Konten dari Pengguna

Film, Inspirasi yang Menggerakkan untuk Belajar dan Berkarya

Muhammad Ahdan Maqoma

Muhammad Ahdan Maqoma

Seorang Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Muhammad Ahdan Maqoma tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi menggambarkan bahwa dari film bisa menunjukan semangat berkarya dan belajar. Foto oleh Penulis (dokumen pribadi).
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi menggambarkan bahwa dari film bisa menunjukan semangat berkarya dan belajar. Foto oleh Penulis (dokumen pribadi).

Bagi sebagian orang, film hanyalah hiburan pengisi waktu. Tapi buatku, film bisa lebih dari itu. Ia menjadi jendela baru yang membukakan banyak hal — dari semangat belajar, dorongan untuk bangkit, hingga keberanian untuk mulai berkarya.

Belajar Tak Selalu dari Buku

Waktu pertama kali menonton film Clash of Champions dari Ruangguru, aku tidak menyangka akan terpengaruh sedalam itu. Kukira hanya film motivasi biasa, tapi ternyata ceritanya menyentuh sisi emosional yang sering kita alami saat merasa tertinggal atau kurang percaya diri dalam belajar.

Tokoh-tokohnya memang fiktif, tapi kisah mereka nyata: tentang pelajar yang terus mencoba meski penuh keterbatasan, mahasiswa yang tetap berjuang walau merasa “biasa-biasa saja”. Lewat cerita-cerita kecil itu, aku jadi tersadar — belajar bukan soal jadi yang paling hebat, tapi tentang tidak mudah menyerah.

Dari Layar ke Karya

Film juga menjadi inspirasi besar bagi anak-anak muda yang ingin menciptakan sesuatu. Banyak dari mereka kini mulai membuat animasi sendiri, bahkan dengan alat sederhana. Sebagian terinspirasi dari anime atau film animasi internasional, tapi justru memadukannya dengan budaya lokal, cerita rakyat, atau kehidupan sehari-hari di Indonesia.

Hasilnya? Karya-karya yang bukan cuma menarik, tapi juga punya identitas sendiri. Bahkan ada yang berhasil menembus ajang internasional. Ini membuktikan bahwa semangat berkarya bisa muncul dari mana saja — termasuk dari film yang ditonton saat senggang.

Film Bisa Jadi Jembatan Ilmu

Banyak yang menganggap menonton film sebagai kegiatan yang tidak produktif. Padahal, film bisa membuka perspektif baru. Kita bisa belajar tentang empati dari film drama, berpikir kritis dari film detektif, bahkan memahami budaya dari film luar negeri.

Film mungkin tidak menggantikan buku atau guru, tapi bisa menjadi pemantik semangat. Kadang dari satu adegan kecil, kita bisa terdorong untuk berpikir, belajar, atau bahkan menciptakan sesuatu.

Dari Penonton Jadi Pelaku

Hari ini mungkin kita hanya duduk menonton. Tapi siapa tahu, besok kita yang membuat cerita. Bisa lewat tulisan, video, atau animasi sederhana yang lahir dari ide kecil. Karena sejatinya, inspirasi bisa datang dari mana saja — termasuk dari layar yang selama ini kita pandang diam-diam.