News
·
22 Juni 2020 0:46

Kepulangan Perdana Mahasiswa Indonesia Setelah Terjebak Lockdown Tiga Bulan

Konten ini diproduksi oleh Muhammad Nasrullah Maruf
Kepulangan Perdana Mahasiswa Indonesia Setelah Terjebak Lockdown Tiga Bulan  (81107)
Ketiga mahasiswa yang pulang memegang dokumen, berfoto bersama Satgas PPI Sudan dan Satgas KBRI Khartoum di Bandara Internasional Khartoum. Foto: Muhammad Nasrullah
Khartoum, Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk Sudan & Eritrea yang berkedudukan di Khartoum, melalui Satgas-19 KBRI dan Satgas-19 Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) di Sudan bersinergi, pada Ahad (21/6) bersama-sama mensukseskan kepulangan tiga orang mahasiswa ke Indonesia untuk yang pertama kalinya semenjak ditetapkannya lockdown oleh Pemerintah Transisi Sudan karena pandemi COVID-19.
ADVERTISEMENT
Tiga Mahasiswa tersebut merupakan sedikit dari mahasiswa Indonesia yang sedang belajar di Universitas Internasional Afrika dari ratusan mahasiswa lainnya yang belum bisa pulang, ketiganya mendapatkan kesempatan untuk pulang dengan biaya mandiri setelah didapatkannya informasi dadakan adanya program penerbangan khusus repatriasi dari maskapai Emirates (UEA) sehari sebelumnya yang kemudian ditindaklanjuti, (20/6) Ahad siang via Bandara Internasional Khartoum.
Pemerintah Sudan melalui Komite Repatriasi mengadakan penerbangan-penerbangan repatriasi untuk memulangkah sekitar 18.000 orang warganya dari 22 negara, dengan pesawat yang sama WNI yang ingin pulang secara mandiri dapat meninggalkan Khartoum menuju tanah air. Saat ini sedang dipersiapkan repatriasi untuk WNI lainnya.
Keberangkatan tiga mahasiswa tersebut diantar oleh Tim Pelaksana Satgas Covid-19 KBRI Khartoum yakni Deni Syafrudin dan Jundi Robbani bersama dua orang pelaksana Satgas Covid-19 dari Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Sudan, yakni Muhammad Nasrullah dan Rif’at Mubarok, yang kemudian memberikan Surat Jalan, Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM) dan dokumen keimigrasian lainnya.
ADVERTISEMENT
Satgas COVID-19 KBRI Khartoum dan PPI Sudan menyampaikan berpesan kepada para repatriaan agar mematuhi protokol kesehatan yang diberlakukan oleh Pemerintah RI pada saat kedatangan di Indonesia dan terus melakukan komunikasi dan kordinasi dengan Satgas COVID-19 di Khartoum.
Ketiganya dijadwalkan sampai jam 22:00 WIB di Bandara Internasional Soekarno Hatta.
Ketua Penanggung Jawab Deputi Repatriasi Satgas Covid-19 PPI Sudan, Muhammad Nasrullah, Mahasiswa Pascasarjana Universitas Alqur’anul Karim, Omdurman mengatakan, "Saat ini sedang dipersiapkan rencana kepulangan selanjutnya untuk gelombang kedua bagi WNI yang berniat pulang ke tanah air, dengan maskapai yang sama yang dijadwalkan pada 26 Juni ini.
Hingga saat ini Pemerintah Sudan, masih memberlakukan Lockdown/PSBB terutama di Provinsi Khartoum, hingga penutupan Bandara, Pelabuhan, Perbatasan baik darat maupun udara yang hingga saat ini sudah masuk keempat kalinya perpanjangan PSBB, dari Maret lalu.
ADVERTISEMENT
Namun Otoritas Penerbangan Sipil Sudan (Civil Aviation Authority/CAA), memperbolehkan penerbangan bantuan kemanusian, jasa pengiriman BBM dan Cargo yang sudah terjadwal serta evakuasi warga asing, setelah mendapatkan persetujuan dari pemerintah,”
Selain itu, menurut data terbaru Kementerian Kesehatan Sudan melalui Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 secara nasional, hasil Swab Test secara nasional pada Rabu (17/6) yang dipublikasikan hari Sabtu (20/6) malam, terdapat kasus baru 164 orang positif COVID-19.
Sementara itu 121 orang dinyatakan sembuh sehingga total sembuh menjadi 3.325 orang, 8 kasus baru meninggal sehingga total keseluruhan 521 orang.
Jumlah keseluruhan dari awal masuk penyebaran COVID-19 di Sudan hingga hari ini yang dinyatakan positif total secara nasional berjumlah 8.580 orang.
ADVERTISEMENT
Rep. Sidik Mustaqim/Mina News