Daun Pinus Jadi Energi, Pelajar Selur Belajar Membuat Biobriket

Mahasiswa Program Studi Ilmu Komputer, IPB University
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Muhammad Abdullah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Daun pinus kering mudah ditemui di Desa Selur, Kecamatan Ngrayun, Kabupaten Ponorogo. Serasah yang jatuh dan menumpuk di sekitar pohon pinus tersebut biasanya dibiarkan begitu saja. Namun, pada Kamis (23/7/2026), tumpukan daun kering itu menjadi bahan praktik bagi sekitar 58 siswa MTs PGRI Selur.
Melalui kegiatan BioEnergy for Youth, siswa kelas VIII dan IX diajak mengenal pemanfaatan biomassa sekaligus mencoba membuat biobriket dari daun pinus. Kegiatan ini merupakan salah satu program Tim Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Inovasi IPB University di Desa Selur.
Praktik Membuat Biobriket
Kegiatan diawali dengan pengenalan mengenai biomassa dan pemanfaatannya sebagai sumber energi. Para siswa kemudian diperkenalkan pada daun pinus sebagai salah satu bahan yang dapat digunakan dalam pembuatan biobriket.
Setelah penyampaian materi, siswa dibagi menjadi tujuh kelompok. Kelompok tersebut berisi perwakilan dari kelas VIII A, VIII B, IX A, dan IX B. Setiap kelompok didampingi oleh mahasiswa KKNT selama praktik berlangsung.
Proses pembuatan dimulai dengan menyiapkan daun pinus kering. Daun tersebut dikarbonisasi hingga menjadi arang, kemudian dihaluskan sampai berbentuk serbuk.
Serbuk arang selanjutnya dicampur dengan perekat dari tepung tapioka. Setelah adonan tercampur rata, siswa memasukkannya ke dalam cetakan berbentuk silinder dan menekannya hingga menjadi biobriket.
Pada setiap tahap, siswa ikut melakukan praktik secara langsung. Mulai dari menyiapkan bahan, mencampurkan serbuk arang dan perekat, hingga mencetak adonan menjadi bentuk biobriket.
Dari Materi ke Praktik
Bagi para siswa, materi mengenai biomassa tidak berhenti pada penjelasan di dalam kelas. Mereka dapat melihat sendiri perubahan daun pinus dari bahan mentah menjadi arang, kemudian diolah kembali hingga berbentuk biobriket.
Penggunaan daun pinus juga membuat praktik lebih dekat dengan kondisi lingkungan sekitar mereka. Desa Selur memiliki kawasan yang ditumbuhi pohon pinus sehingga serasah daun pinus cukup mudah dijumpai.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa juga menjelaskan bahwa biobriket yang telah dicetak masih perlu dikeringkan sebelum digunakan. Siswa diperkenalkan pula dengan cara penyimpanan dan karakteristik dasar biobriket yang baik.
Praktik ini sekaligus menjadi pengenalan sederhana mengenai pengolahan biomassa. Bahan yang sebelumnya hanya ditemui sebagai serasah dapat diproses menjadi produk yang memiliki fungsi sebagai bahan bakar alternatif.
Mengenalkan Pemanfaatan Potensi Lokal
Pemilihan daun pinus sebagai bahan praktik tidak lepas dari kondisi Desa Selur. Bahan tersebut tersedia di lingkungan sekitar dan mudah dikenali oleh para siswa.
Melalui BioEnergy for Youth, siswa diajak mengenal salah satu cara pemanfaatan biomassa sekaligus melihat bahwa pembelajaran mengenai energi alternatif dapat dilakukan menggunakan bahan yang ada di sekitar.
Kegiatan ini juga memberikan pengalaman bagi siswa untuk terlibat langsung dalam proses pembuatan biobriket. Mereka tidak hanya memperoleh materi mengenai energi alternatif, tetapi juga mencoba sendiri tahapan pengolahannya.
Tim KKNT Inovasi IPB University turut menjadikan kegiatan tersebut sebagai upaya untuk memperkenalkan potensi sumber daya Desa Selur kepada generasi muda sekaligus mendorong pemanfaatannya secara kreatif dan bernilai guna.
Pada akhirnya, daun pinus yang sehari-hari mudah dijumpai di sekitar desa menjadi bahan belajar bagi para siswa. Dari sana, mereka diperkenalkan pada proses sederhana pengolahan biomassa dan pemanfaatannya sebagai bahan bakar alternatif
