Konten dari Pengguna

Edukasi Anti Bullying: FBD FISIP UB Mengunjungi SDN 1 Sukolilo

Muhammad Aly Dzaky Artodefito

Muhammad Aly Dzaky Artodefito

Mahasiswa Universitas Brawijaya Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

·waktu baca 3 menit

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Muhammad Aly Dzaky Artodefito tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Edukasi Anti Bullying: FBD FISIP UB Mengunjungi SDN 1 Sukolilo
zoom-in-whitePerbesar

Sukolilo, 22 Juli 2025 - Kelompok FBD 19 FISIP Universitas Brawijaya telah melaksanakan sebuah program kerja bertema “Edukasi Anti Bullying” yang ditujukan kepada siswa Sekolah Dasar Negeri 1 Sukolilo. Kegiatan ini memiliki tujuan utama untuk menanamkan kesadaran akan dampak negatif bullying sejak usia dini, khususnya bagi murid kelas 2 hingga kelas 4 SD. Di samping itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk membangun rasa empati dan kepedulian antar siswa, mengajarkan nilai-nilai pertemanan yang sehat, serta menciptakan suasana sekolah yang aman dan nyaman bagi seluruh peserta didik. Materi edukasi disusun dengan metode yang menyenangkan dan mudah dipahami, agar sesuai dengan karakteristik anak-anak sekolah dasar.

Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Selasa, 22 Juli 2025, bertempat di Sekolah Dasar Negeri 1 Sukolilo. Pemilihan waktu dan tempat telah dipertimbangkan agar sesuai dengan jadwal belajar anak-anak serta kondisi lingkungan yang mendukung proses pembelajaran nonformal ini. Pelaksanaan kegiatan berlangsung dengan lancar dan mendapatkan sambutan hangat dari pihak sekolah. Para guru menyampaikan bahwa edukasi semacam ini sangat dibutuhkan karena anak-anak usia sekolah dasar berada dalam masa krusial pembentukan karakter sosial mereka, dan masih rentan meniru perilaku negatif yang dilihat dari lingkungan sekitar, termasuk bullying.

Gambar 1. Kegiatan Edukasi terkait Anti bullying

Pihak yang terlibat dalam kegiatan ini adalah seluruh anggota kelompok FBD 19 FISIP UB yang bertindak sebagai pelaksana program dan fasilitator edukasi di lapangan. Mereka secara langsung berinteraksi dengan para siswa SDN 1 Sukolilo, khususnya dari kelas 2 sampai kelas 4, yang menjadi target utama kegiatan edukasi. Anak-anak tersebut sangat antusias mengikuti kegiatan karena materi disampaikan dengan metode yang interaktif dan ramah anak. Selain itu, pihak guru dan tenaga pendidik di sekolah turut mendukung jalannya kegiatan dengan memfasilitasi ruang dan waktu pelaksanaan, serta mendampingi anak-anak selama edukasi berlangsung.

Manfaat dari kegiatan ini secara langsung dirasakan oleh anak-anak yang mengikuti kegiatan, terutama dalam hal pengetahuan baru tentang bullying dan bagaimana bersikap ketika menghadapi situasi yang tidak menyenangkan. Anak-anak menjadi lebih peka terhadap perasaan teman, lebih memahami pentingnya berteman tanpa menyakiti, dan lebih percaya diri untuk mengatakan “tidak” terhadap tindakan yang salah. Bukan hanya itu, pihak sekolah juga merasa terbantu dengan adanya edukasi ini karena turut mendukung upaya mereka dalam membangun budaya sekolah yang sehat, aman, dan penuh toleransi. Melalui kegiatan ini, tercipta sebuah sinergi antara dunia akademik kampus dan pendidikan dasar dalam membentuk karakter generasi muda.

Gambar 2. Poster terkait Edukasi Anti Bullying

Kegiatan edukasi ini menghasilkan sebuah karya luaran berupa poster yang bertemakan anti bullying. Poster tersebut dirancang menggunakan media digital yaitu Canva. Isi dari poster mencakup penjelasan mengenai apa itu bullying, jenis-jenis atau macam-macam bullying (seperti bullying verbal, fisik, dan sosial), alasan mengapa tindakan bullying itu tidak baik, serta langkah-langkah yang harus diambil ketika melihat atau mengalami tindakan bullying. Visualisasi poster dibuat semenarik mungkin agar mudah dipahami oleh anak-anak, serta mendorong mereka untuk berani bersikap dan bertindak ketika melihat perundungan terjadi di lingkungan mereka.

Secara keseluruhan, kegiatan edukasi anti bullying ini membuktikan bahwa pembelajaran karakter tidak hanya bisa dilakukan di dalam kelas, tetapi juga melalui pendekatan kreatif seperti pembuatan poster edukatif. Selain sebagai media pembelajaran, poster tersebut juga dapat dijadikan sarana kampanye yang bisa ditempel di dinding kelas atau koridor sekolah agar pesan-pesan anti bullying terus tersampaikan setiap harinya. Dengan dukungan penuh dari pihak sekolah dan antusiasme anak-anak, kegiatan ini diharapkan bisa menjadi awal dari perubahan positif dalam membangun lingkungan belajar yang lebih sehat, aman, dan menyenangkan bagi seluruh siswa.