Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 © PT Dynamo Media Network
Version 1.100.8
Konten dari Pengguna
Asal-Usul Bahasa Indonesia: Sejarah Dari Bahasa Melayu Hingga Bahasa Negara
29 Maret 2025 17:34 WIB
·
waktu baca 6 menitTulisan dari Muhammad Badur Kencana Kuning tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ADVERTISEMENT
“Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah” – Ir. Soekarno
Sejarah merupakan bagian penting dalam kehidupan dan pendidikan. Dengan mempelajari sejarah dan perkembangan bahasa Indonesia kita dapat memahami bagaimana bahasa Indonesia terbentuk, berkembang, dan menjadi bahasa resmi negara Indonesia.
ADVERTISEMENT
Artikel ini akan membahas sejarah dan perkembangan bahasa Indonesia. Penting bagi kita untuk mempelajari sejarah dan perkembangan bahasa Indonesia untuk memahami identitas dan jati diri bangsa Indonesia. Dengan demikian, kita dapat menghargai pentingnya bahasa Indonesia dalam kehidupan dan pendidikan.
Sejarah bahasa Indonesia sangatlah menarik dan panjang prosesnya. Bahasa Indonesia pada dasarnya berakar dari bahasa Melayu, bahasa Melayu yang dipakai adalah bahasa Melayu Riau. Bahasa Melayu sejak lama digunakan sebagai bahasa penghubung (lingua franca), tidak hanya di Kepulauan Nusantara tetapi juga hampir di seluruh kawasan Asia Tenggara. Bahasa Melayu makin kokoh keberadaannya karena mudah diterima oleh bangsa Indonesia
Sejak abad ke-7 Masehi bahasa Melayu atau lebih tepatnya disebut bahasa Melayu Kuno telah digunakan sebagai bahasa perhubungan pada zaman Kerajaan Sriwijaya. Pada zaman itu juga bahasa Melayu digunakan sebagai bahasa kebudayaan, bahasa perdagangan, dan sebagai bahasa resmi kerajaan.
ADVERTISEMENT
Hal ini diperkuat dengan ditemukannya prasasti-prasasti kuno yang ditulis menggunakan bahasa Melayu, seperti Prasati Kedukan Bukit (684 M) di Palembang, Prasasti Kota Kapur (686 M) di Bangka Barat, dan lain-lain. Selain itu, Prasasti Gundasuli (632 M) di Jawa Tengah dan Prasasti Bogor (942 M) yang berbahasa Melayu Kuno, bukti ini menunjukkan bahwa bahasa Melayu tidak hanya digunakan di Sumatera tetapi juga dipakai di daerah Jawa.
Perkembangan bahasa Melayu di wilayah Nusantara memengaruhi dan mendorong tumbuhnya rasa persaudaraan dan persatuan bangsa Indonesia. Oleh karena itu, para pemuda Indonesia membentuk Kongres Pemuda I dan II.
Ketika berlangsungnya Kongres Pemuda I pada tanggal 30 Aprul-2 Mei 1926 Mohammad Tabrani memperkenalkan bahasa Indonesia untuk pertama kalinya, kemudian dalam Kongres Pemuda I juga Mohammad Yamin dalam pidatonya mengusulkan bahwa bahasa persatuan negara Indonesia adalah bahasa Melayu.
ADVERTISEMENT
Kemudian dilanjutkan pelaksanaan Kongres Pemuda II pada tanggal 27-28 Oktober 1928, penekanan dari Kongres Pemuda II ini adalah Persatuan Nasional Indonesia. Kongres Pemuda II berlangsung dalam 3 kali persidangan, dalam persidangan ketiga inilah diambil keputusan Kongres Pemuda II dengan nama Ikrar Pemuda atau yang lebih dikenal "Sumpah Pemuda".
Para pemuda berikar bersama dan membuat satu pernyataan bahwa:
1. Kami Putera dan Puteri Indonesia mengaku bertumbuh darah yang satu, tanah Indonesia.
2. Kami Putera dan Puteri Indonesia mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia.
3. Kami Putera dan Puteri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.
Pada ikrar ketiga Sumpah Pemuda tersebut yang menandakan bahwa perkembangan bahasa Melayu di Indonesia secara resmi menjadi bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional atau bahasa persatuan.
ADVERTISEMENT
Penamaan bahasa Indonesia sendiri memiliki aspek politis karena digunakan oleh tokoh-tokoh nasionalis sebagai sarana perjuangan dan strategi untuk mencapai kemerdekaan dan kedaulatan bangsa Indonesia. Sebelum Smpah Pemuda pada tahun 1928, sejarah menunjukkan bahwa gerakan kebangsaan telah menggunakan kata “Indonesia” dan konsep bahasa Indonesia.
Selanjutnya setelah Indonesia merdeka pada tanggal 18 Agustus 1945 bahasa Indonesia diresmikan menjadi bahasa negara sesuai dengan ketentuan yang tertera didalam UUD 1945 Bab XV Pasal 36. Dari kemerdekaan Indonesia sampai saat ini bahasa Indonesia terus berkembang dan mengalami modernisasi, hingga bahasa Indonesia telah menjadi bahasa resmi Sidang Umum UNESCO pada tanggal 20 November 2023.
Peristiwa penting dalam perkembangan bahasa Indonesia:
ADVERTISEMENT
1. Ejaan Van Ophuijsen pada tahun 1901 yaitu ejaan resmi Bahasa Melayu di daerah jajahan Belanda yang disusun oleh Ch. A. Van Ophuijsen dibantu oleh Moehammad Taib Soetan Ibrahim dan Nawawi Soetan Ma’moer yang dimuat dalam kitab Logat Melayu.
2. Ejaan Soewandi atau Ejaan Republik pata tanggal 9 Maret 1947 tujuannya adalah menyederhanakan sistem Ejaan Van Ophuijsen.
3. Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) yang diresmikan melalui Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 1972.
4. Ejjaan Bahasa Indonesia (EBI) diresmikan berlandaskan Peraturan Menteri dan Kebudayaan RI Nomor 50 Tahun 2015.
5. Pada tahun 2022, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa kembali menggunakan istilah EYD, dengan EYD Edisi V sebagai pedoman terbaru.
Dari sejarah panjang bahasa Indonesia yang berakar dari bahasa Melayu, ternyata bahasa Melayu sendiri ada berbagai macam jenisnya, diantaranya:
ADVERTISEMENT
1. Bahasa Melayu Rendah (Pasar) : Biasanya digunakan sebagai alat komunikasi dan perdagangan.
2. Bahasa Melayu Tinggi (Bangsawan) : Biasanya digunakan dalam lingkungan bangsawan berbentuk pidato formal, media massa, dan tulisan resmi. Tata bahasanya formal dan kaku.
Seperti yang sudah dijelaskan dalam sejarahnya bahwa bahasa Melayu merupakan akar dari bahasa Indonesia, dalam konteks ini yang digunakan adalah bahasa Melayu Rendah atau Pasar. Ada beberapa faktor mengapa bahasa Melayu Rendah diadopsi menjadi bahasa Indonesia, diantaranya:
1. Faktor sejarah, adanya prasasti-prasasti yang ditemukan di wilayah Nusantara bertuliskan bahasa Melayu.
2. Mudah dipahami dan dipelajari, sehingga mudah diterima oleh masyarakat Nusantara.
3. Aksen Melayu diakui sebagai bahasa sastra, pengakuan itu aksen Melayu adalah dialek Indonesia yang sering dipakai oleh karya sastra dalam bahasa Melayu.
ADVERTISEMENT
4. Bahasa Melayu digunakan dalam surat kabar Nusantara, bahasa Melayu digunakan sebagai penghubung antar suku, antar pulau, antar pedagang, dan antar kerajaan di Nusantara.
Bahasa Indonesia dengan bahasa Melayu memiliki perbedaan, sebelum tahun 1928 pun perbedaan Bahasa Melayu di wilayah Inggris dengan Bahasa Melayu di wilayah Belanda sudah cukup nyata (di Semenanjung Melayu digunakan ejaan Wilkinson, di wilayah Hindia Belanda digunakan ejaan Yan Ophuijsen). Perbedaannya tidak hanya nampak pada sistem ejaan resminya, melainkan juga dalam struktur fonologi (pelafalan) dan gramatikal (tata bahasa) maupun dalam pilihan katanya.
Contoh perbedaan fonologi:
Bahasa Indonesia Bahasa Melayu
ADVERTISEMENT
Apa Ape
Bagaimana Bagaimane
Dimana Dimane
ADVERTISEMENT
Bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi negara Indonesia memiliki penting dalam mempersatukan bangsa. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk mempelajari sejarah dan perkembangan bahasa Indonesia agar kita dapat terus melestarikan dan mengembangkan bahasa Indonesia.
Daftar Pustaka
Tim, B. I. P. (2017). Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia dan Pembentukan Istilah. Bhuana Ilmu Populer.
Moeliono, A. M., Lapoliwa, H., Alwi, H., Tjatur, S. S., Sasangka, W., & Sugiyono, S. (2017). Tata bahasa baku bahasa Indonesia. Edisi keempat. Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.
Nasution, A. S., Wani, A. S., & Syahputra, E. (2022). Sejarah Perkembangan Bahasa Indonesia. Jurnal Multidisiplin Dehasen (MUDE), 1(3), 197-202.
ADVERTISEMENT
Nuraqila, N. N., Hamzah, R. A., & Noviana, N. (2024). Sejarah Perkembangan dan Kedudukan Bahasa Indonesia. BIDUK: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 2(1), 176-185.
Kridalaksana, H. (2009). Masa-masa awal bahasa Indonesia. Yayasan Pustaka Obor Indonesia.
Woring, M. C. (2022). Sumpah Pemuda Merupakan Cikal Bakal Tercetusnya Bahasa Indonesia Sebagai Bahasa Persatuan 1928-1954 (Suatu Tinjauan Historis). Danadyaksa Historica, 2(1), 22-34.
Prasetyo, W. A., & Hartati, U. (2018). Perbedaan Bahasa Indonesia Standar dengan Bahasa Melayu Sambas: Di Bidang Fonologi dan Kosakata. Caraka: Jurnal Ilmu Kebahasaan, Kesastraan, dan Pembelajarannya, 4(2), 145-153.
Khairul, M., & Sodiq, S. (2023). Kosakata Bahasa Melayu-Indonesia oleh Siswa Repatriasi Sabah Malaysia (Kajian Semantik).
Muhammad Badur Kencana Kuning, Mahasiswa S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH A. R. FACHRUDDIN.
ADVERTISEMENT
Donald Trump mengumumkan tarif impor baru ke banyak negara yang menjadi dimulainya genderangan perang dagang Trump, Rabu (2/4) malam waktu AS. Indonesia termasuk negara yang terdampak kebijakan baru ini. Tarif Impor Baru Trump, Indonesia Kena 32%