Konten dari Pengguna

Dua Dunia Pendidikan di Indonesia: Mewujudkan Kesetaraan Pendidikan

Muhammad Ardi Himawan Nugroho
Seorang mahasiswa berumur 19 tahun yang sedang mengenyam pendidikan di Universitas Negeri Jakarta.
13 Juni 2024 15:37 WIB
·
waktu baca 4 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Muhammad Ardi Himawan Nugroho tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Siswa Sekolah Negeri/Credit via theaseanpost
ADVERTISEMENT
Pendidikan menjadi salah satu faktor utama dalam memajukan suatu negara, pendidikan dapat membuat sumber daya manusia dari suatu negara menjadi berkualitas. Sumber daya manusia yang berkualitas dapat membuat negara menjadi maju dan berkembang. Selain itu pendidikan dapat membuat perubahan perilaku serta merubah kepribadian seseorang menjadi pribadi yang unggul, disiplin, serta berkarakter.
ADVERTISEMENT
Pendidikan Indonesia selalu menjadi topik pembicaraan yang hangat tiada henti karena di negara ini dapat dikatakan masih banyak sekali ketimpangan dari masing-masing daerahnya mengenai pendidikan. Hal ini membuat pendidikan di negara kita mengalami ketidaksetaraan. Banyak faktor yang membuat pendidikan di Indonesia menjadi adanya ketidaksetaraan atau ketimpangan dalam dunia pendidikan.
Faktor-faktor diantaranya yang membuat Indonesia memiliki ketimpangan pada dunia pendidikan antara pedesaan dengan perkotaan adalah karena daerah pedesaan yang tidak memiliki akses mudah untuk mengemban pendidikan dengan baik, seperti contoh mereka-mereka baik siswa maupun insan pendidikan yang harus menempuh perjalanan jauh untuk berangkat ke sekolah, tidak hanya itu mereka pun harus melalui jalan-jalan yang semestinya dilakukan perbaikan.
Berbeda dengan daerah perkotaan yang memiliki kemudahan dalam menempuh perjalanan ke sekolah, banyak akomodasi yang dapat digunakan para siswa dan juga insan pendidikan untuk berangkat baik menaiki kendaraan pribadi maupun angkutan umum. Selain itu jalanan yang dilewati juga tidak buruk seperti jalanan pada pedesaan.
ADVERTISEMENT
Faktor lain yang dapat mempengaruhi ialah dari segi ekonomi dimana pemerintah memberikan dana yang tidak merata, disisi lain untuk dapat menempuh pendidikan yang baik banyak peralatan yang harus disiapkan. Jika sekolah tidak dapat membantu dan ekonomi dari masing masing keluarga siswa tidak mencukupi untuk membeli kebutuhan pendidikan, lantas bagaimana jika ingin menyetarakan pendidikan antara pedesaan dengan perkotaan.
Tidak meratanya sumber daya manusia untuk dapat mendidik para siswa di pedesaan juga menjadi salah satu faktor ketimpangan pendidikan antara pedesaan serta perkotaan, dapat dilihat dari sedikitnya para insan pendidik yang ada di daerah pedesaan sedangkan tidak sebanding dengan siswa yang diajarkannya. Berbeda dengan daerah perkotaan yang memiliki sumber daya sebanding dengan siswa yang diajarkannya. Selain itu sumber daya manusia juga perlu ditingkatkan supaya dapat mengajarkan pembelajaran yang relevan dengan perkembangan jaman.
ADVERTISEMENT
Faktor terakhir adalah infrastruktur yang kurang lengkap dikarenakan Pembangunan yang kurang merata. Jika dibandingkan dengan wilayah perkotaan yang setiap sekolahnya memiliki sarana dan prasarana yang memadai seperti contoh dengan adanya lapangan, perpustakaan, tempat ibadah. Sedangkan wilayah pedesaan setiap sekolahnya hanya ada gedung dengan perlengkapan yang seadanya bahkan ada juga bangunan yang sudah tidak mendukung untuk dapat digunakan.
Faktor-faktor yang dijabarkan sebenarnya dapat diatasi dengan adanya kerjasama antara pihak pemerintah, suku dinas, serta pihak insan pendidikan untuk dapat mencari jalan keluar dari permasalahan yang ada. Ditambah adanya pihak swasta untuk dapat membantu meminimalisir faktor-faktor yang ada saat ini.
Pemerintah seharusnya melakukan pembangunan infrastruktur yang merata sehingga memudahkan perjalanan para siswa untuk menuju ke sekolah mereka, selain itu juga dengan adanya pembangunan yang merata dapat merehabilitasi gedung gedung sekolah di pedesaan serta menambahkan sarana prasarana yang dapat membantu perkembangan pendidikan di pedesaan seperti perpustakaan, lapangan, tempat ibadah, dan lain-lain.
ADVERTISEMENT
Selain itu pemerintah seharusnya melakukan pemerataan bantuan untuk para siswa, bantuan dana yang dilakukan harus dipantau terus-menerus supaya tidak terjadi kesalahan seperti bantuan yang tidak tepat sasaran. Komunikasi antara pemerintah dengan suku dinas masing-masing wilayah harus tetap terjaga dan diharapkan suku dinas selalu memberikan laporan supaya tetap terpantau arah dana bantuan tersebut.
Pemerataan sumber daya juga seharusnya dilakukan supaya para insan pendidik dapat seimbang dengan siswa-siswa yang dididik. Selain itu upah yang diberikan seharusnya sama dengan insan pendidik di daerah perkotaan karena upah juga menjadi salah satu faktor mengapa banyak yang tidak ingin mendedikasikan hidupnya untuk mengajar di pedesaan dengan upah yang minim. Di sisi lain insan pendidik di pedesaan seharusnya mendapatkan pelatihan supaya dapat mengajarkan pembelajaran yang relevan dengan perkembangan jaman serta mengikuti kurikulum yang seharusnya.
ADVERTISEMENT
Dengan adanya kurikulum Merdeka Belajar Merdeka Berbudaya seharusnya ketimpangan pendidikan antara pedesaan dengan perkotaan tidak seharusnya terjadi lagi, dikarenakan program-program dari Merdeka Belajar Merdeka Berbudaya jika diimplementasikan dengan baik faktor-faktor yang telah terjadi akan berkurang dan ketimpangan akan terminimalisir.
Kesenjangan pendidikan di Indonesia merupakan masalah yang kompleks dan memerlukan solusi komprehensif. Dengan adanya kerjasama antara pemerintah, suku dinas, insan pendidik, masyarakat, serta pihak swasta, ketimpangan ini dapat diminimalisir. Pemerataan infrastruktur, bantuan dana, dan sumber daya manusia, serta implementasi kurikulum Merdeka Belajar Merdeka Berbudaya adalah langkah-langkah penting menuju pendidikan yang setara dan berkualitas di seluruh Indonesia.