Konten dari Pengguna

Menikmati Gurihnya Tutut Sawah Bang Sofyan: Kuliner Malam Jalan TMII

Muhammad Alfahrezi

Muhammad Alfahrezi

Mahasiswa Fotografi polimedia

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Muhammad Alfahrezi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Foto pedagang tutut TMII (sumber : Muhammad Alfahrezi)
zoom-in-whitePerbesar
Foto pedagang tutut TMII (sumber : Muhammad Alfahrezi)

Saat malam mulai melingkupi kawasan jalan Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, hiruk-pikuk deru kendaraan yang melintas perlahan diselingi aroma gurih rempah-rempah yang menggugah selera. Di atas sebuah mobil bak terbuka yang dimodifikasi menjadi gerobak jualan bertuliskan "Tutut Sawah & Kerang Hijau Sukabumi", Bang Sofyan tampak sibuk melayani pembeli yang berdatangan.

Bang Sofyan merupakan salah satu pedagang kuliner malam khas di kawasan TMII yang setia menyajikan olahan tutut (siput sawah) hangat bagi para pekerja maupun warga yang melintas. Usaha jajanan tutut ini bukanlah hal yang baru dirintis oleh Bang Sofyan. Makanan olahan berkuah rempah ini merupakan warisan dari sang ayah yang sudah lebih dulu berjualan di kawasan tersebut.

"Dulu yang bangun bapak. Setahu saya dulu bapak ngikut orang-orang lain juga karena ngelihat peluang jualan tutut di sini ramai," ujar Bang Sofyan.

Ia menjelaskan alasan utamanya memilih berjualan di sepanjang jalan TMII adalah karena lokasinya yang sangat strategis. Kawasan ini menjadi lintasan utama bagi masyarakat yang baru pulang beraktivitas maupun warga yang ingin mencari camilan malam.

Rahasia Mengolah Tutut Higienis & Bebas Bau Amis

Mengingat tutut hidup di ekosistem lumpur sawah, kebersihan menjadi prioritas utama Bang Sofyan. Untuk menjaga mutu dan kepercayaan pelanggan, tutut segar diantarkan langsung oleh pemasok khusus setiap harinya.

Proses pengolahannya pun dilakukan dengan sangat teliti dan membutuhkan ketelatenan ekstra:

  1. Pembersihan Ekstra: Tutut digerus dan dicuci berulang kali hingga sisa lumpur benar-benar hilang.

  2. Pemotongan Ujung Cangkang: Bagian belakang cangkang ditautkan/dipotong. Selain membuang kotoran internal, langkah ini memudahkan penikmat tutut saat menyedot dagingnya nanti.

  3. Perebusan Rempah: Tutut direbus minimal dua jam menggunakan racikan bumbu dapur dan daun-daun aromatik seperti daun sereh, daun jeruk, serta daun salam.

"Proses masaknya paling cepat dua jam. Kalau direbus pakai daun sereh, salam, dan daun jeruk, baunya tidak akan amis dan lumpurnya hilang total," jelas Bang Sofyan

Lapak Bang Sofyan mulai beroperasi setiap harinya mulai pukul 20.00 WIB. Dalam sehari, ia rata-rata dapat menjual sekitar 40 porsi tutut hangat. Puncak keramaian biasanya terjadi pada malam Minggu, di mana banyak pengunjung sengaja datang untuk bersantai menikmati kuliner malam.

Satu porsi tutut olahan kaya rempah ini dijual dengan harga yang sangat merakyat, yakni Rp12.000 per porsi.

Di tengah gempuran kuliner modern, usaha tutut sawah Bang Sofyan di sepanjang jalan TMII tidak hanya menyajikan kelezatan cita rasa lokal yang hangat, tetapi juga merawat warisan usaha keluarga yang terus bertahan melayani para pencinta kuliner malam.