Konten dari Pengguna

Teori Penetrasi Sosial: Kedekatan dalam Era Digital

Muhammad Arifin
Mahasiswa Prodi Ilmu komunikasi, Universitas Pamulang
30 Mei 2025 15:04 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kiriman Pengguna
Teori Penetrasi Sosial: Kedekatan dalam Era Digital
Teori penetrasi sosial menjelaskan kedekatan terbentuk lewat komunikasi terbuka dan kepercayaan. Meski komunikasi kini lewat layar, membangun kepercayaan tetap butuh kejujuran dan waktu.
Muhammad Arifin
Tulisan dari Muhammad Arifin tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi kedekatan melalui komunikasi digital. dihasilkan menggunakan AI by OpenAI.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kedekatan melalui komunikasi digital. dihasilkan menggunakan AI by OpenAI.
ADVERTISEMENT
Di era serba digital sekarang, intetaksi antarindividu tidak lagi dibatasi oleh jarak dan pertemuan fisik. Melalui platform seperti whatsApp, instragram, hingga discord, banyak orang bisa merasakan kedekatan tanpa harus bertemu secara langsung. Lalu, bagaimana sebuah hubungan bisa terasa dekat hanya bermodalkan teks dan emoji? Jawabannya bisa ditemukan dalam Social Penetration Theory.
ADVERTISEMENT

Mengenal Teori Penetrasi Sosial

teori penetrasi sosial dikembangkan oleh Irwin dan Dalmas Taylor tahun 1973. Teori ini menekankan bahwa komunikasi dimulai dari level yang dangkal dan secara bertahap berkembang ke arah yang lebih pribadi seiring waktu. Tapi, tidak semua hubungan sampai pada tahap kedekatan yang sangat dalam, banyak yang berhenti di tengah-tengah antara sekedar kenal dan benar-benar akrab.
Inti daro teori ini adalah Self-disclosure atau keterkbukaan diri. Semakin banyak seseorang membagikan pemikiran, perasaan, dan pengalaman pribadinya, semakin dalam pula hubungan yang terjalin. Namun, proses ini perlu memerlukan waktu, rasa aman, dan kepercayaan agar komunikasi bisa terus berkembang ke tahap intim.

Tahapan dalam Teori Penetrasi Sosial

Teori ini membagi proses kedekatan ke dalam beberapa tahap:
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Hubungan di Era Komunikasi Digital

Meskipun bentuk medianya berubah, tahapan komunikasi ini tetao berlaku di dunia digital. Bahkan, sebagian orang merasa lebih mudah terbuka melalui pesan teks karena tidak harus langsung bergadapan. Kondisi ini membuat kedekatan bisa tercipta lebih cepat, walaupun belum pernah bertemu secara fisik. Penggunaan emoji, stiker, atau reaksi cepat dalam chat juga membantu menyampaikan emosi secara tidak langsung seperti tawa, perhatian, atau empati yang membuat interaksi terasa lebih hangat dan personal meski tanpa ekspresi wajah.
Sebagai contoh, dalam hubungab jarak jauh atau pertemuan daring, proses saling membuka diri bisa berlangsung melalui pesan, panggilan suara, atau video call. Dari awalnya hanya membalas story, seseorang bisa menjadi teman curhat. Namun, komunikasi virtual rentan menimbulkan kesalahpahaman karena minimnya ekspresi nonverbal.
ADVERTISEMENT

Ilustrasi dalam kehidupan Digital

Kita bisa menemukan banyak contoh nyata, seperti dua orang yang berkenalan lewar komunitas online atau game, lalu mulai saling berbagai cerita. Awalnya hanya membahas hal ringan, berkembang ke topik mendalam seperti masalah keluarga, cita-cita, atau luka masa lalu. Inilah bentuk penetrasi di ranah digital.
Tapi, kedekatan digital juga punya sisi negatif. Misalnya, ketika seseorang tiba-tiba menghilang tanpa kabar (Ghosting) setelah merasa hubungan terlalu cepat menjadi dalam. Hal ini bisa terjadi karena keterbukaan yang tidak seimbang atau ekspetasi yang berbeda.

Kelebihan dan Kekurangan Teori ini

Kelebihannya, teori ini masih sangat cocok dipakai untuk menjelaskan bagaimana orang bisa dekat lewat komunikasi, termasuk lewat media sosial.
Kekurangannya, teori ini belum mempertimbangkan hal-hal khas dunia digital, seperti akun palsu, cara orang menyampaikan perasaan lewat emoji, atau algoritma yang bikin kita sering lihat orang yang sama di timeline. Hal-hal ini bisa memengaruhi seberapa "Nyata" kedekatan itu.
ADVERTISEMENT

Kesimpulan

Teori penetrasi sosial menjelaskan bahwa kedekatan lahir dari proses komunikasi yang terbuka, pelan-pelan, dan penuh kepercayaan. Walaupun zaman sudah berubah dan komunikasi sekarang lebih banyak lewat layar, prinsip membangun kepercayaan tetap sama; butuh kejujuran, waktu, dan rasa percaya. Teknologi memang menpermudah kita terhubung, tapi membangun kedekatan tetap perlu usaha yang tulus.