Wajah Baru Pasar Ikan Kramat Jati: Bebas Macet, Belanja Nyaman di Lokbin Baru

Mahasiswa Fotografi polimedia
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Muhammad Alfahrezi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Suasana malam di sekitar Jalan Raya Bogor kawasan Kramat Jati, Jakarta Timur, kini terasa jauh berbeda dan lebih tertata. Jika sebelumnya pemandangan bahu jalan kerap dipadati oleh lapak-lapak pedagang kaki lima (PKL) yang memicu kemacetan parah dan kesan kumuh, kini kawasan tersebut tampak lebih senggang serta rapi. Para pedagang ikan yang sebelumnya berjualan di sepanjang bahu jalan utama kini telah menempati hunian baru yang lebih layak di Lokasi Binaan (Lokbin) Pasar Ikan Kramat Jati.
Langkah relokasi yang melibatkan sebanyak 193 pedagang ikan segar dan kerang ini diresmikan oleh Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas PPKUKM dan Pemerintah Kota Jakarta Timur sejak akhir Agustus hingga awal September 2026. Penataan ini berpusat di lahan resmi Pemprov DKI Jakarta yang terletak di Jalan Raya Bogor KM 18, Kelurahan Kramat Jati. Pemindahan skala besar ini dilakukan bukan tanpa alasan, melainkan sebagai upaya tegas pemerintah dalam mengembalikan fungsi utama trotoar dan jalan raya yang selama bertahun-tahun terampas oleh aktivitas jual beli, sekaligus memurai kemacetan lalu lintas yang parah di jalur arteri Jakarta Timur tersebut.
Memasuki area Lokbin Pasar Ikan Kramat Jati saat hari mulai gelap, pengunjung langsung disambut oleh gapura melengkung megah bertuliskan "Lokbin Pasar Ikan Kramat Jati" yang diapit oleh tiang bendera Merah Putih. Berbeda dengan kondisi di pinggir jalan yang becek dan berimpitan, area dalam lokbin ini dinaungi struktur atap hanggar baja yang tinggi sehingga sirkulasi udara terasa sangat lapang. Pendar cahaya lampu gantung yang terang menyoroti deretan wadah kayu dan boks penyimpanan berisi komoditas ikan, kerang, serta hasil laut segar yang tersusun rapi.
Kenyamanan baru ini disambut hangat oleh para pengunjung maupun pedagang setempat. Pembeli kini tidak perlu lagi merasa cemas diserempet kendaraan atau menginjak genangan air kotor di tepi jalan saat berbelanja bahan makanan laut. Kebersihan yang lebih terjaga serta ruang gerak yang luas membuat pengalaman berbelanja menjadi jauh lebih aman dan menyenangkan.
Proses memindahkan para pedagang dijalankan secara humanis dan penuh pertimbangan agar tidak merugikan mata pencaharian mereka. Sebagai bentuk dukungan di masa transisi, Pemprov DKI Jakarta memberikan fasilitas pembebasan biaya retribusi pasar selama enam bulan pertama bagi seluruh pedagang yang direlokasi. Selain itu, pemerintah juga melengkapi area lokbin dengan fasilitas penunjang seperti saluran pembuangan air yang memadai, pencahayaan memadai, hingga rencana dorongan pembentukan koperasi pedagang demi memperkuat rantai pasok ikan segar. Melalui penataan terpadu ini, Lokbin Pasar Ikan Kramat Jati kini bukan sekadar tempat berdagang yang baru, melainkan simbol perubahan menuju tata kota Jakarta yang lebih bersih, tertib, dan manusiawi bagi semua pihak
