Teori Penetrasi Sosial: Kedekatan dalam Era Digital

Mahasiswa Prodi Ilmu komunikasi, Universitas Pamulang
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Muhammad Arifin tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Di era serba digital sekarang, intetaksi antarindividu tidak lagi dibatasi oleh jarak dan pertemuan fisik. Melalui platform seperti whatsApp, instragram, hingga discord, banyak orang bisa merasakan kedekatan tanpa harus bertemu secara langsung. Lalu, bagaimana sebuah hubungan bisa terasa dekat hanya bermodalkan teks dan emoji? Jawabannya bisa ditemukan dalam Social Penetration Theory.
Mengenal Teori Penetrasi Sosial
teori penetrasi sosial dikembangkan oleh Irwin dan Dalmas Taylor tahun 1973. Teori ini menekankan bahwa komunikasi dimulai dari level yang dangkal dan secara bertahap berkembang ke arah yang lebih pribadi seiring waktu. Tapi, tidak semua hubungan sampai pada tahap kedekatan yang sangat dalam, banyak yang berhenti di tengah-tengah antara sekedar kenal dan benar-benar akrab.
Inti daro teori ini adalah Self-disclosure atau keterkbukaan diri. Semakin banyak seseorang membagikan pemikiran, perasaan, dan pengalaman pribadinya, semakin dalam pula hubungan yang terjalin. Namun, proses ini perlu memerlukan waktu, rasa aman, dan kepercayaan agar komunikasi bisa terus berkembang ke tahap intim.
Tahapan dalam Teori Penetrasi Sosial
Teori ini membagi proses kedekatan ke dalam beberapa tahap:
Tahap Orientasi: Tahap Orientasi merupakan tahap awal saat kita mulai mengenal seseorang. pada fase ini, biasanya yang dibicarakan hanya informasi pribadu yang sangat umum. seperti perkenalan, asal daerah, hobi, atau pekerjaan.
Pertukaran Penjajakan Afektif: Tahap kedua disebut pertukaran penjajakan afektif, yaitu saat kita mulai mengeksplorasi emosi dan perasaan lawan bicara. Di fase ini, hubungan mulai masuk ke ranah emosional, bukan sekadar tukar informasi umum. Misalnya keluarga, pengalaman sekolah atau hal lain.
Pertukaran Afektif: Interaksi mulai lebih sering dan bersifat santai. Di tahap ini, interaksi bisa bercanda, menyindir, atau memberi panggilan khusus terhadap lawan bicara. Tahap ini biasanya untuk teman dekat, misalnya berbagi rahasia, muncul ungkapan pribadi atau bahasa khas yang jadi ciri keakraban dalam hubungan.
Pertukaran Stabil: Pada tahap pertukaran stabil, hubungan ditandai dengan keterbukaan, topik pembicaraan luas, dan kedekatan yang mendalam. Hubungan ini biasanya berlangsung jujur dan dalam, dengan saling bertukar soal pikiran, dan perilaku.
Depenetrasi: Proses berkurangnya kedekatan dalam hubungan. Tahap ini biasanya terjadi saat ada konflik yang tidak diselesaikan, seperti pertengkaran serius dalam persahabatan, yang membuat hubungan mulai renggang dan berjarak.
Hubungan di Era Komunikasi Digital
Meskipun bentuk medianya berubah, tahapan komunikasi ini tetao berlaku di dunia digital. Bahkan, sebagian orang merasa lebih mudah terbuka melalui pesan teks karena tidak harus langsung bergadapan. Kondisi ini membuat kedekatan bisa tercipta lebih cepat, walaupun belum pernah bertemu secara fisik. Penggunaan emoji, stiker, atau reaksi cepat dalam chat juga membantu menyampaikan emosi secara tidak langsung seperti tawa, perhatian, atau empati yang membuat interaksi terasa lebih hangat dan personal meski tanpa ekspresi wajah.
Sebagai contoh, dalam hubungab jarak jauh atau pertemuan daring, proses saling membuka diri bisa berlangsung melalui pesan, panggilan suara, atau video call. Dari awalnya hanya membalas story, seseorang bisa menjadi teman curhat. Namun, komunikasi virtual rentan menimbulkan kesalahpahaman karena minimnya ekspresi nonverbal.
Ilustrasi dalam kehidupan Digital
Kita bisa menemukan banyak contoh nyata, seperti dua orang yang berkenalan lewar komunitas online atau game, lalu mulai saling berbagai cerita. Awalnya hanya membahas hal ringan, berkembang ke topik mendalam seperti masalah keluarga, cita-cita, atau luka masa lalu. Inilah bentuk penetrasi di ranah digital.
Tapi, kedekatan digital juga punya sisi negatif. Misalnya, ketika seseorang tiba-tiba menghilang tanpa kabar (Ghosting) setelah merasa hubungan terlalu cepat menjadi dalam. Hal ini bisa terjadi karena keterbukaan yang tidak seimbang atau ekspetasi yang berbeda.
Kelebihan dan Kekurangan Teori ini
Kelebihannya, teori ini masih sangat cocok dipakai untuk menjelaskan bagaimana orang bisa dekat lewat komunikasi, termasuk lewat media sosial.
Kekurangannya, teori ini belum mempertimbangkan hal-hal khas dunia digital, seperti akun palsu, cara orang menyampaikan perasaan lewat emoji, atau algoritma yang bikin kita sering lihat orang yang sama di timeline. Hal-hal ini bisa memengaruhi seberapa "Nyata" kedekatan itu.
Kesimpulan
Teori penetrasi sosial menjelaskan bahwa kedekatan lahir dari proses komunikasi yang terbuka, pelan-pelan, dan penuh kepercayaan. Walaupun zaman sudah berubah dan komunikasi sekarang lebih banyak lewat layar, prinsip membangun kepercayaan tetap sama; butuh kejujuran, waktu, dan rasa percaya. Teknologi memang menpermudah kita terhubung, tapi membangun kedekatan tetap perlu usaha yang tulus.
