Konten dari Pengguna

Kalau Tuhan Udah Tahu Segalanya, Ngapain Kita Masih Harus Berdoa?

Muhammad Akhyar

Muhammad Akhyar

Mahasiswa Prodi Ilmu Al- Qur'an dan Tafsir UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

·waktu baca 2 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Muhammad Akhyar tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi berdo'a (sumber: Pixabay.com)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi berdo'a (sumber: Pixabay.com)

Pernah nggak sih kepikiran hal ini:

“Tuhan kan Maha Tahu. Bahkan sebelum kita ngomong, Dia udah tahu isi hati kita. Lalu buat apa kita masih harus berdoa?”

Pertanyaan ini mungkin terdengar “nakal”, tapi jujur saja banyak orang diam-diam pernah memikirkannya. Dan sebenarnya, itu pertanyaan yang sangat manusiawi.

Doa Itu Bukan Memberi Tahu Tuhan

Buat sebagian orang, doa terasa kayak formalitas. Duduk, angkat tangan, lalu bicara soal hal-hal yang Tuhan pasti sudah tahu. Tapi faktanya, doa bukanlah proses memberi tahu Tuhan tentang apa yang kita mau karena Dia memang sudah tahu semuanya, bahkan sebelum kita mengucapkannya.

Doa adalah cara kita bicara dengan diri sendiri.

Cara untuk menyadari isi hati, harapan, kekhawatiran, bahkan luka yang kita pendam sendiri.

Coba bayangkan:

Saat kita berdoa minta kekuatan, itu sebenarnya kita sedang meneguhkan diri sendiri agar tetap kuat.

Saat kita minta rezeki, kita sedang mengakui bahwa hidup ini nggak cukup hanya dengan usaha perlu doa dan harapan juga.

Saat kita curhat ke Tuhan, itu adalah terapi spiritual karena nggak semua rasa bisa diceritakan ke manusia.

Doa Adalah Latihan Jujur

Dalam hidup sehari-hari, kita sering pakai topeng: pencitraan, menjaga imej, menyembunyikan perasaan. Tapi saat doa? Semua dilepas. Doa adalah tempat paling jujur di dunia.

Nggak ada sensor, nggak ada pencitraan. Cuma kita dan Dia.

Di situlah kita belajar menjadi manusia yang utuh yang tahu kelemahan diri, dan sadar bahwa kita butuh pertolongan.

Tuhan bukan butuh doa kita.

Tapi kitalah yang butuh doa, agar hati ini tetap waras, tenang, dan ingat bahwa kita nggak hidup sendirian.

Lalu, Apa Kata Al-Qur’an?

Ternyata, Al-Qur’an juga bicara langsung soal ini.

"Berdoalah kepada-Ku, niscaya Aku perkenankan bagimu."

(QS. Ghāfir: 60)

Ayat lainya:

"Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah): Sesungguhnya Aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia berdoa kepada-Ku."

(QS. Al-Baqarah: 186)

Ayat-ayat ini bukan cuma janji dikabulkannya doa, tapi juga undangan mesra dari Tuhan: “Datanglah kepada-Ku. Aku dekat.”

Karena ternyata, yang terpenting dari doa bukan hanya jawabannya… tapi kedekatannya.

Jadi kalau kamu masih mikir:

“Buat apa doa kalau Tuhan udah tahu segalanya?”

Coba balik pikirannya:

“Justru karena Tuhan tahu segalanya, makanya kita doa biar kita juga tahu isi hati kita sendiri.”

Lewat doa, kita diajak untuk jujur, sadar diri, dan kembali dekat pada Tuhan yang Maha Mendengar, bahkan sebelum kita bicara.