Di Depan Batu Nisan Itu, Rapat dan Jabatan Jadi Tidak Ada Artinya
Tulisan dari MUHAMAD ARYA ALFARHIDO tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kemarin kami anak IKRIMNA melakukan ziarah. Bukan sekadar agenda rutin tahunan, tapi ziarah ini jadi momen kami berhenti sejenak dari semua rapat, laporan, dan jabatan di organisasi.Kami berangkat pagi. Jaket IKRIMNA, doa bersama, dan perjalanan yang isinya cuma tawa dan sedikit ngantuk. Sampai di lokasi ziarah, suasananya langsung berubah. Hening.
Ziarah Bukan Sekadar Datang dan Berdoa
Banyak yang mengira ziarah IKRIMNA hanya soal berdoa di depan makam. Padahal lebih dari itu. Di depan batu nisan itu, kami belajar.Kami yang di masjid sering rebutan ide, debat soal program, bahkan kadang merasa paling berjasa karena sudah rapat sampai malam. Tapi di depan makam para pendahulu, semua itu terasa kecil sekali.Rapat yang kemarin terasa sangat penting, jabatan ketua, sekretaris, bendahara yang kadang kami banggakan, di depan batu nisan itu semuanya jadi tidak ada artinya.
Merawat Masjid, Merawat Ingatan
Makam yang kami ziarahi adalah makam orang-orang yang dulu juga merawat masjid, sama seperti kami di IKRIMNA sekarang. Mereka sudah selesai dengan tugasnya. Sekarang giliran kami.Ziarah ini mengingatkan kami bahwa menjadi remaja masjid bukan soal siapa yang paling terlihat aktif. Tapi soal siapa yang paling ikhlas merawat, meski tidak ada yang melihat.Pulang dari ziarah, kami tidak membawa apa-apa. Tidak ada oleh-oleh, tidak ada foto estetik. Yang kami bawa pulang cuma satu: rasa malu dan syukur.Malu karena masih sering mengeluh capek mengurus masjid. Syukur karena masih diberi kesempatan untuk meneruskan perjuangan mereka.Untuk teman-teman remaja masjid di luar sana, sesekali cobalah ziarah. Bukan untuk mencari berkah yang mistis, tapi untuk mencari cermin. Di sana kamu akan melihat, bahwa hidup ini singkat, dan yang abadi hanya amal jariyah yang kamu tinggalkan di masjidmu.Ini adalah catatan kecil dari anak IKRIMNA Ngupasan, sepulang dari ziarah.
Ziarah kali ini kami Laksanakan di Makam Al Habib Abdurohman bin Abdulloh Al Habsyi

