suci Ramadhan.
C. Intelektual
Selain itu Ramadhan juga memberikan peluang untuk kita lebih giat lagi dalam belajar, baik belajar agama maupun ilmu pengetahuan umum. Kajian maupun majelis agama dikhususkan untuk memperdalam dan membedah keistimewaan bulan suci Ramadhan, membaca ratib yang isinya kalimat pujian, harapan, doa sampai ampunan, yang mana itu semua diadakan sebelum berbuka puasa maupun disaat itikaf di masjid-masjid. Selain itu beberapa kampus di aula serbaguna atau masjidnya dijadikan tempat untuk mengadakan seminar dan talkshow yang mengundang tokoh nasional sebagai ajang mempersatukan dan memperkuat rasa kebanggaan dalam berbangsa dan bernegara.
D. Kesehatan Jasmani
Tentu dengan berpuasa kita dapat menurunkan berat badan kita lebih cepet karena menahan seluruh asupan makanan dan minuman, namun energi akan tetap didapatkan melalui lemak pengganti yang ada ditubuh sehingga adanya pemakanan lemak agar tidak menumpuk. Selain itu dengan berpuasa kita dapat memberikan tubuh kita waktu untuk membuang semua racun (Detoksifikasi) terlebih kita juga tidak melulu ketergantungan dengan gula dalam asupan kalori kita, Puncaknya dapet meningkatkan imunitas dari dalam tubuh.
Dengan demikian sempurnalah bulan suci Ramadhan sebagai bulan pendidikan atau madrasah bagi mereka yang bersungguh-sungguh dan memanfaatkan betul waktu sebulan tersebut. Dari Ramadhan lah kita diajarkan untuk meningkatkan spritual kita, membangkitkan kepekaan sosial lingkungan disekitar kita, menyadarkan untuk berubah menjadi lebih baik lagi kedepannya khususnya setelah Ramadhan ini telah pergi bersama meninggalkan kita semua.
Namun yang jadi pertanyaannya adalah, apakah jika Ramadhan telah usai dan berlalu kita usai juga perjuangan kita selama bulan Ramadhan? Izinkan saya menjawab pertanyaan itu. Tidak, saya akan terus menerus berusaha untuk melanjutkan estafet perjuangan itu untuk mendapatkan predikat taqwa disisi Allah SWT sampai akhir kehidupan ini.
