Konten dari Pengguna

Lumpur Kolam Disulap Menjadi Kompos Organik melalui Edukasi di Desa Tambaksari

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Muhammad Abiyyu Biantoro tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Desa Tambaksari yang terletak di Kecamatan Rowosari, Kabupaten Kendal, dikenal dengan kolam budidaya yang banyak karena sebagian besar masyarakatnya berprofesi sebagai pembudidaya ikan. Jenis ikan yang dibudidayakan meliputi lele, nila, dan gurami. Dalam kegiatan budidaya, pemberian pakan dilakukan secara rutin pada pagi dan sore hari. Namun, sebagian pakan yang tidak termakan akan mengendap di dasar kolam dan membentuk lumpur. Endapan tersebut masih relatif aman apabila terakumulasi selama 1–3 hari. Akan tetapi, apabila dibiarkan menumpuk selama 3–6 bulan hingga masa panen, lumpur tersebut berpotensi menjadi media pertumbuhan bakteri dan jamur. Kondisi ini semakin diperparah oleh akumulasi kotoran ikan yang terus bertambah setiap hari. Apabila tidak dikelola dengan baik, limbah lumpur kolam dapat menurunkan kualitas lingkungan budidaya, mengganggu kesehatan ikan, serta berdampak negatif terhadap lingkungan sekitar. Di sisi lain, limbah tersebut memiliki potensi untuk dimanfaatkan menjadi produk yang bernilai guna, salah satunya sebagai pupuk organik. Oleh karena itu, mahasiswa Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Diponegoro melaksanakan program pengolahan limbah lumpur kolam menjadi pupuk organik sebagai upaya memberikan solusi yang bermanfaat bagi para pembudidaya ikan dan masyarakat Desa Tambaksari.

Kegiatan kuliah kerja nyata multidisiplin 2 Muhammad Abiyyu Biantoro berjudul PEMANFAATAN LIMBAH LUMPUR BUDIDAYA SEBAGAI PUPUK KOMPOS DENGAN PENAMBAHAN EM4 Di Desa Tambaksari, Kecamatan Rowosari, Kabupaten Kendal
zoom-in-whitePerbesar
Kegiatan kuliah kerja nyata multidisiplin 2 Muhammad Abiyyu Biantoro berjudul PEMANFAATAN LIMBAH LUMPUR BUDIDAYA SEBAGAI PUPUK KOMPOS DENGAN PENAMBAHAN EM4 Di Desa Tambaksari, Kecamatan Rowosari, Kabupaten Kendal

Program Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) di Desa Tambaksari menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengedukasi para pembudidaya ikan dan masyarakat mengenai pemanfaatan limbah lumpur kolam budidaya menjadi pupuk kompos dengan memanfaatkan EM4 sebagai agen probiotik. Melalui program ini, para pembudidaya ikan lele, nila, dan gurami tidak hanya memperoleh hasil berupa ikan budidaya, tetapi juga dapat menghasilkan pupuk kompos yang memiliki nilai ekonomi dari limbah lumpur kolam. Dengan demikian, limbah yang sebelumnya berpotensi mencemari lingkungan dapat diolah menjadi produk yang bermanfaat dan bernilai guna.

Leaflet tentang PEMANFAATAN LIMBAH LUMPUR BUDIDAYA SEBAGAI PUPUK KOMPOS DENGAN PENAMBAHAN EM4

Melalui kegiatan ini, mahasiswa berharap masyarakat Desa Tambaksari, khususnya para pembudidaya ikan, semakin menyadari pentingnya pengelolaan limbah lumpur kolam budidaya serta manfaat yang dapat diperoleh dari pemanfaatannya. Selain menghasilkan pupuk kompos, pengolahan limbah tersebut juga berkontribusi dalam mengurangi potensi pertumbuhan bakteri dan jamur, menekan ketergantungan terhadap pupuk kimia, meminimalkan pencemaran lingkungan, serta meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat. Dengan demikian, program ini diharapkan dapat menjadi contoh penerapan pengelolaan limbah yang berkelanjutan dan dapat direplikasi oleh masyarakat luas, khususnya para pembudidaya ikan, sehingga mampu memberikan dampak positif bagi kelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.

Kesan: "Saya merasa senang melihat antusiasme masyarakat terhadap program pemanfaatan lumpur limbah budidaya ikan pindang menjadi pupuk organik. Akan tetapi, tetap diperlukan uji coba skala kecil agar bisa mendapatkan hasil yang maksimal."

(Laporan oleh: UNDIP – Muhammad Abiyyu Biantoro)