Mengapa Literasi Ekonomi Penting bagi Generasi Muda?

Mahasiswa Universitas Pamulang Jurusan Pendidikan Ekonomi
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Muhammad Abdika Asyadiqie tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ekonomi sering kali dipandang sebagai ilmu yang hanya berkaitan dengan uang, bisnis, atau perdagangan. Akibatnya, banyak masyarakat, terutama generasi muda, merasa bahwa mempelajari ekonomi bukanlah suatu kebutuhan selama mereka belum bekerja. Padahal, tanpa disadari, setiap orang telah melakukan aktivitas ekonomi sejak usia dini, mulai dari mengatur uang saku, menentukan prioritas kebutuhan, hingga mengambil keputusan dalam menggunakan barang dan jasa.
Pada hakikatnya, ekonomi merupakan ilmu yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Setiap keputusan yang diambil seseorang selalu memiliki konsekuensi ekonomi, baik dalam skala kecil maupun besar. Ketika seseorang memilih menabung daripada menghabiskan seluruh uangnya untuk membeli barang yang tidak terlalu dibutuhkan, ia sebenarnya telah menerapkan prinsip ekonomi. Begitu pula saat masyarakat membandingkan harga sebelum membeli suatu produk, mereka sedang berusaha memperoleh manfaat terbesar dengan pengorbanan yang seminimal mungkin.
Lalu, mengapa masih banyak masyarakat yang memiliki pemahaman ekonomi yang rendah?
Salah satu penyebabnya adalah kurangnya literasi ekonomi yang diberikan sejak dini. Pembelajaran ekonomi sering kali hanya dipahami sebagai teori mengenai permintaan, penawaran, inflasi, atau pasar, tanpa dikaitkan dengan permasalahan nyata yang dihadapi masyarakat. Akibatnya, ilmu ekonomi dianggap sebagai kumpulan konsep yang sulit dipahami, bukan sebagai bekal dalam mengambil keputusan sehari-hari.
Di sisi lain, perkembangan teknologi digital telah mengubah pola konsumsi masyarakat. Berbagai kemudahan transaksi melalui aplikasi belanja daring dan dompet digital membuat masyarakat semakin mudah melakukan pembelian. Namun, kemudahan tersebut tidak selalu diimbangi dengan kemampuan mengelola keuangan secara bijaksana. Tidak sedikit orang yang membeli barang karena mengikuti tren atau promosi, bukan berdasarkan kebutuhan yang sebenarnya.
Sebagai mahasiswa, saya memandang bahwa literasi ekonomi tidak hanya penting bagi calon pelaku usaha atau pekerja di bidang keuangan, tetapi juga bagi seluruh lapisan masyarakat. Pemahaman ekonomi membantu seseorang berpikir lebih rasional dalam mengelola pendapatan, menyusun anggaran, menentukan prioritas, serta mempersiapkan masa depan melalui kebiasaan menabung maupun berinvestasi secara bijak.
Di sinilah peran pendidikan menjadi sangat penting. Sekolah dan perguruan tinggi tidak hanya bertugas menyampaikan teori ekonomi, tetapi juga membangun kebiasaan berpikir ekonomis melalui pengalaman nyata. Pembelajaran dapat dilakukan melalui simulasi pengelolaan keuangan, proyek kewirausahaan, maupun kegiatan yang mendorong peserta didik memahami pentingnya perencanaan keuangan sejak dini.
Literasi ekonomi juga memiliki peran besar dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Masyarakat yang memiliki pengetahuan ekonomi cenderung lebih bijaksana dalam mengelola konsumsi, memanfaatkan peluang usaha, serta mampu beradaptasi terhadap perubahan kondisi ekonomi. Dengan demikian, kualitas sumber daya manusia akan semakin meningkat dan mampu memberikan kontribusi positif bagi pembangunan.
Perkembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menjadi salah satu contoh nyata bagaimana pemahaman ekonomi dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Banyak pelaku UMKM yang berhasil mengembangkan usahanya karena mampu mengelola modal, memahami kebutuhan pasar, serta memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana pemasaran. Hal ini menunjukkan bahwa pengetahuan ekonomi bukan hanya milik akademisi, tetapi juga menjadi keterampilan hidup yang sangat dibutuhkan.
Oleh karena itu, sudah saatnya cara pandang terhadap ekonomi mulai berubah. Ekonomi bukan sekadar mata pelajaran di sekolah atau teori yang dipelajari di bangku kuliah, melainkan ilmu yang membentuk cara berpikir dalam mengambil keputusan secara bijaksana. Semakin baik literasi ekonomi masyarakat, semakin besar pula peluang terciptanya kehidupan yang lebih sejahtera, produktif, dan mandiri.
Pada akhirnya, kemajuan ekonomi suatu bangsa tidak hanya ditentukan oleh besarnya sumber daya alam yang dimiliki, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusianya. Ketika masyarakat mampu memahami dan menerapkan prinsip-prinsip ekonomi dalam kehidupan sehari-hari, maka mereka tidak hanya mampu meningkatkan kesejahteraan pribadi, tetapi juga ikut berkontribusi dalam memperkuat perekonomian bangsa.
