Konten dari Pengguna

Tradisi Seren Taun dalam Kehidupan Masyarakat Sunda

Muhammad Alif Riyanto

Muhammad Alif Riyanto

Mahasiswa S1 Ilmu Komunikasi Universitas Pamulang

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Muhammad Alif Riyanto tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sumber: https://disparbud.jabarprov.go.id/meningkatkan-rasa-syukur-melalui-upacara-adat-seren-taun/
zoom-in-whitePerbesar
Sumber: https://disparbud.jabarprov.go.id/meningkatkan-rasa-syukur-melalui-upacara-adat-seren-taun/

Masyarakat Sunda di Jawa Barat dikenal memiliki tradisi agraris yang erat kaitannya dengan siklus pertanian. Salah satu tradisi yang masih dilestarikan hingga kini adalah Seren Taun. Tradisi ini merupakan upacara adat sebagai bentuk ungkapan rasa syukur atas hasil panen serta doa dan harapan untuk panen yang lebih baik di masa mendatang. Tradisi ini memiliki nilai religius, sosial, dan budaya yang kuat serta memperkuat solidaritas dalam komunitas masyarakat adat Sunda.

Makna dan Pelaksanaan Tradisi Seren Taun.

Kata seren berarti menyerahkan, sedangkan taun berarti tahun. Secara harfiah, Seren Taun dapat diartikan sebagai ritual penyerahan hasil bumi pada akhir siklus panen tahunan. Upacara ini biasanya dilaksanakan di komunitas adat Sunda, seperti di Kampung Naga, Kampung Kasepuhan Ciptagelar, dan Kampung Dukuh.

Proses pelaksanaan Seren Taun meliputi beberapa tahapan:

Doa dan Persembahan

Masyarakat adat memulai upacara dengan menghaturkan doa dan persembahan kepada Nyi Pohaci Sanghyang Asri, yang dipercaya sebagai dewi padi. Persembahan ini merupakan simbol penghormatan terhadap alam dan Sang Pencipta.

Arak-arakan Hasil Panen

Hasil bumi, terutama padi, diarak menuju leuit (lumbung padi). Prosesi ini dilakukan secara meriah, diiringi alat musik tradisional seperti angklung dan tabuhan gendang.

Pagelaran Seni Tradisional

Setelah prosesi utama, diadakan pagelaran seni seperti wayang golek, tarian tradisional, dan pertunjukan musik Sunda. Acara ini menjadi sarana hiburan sekaligus edukasi budaya bagi masyarakat.

Fungsi Tradisi Seren Taun.

Ritual Religius

Tradisi ini menjadi wujud syukur kepada Tuhan atas hasil panen yang melimpah. Harapan dan doa juga dipanjatkan agar masa panen berikutnya membawa keberkahan.

Pelestarian Budaya Lokal

Seren Taun menjadi sarana untuk melestarikan nilai-nilai budaya Sunda, termasuk seni, musik, dan tradisi adat lainnya.

Penguatan Solidaritas Sosial

Ritual ini melibatkan seluruh anggota masyarakat, baik laki-laki maupun perempuan, tua maupun muda, dalam pelaksanaannya. Hal ini mempererat rasa kebersamaan dan solidaritas di dalam komunitas.

Tantangan Modernisasi

Tradisi Seren Taun menghadapi tantangan di era modernisasi, seperti urbanisasi, pergeseran gaya hidup, dan kurangnya keterlibatan generasi muda. Meski demikian, tradisi ini terus dilestarikan dengan dukungan komunitas adat, pemerintah daerah, dan promosi melalui pariwisata budaya.

Kesimpulan

Tradisi Seren Taun merupakan bagian penting dari identitas budaya masyarakat Sunda di Jawa Barat. Selain sebagai bentuk penghormatan kepada alam dan Sang Pencipta, tradisi ini juga menjadi simbol solidaritas dan pelestarian budaya lokal. Dengan berbagai upaya, Seren Taun tetap relevan dan dapat terus dijaga di tengah perubahan zaman.