Konten dari Pengguna

Istana Ingatan dari Kesederhanaan

Muhammad Adiaat

Muhammad Adiaat

Mahasiswa Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, Program Studi Hukum Pidana Islam, Fakultas Syariah dan Hukum, Angkatan 2022.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Muhammad Adiaat tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

KKN Kalyanesha 99 UIN Jakarta
zoom-in-whitePerbesar
KKN Kalyanesha 99 UIN Jakarta

Kisah ini bermula dari sebuah perjumpaan yang terasa canggung. Kami datang dari latar belakang berbeda, bahkan banyak yang awalnya hanya sekadar nama di daftar kelompok KKN 99. Tak ada yang tahu, bahwa pertemuan singkat itu kelak akan menjelma menjadi sebuah keluarga kecil bernama KALYANESHA yang berarti ”Pencari dan Penyebar Kebermanfaatan’. Kami melangkah ke Desa Cibeber 1, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor, dengan penuh tanda tanya: apa yang akan kami lakukan, bagaimana kami diterima, dan seperti apa kehidupan sederhana di desa itu akan mengajarkan arti pengabdian?

Yang dimana awalnya saya merasa tidak suka dengan keberadaan KKN ini yang terus menerus menyalahkan diri sendiri mengapa saya mengambil KKN Reguler, Apakah saya akan bisa menjalankan KKN tersebut dengan hati?. Dari sebuah perjalanan, selama KKN saya mencoba untuk menjalani dengan hati, sehingga pada akhirnya saya sangat benci akan adanya perpisahan.

Hari-hari pertama dipenuhi dengan adaptasi. Rumah-rumah sederhana, jalanan berliku menjadi latar utama perjalanan kami. Dari kesederhanaan itu, kami belajar bahwa pengabdian bukan sekadar menjalankan program, melainkan menyelami denyut kehidupan masyarakat. Kami mendampingi anak-anak belajar, hingga berinteraksi dengan tokoh masyarakat. Bukan hanya memberi, tetapi juga menerima pelajaran berharga: tentang kerendahan hati, kebersamaan, dan kekuatan gotong royong.

Lambat laun, rasa asing itu memudar. Kami mulai tertawa bersama, makan di satu posko, bergantian memasak, hingga begadang merancang program kerja. Keletihan berubah menjadi tawa, perbedaan menjadi kekuatan. Kalyanesha 99 bukan lagi sekadar kelompok kerja, tapi rumah kedua yang lahir dari kebersamaan. Di balik canda, tangis, dan perjuangan menyelesaikan program, tumbuh ikatan persaudaraan yang tak terukur.

Kini, ketika hari-hari itu telah menjadi kenangan, kami sadar bahwa yang terbangun di Desa Cibeber 1 bukan hanya jejak program, melainkan sebuah Istana Ingatan dari Kesederhanaan. Kini semua itu tinggal kenangan, Dua rumah sederhana kini telah berubah menjadi istana dalam ingatan. Sebuah tempat di hati kami yang akan selalu mengingatkan: bahwa dari orang-orang asing, kami pernah menjadi keluarga, dari kesederhanaan, kami menemukan makna kehidupan, dan dari pengabdian, kami memetik pelajaran tentang arti kebermanfaatan.

KKN bukan sekadar satu bulan pengabdian, melainkan satu perjalanan yang menjadikan kami lebih peka, lebih kuat, dan lebih manusiawi. Dan dari semua itu saya menemukan harta yang paling bermakna yakni kebersamaan, semua datang sebagai teman tapi pulang sebagai sebuah keluarga. Keluh kesah yang berubah menjadi tawa, sebuah tangis yang berubah menjadi pelukan, dan ada hari-hari yang buat lupa bahwa KKN ini hanya singgah sebentar.

Terima kasih, Kalyanesha 99.

Satu bulan di Desa Cibeber 1 mungkin terasa singkat, tetapi jejaknya akan selalu panjang dalam ingatan. Bersama kalian, saya belajar arti rumah yang tidak selalu berdinding bata, melainkan terbangun dari kebersamaan, tawa, dan rasa saling peduli. Kita berangkat sebagai orang asing, canggung menyebut nama satu sama lain, lalu pulang sebagai keluarga yang penuh cerita. Dari begadang merancang program, makan bersama di atas tikar, sampai perdebatan kecil yang akhirnya berujung tawa, semua itu menjadikan Kalyanesha 99 bukan sekadar kelompok, melainkan bagian dari perjalanan hidup yang tak tergantikan.

Terima kasih untuk setiap keringat, semangat, dan doa yang kita rajut bersama. Terima kasih karena mau saling menopang di saat lelah, saling menguatkan di saat rapuh, dan saling merayakan setiap langkah kecil yang berhasil kita capai. Kalyanesha 99, kalian adalah bukti bahwa pengabdian bukan hanya tentang memberi, tetapi juga tentang menemukan diri melalui kebersamaan. Semoga istana ingatan yang kita bangun dari kesederhanaan ini, tetap abadi di hati kita masing-masing.

“Perpisahan hanyalah jeda, sebab kenangan telah menjadi rumah yang tak pernah runtuh.”