Nama yang Selalu Kusebut Dalam Setiap Doaku

Mahasiswa Psikologi Universitas Islam Indonesia
Tulisan dari Muhammad Arfa tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

“Apaan“
“Sama sapa“
“Bukan“
“Makasih ya“
Mungkin itu sebagian dari beberapa kalimat yang telah kamu ucapkan kepadaku, sampai-sampai kalimat itu yang selalu teringat di luar kepalaku. Walaupun sekadar beberapa kali saja kita bertemu, aku selalu mengistemewakan pertemuan yang mungkin kelak terjadi selanjutnya. Ya, namamu selalu menjadi aksara yang selalu kuadukan kepada Tuhan. Nama yang indah diikuti dengan paras manis, semakin membuatku tak sabar untuk menunggu momen yang tepat untuk melamarmu, mungkin.
Ragu, itulah sifatku yang selalu aku benci. Rasanya ragu untuk mendekatimu atau sekadar menyapamu ketika kita tidak sengaja bertemu di jalan, aku tahu banyak laki-laki diluar sana yang sedang mengejarmu dan tentunya ingin sekali menjadikan miliknya. Hufft aku semakin tidak percaya diri. Tapi, kalau Tuhan sudah menjodohkan kita, apa boleh buat? itulah kalimat yang selalu memotivasiku karena aku belum bisa mendekatimu.
Kuharap hal yang terbaik akan menghampiri kita, Entah hanya menanyakan sesuatu atau kita tidak sengaja bertemu. Aku tidak sabar untuk menanti waktu itu terjadi.
Aamiin, haha!
