Konten dari Pengguna

Mengenal Kutipan: Kutipan Langsung & Tidak Langsung dalam Penulisan Karya Ilmiah

Muhammad Badur Kencana Kuning

Muhammad Badur Kencana Kuning

Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Muhammadiyah A. R. Fachruddin

·waktu baca 6 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Muhammad Badur Kencana Kuning tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Foto Muhammad Badur Kencana Kuning
zoom-in-whitePerbesar
Foto Muhammad Badur Kencana Kuning

Dalam penulisan karya tulis ilmiah maupun buku-buku tentu tidak akan terlepas kan dari yang namanya sumber rujukan. Sumber rujukan dalam hal ini adalah teori-teori dari berbagai sumber, seperti buku, artikel, laporan, internet, dan lain sebagainya yang mendukung argumen penulis dalam penulisan karya tulisnya. Ketika menggunakan informasi dari sumber-sumber tersebut tentu sebagai penulis harus mencantumkan sumbernya dalam karya ilmiahnya. Pencantuman tersebut biasa disebut kutipan.

Artikel ini akan membahas tentang pengertian kutipan, fungsi kutipan, tujuan kutipan, serta jenis-jenis kutipan.

Pengertian Kutipan

Kutipan adalah salinan kalimat, paragraf, atau pendapat dari seorang pengarang atau ucapan orang terkenal karena keahliannya, baik yang terdapat dalam buku, jurnal, baik yang melalui media cetak atau elektronik (Widjono dalam Satata, dkk). Proses pengambilan pendapat atau gagasan itu disebut mengutip. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), mengutip adalah mengambil perkataan atau kalimat dari buku atau yang lainnya.

Definisi tersebut menegaskan bahwa ketika seorang penulis mengutip pendapat orang lain dalam karyanya berarti penulis tersebut sedang meminjam pendapat atau gagasan orang lain untuk menguatkan argumen dalam karya tulisnya. Dengan mengutip pendapat orang lain, penulis menunjukkan kejujuran terhadap etika penulisan dengan mengakui sumber dan referensi yang digunakan.

Fungsi Kutipan

Dalam penulisan karya tulis ilmiah, kutipan memiliki fungsi utama yaitu untuk menegaskan isi uraian dan membuktikan kebenaran yang diajukan oleh penulis dengan menggunakan bukti-bukti yang diperoleh dari sumber-sumber yang relevan, sehingga memperkuat argumen yang disampaikan dan menunjukkan bahwa penulis telah melakukan penelitian yang komprehensif dan memiliki pemahaman yang mendalam tentang topik yang dibahas.

Tujuan Kutipan

1. Untuk menegaskan isi uraian,

2. Untuk membuktikan kebenaran dari sebuah pernyataan yang dibuat oleh penulis,

3. Untuk memperlihatkan kepada pembaca materi dan teori yang digunakan,

4. Untuk mengkaji interpretasi penulis terhadap bahan kutipan kutipan yang digunakan,

5. Untuk menunjukkan bagian atau aspek topik yang akan dibahas, dan

6. Untuk mencegah penggunaan dan pengakuan bahan tulisan sebagai milik sendiri (plagiat).

Jenis-Jenis Kutipan

Kutipan secara umum ada dua jenis, yaitu kutipan langsung dan kutipan tidak langsung.

1. Kutipan Langsung

Kutipan langsung adalah pinjaman pendapat dengan mengambil secara lengkap kata demi kata atau kalimat demi kalimat dari sebuah teks asli (Keraf, 2001:179-180). Dari definisi tersebut kutipan langsung berarti menyalin langsung pendapat dari sumbernya tanpa dilakukannya perubahan struktur kalimat. Kutipan langsung terbagi menjadi dua bagian, yaitu:

a. Kutipan Langsung Pendek

Pengutipan langsung yang kurang dari lima baris dilakukan dengan mengintegrasikan kutipan tersebut dengan teks penulis dan kutipan diapit dengan tanda kutip ("...") dan di akhir kutipan diikuti dengan tanda kurung buka, nama singkat pengarang. tahun terbit, nomor halaman tempat kutipan dan di akhiri tanda kurung tutup (Satata dkk, 2012:150). Contoh kutipan langsung pendek:

.......... “Definisi mandiri untuk remaja dan orang dewasa adalah kemampuan seseorang untuk bertanggung jawab atas apa yang dilakukan tanpa membebani orang lain” (Pujiastuti, 2014:99) ..........

b. Kutipan Langsung Panjang

Pengutipan langsung yang lebih dari empat baris, dilakukan dengan memisahkan kutipan dengan teks pengutip, jarak antarbaris kutipan satu spasi, kutipan diapit dengan tanda kutip, dan di akhir kutipan diikuti dengan tanda kurung buka, nama singkat pengarang, tahun terbit, nomor halaman tempat kutipan dan diakhiri tanda kurung tutup. Contoh kutipan langsung panjang:

.................................................................................................................................. “Dalam menanamkan kemandirian pada anak, hindarilah perintah dan ultimatum karena dapat membuat anak selalu merasa berada di bawah orang tua dan tidak mempunyai otoritas pribadi. Menanamkan disiplin dan rasa hormat tetap dilatih tanpa harus bersikap galak pada anak. Mengarahkan, mengajar serta berdiskusi dengan anak akan lebih efektif daripada memerintah, apalagi bila perintah tidak didasari dengan alasan yang jelas” (Pujiastuti, 2014:101)

2. Kutipan Tidak Langsung

Kutipan tidak langsung adalah kutipan yang diambil dari salah satu sumber dengan menggunakan gaya bahasa dan pola penyajian ala penulis (Widodo, 2004:11). Pada kutipan tidak langsung ini berarti penulis dapat mengambil inti gagasan yang terdapat dalam sumber, kemudian diperkenankan untuk menggunakan kata-kata atau bahasanya sendiri tetapi tidak mengubah makna pada teks aslinya.

Untuk kutipan tidak langsung, pengutip dapat melakukannya dengan mengintegrasikan kutipan ke dalam teks tanpa memberikan tanda kutip. Spasi kutipan pun mengikuti spasi teks. Sebagaimana kaidah dalam kutipan langsung, kutipan tidak langsung pun diakhiri dengan tanda kurung buka, nama singkat pengarang, tahun terbit, nomor halaman tempat kutipan dan di akhiri tanda kurung tutup. Contoh kutipan tidak langsung:

.......... Berbagai sikap positif yang dapat diberikan orang tua pada anak, seperti: memuji, memberi semangat, memberikan hadiah, sebagal bentuk dukungan terhadap usaha mandiri yang dilakukan anak (Pujiastuti, 2014:101). Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa sikap positif ini merupakan penghargaan atas usaha anak untuk menjadi pribadi mandiri, terlepas dari apakah pada saat itu ia berhasil atau tidak. Perasaan berharga yang ditujukan kepada anak akan membuat rasa kepercayaan diri yang dibutuhkan dalam proses pembelajaran selanjutnya..........

Kutipan langsung dan kutipan tidak langsung adalah dua cara mengutip pendapat, gagasan atau ide dari sumber rujukan dalam karya tulis. Kedua jenis kutipan tersebut bertujuan sama, yaitu meminjam pemikiran orang lain untuk melengkapi tulisan tanpa menghilangkan penghargaan kepada orang yang hasil pemikirannya dipinjam (Rokhmansyah, Rijal, & Purwanti, 2018).

Kedua jenis kutipan tersebut juga memiliki perbedaan, perbedaan utamanya terletak pada bagaimana informasi tersebut disampaikan. Kutipan langsung menyajikan teks asli yang sama persis, sedangkan kutipan tidak langsung menyampaikan kembali gagasan atau ide tersebut dengan kata-kata atau bahasa sendiri penulis.

Dengan membaca dan memahami artikel ini, diharapkan para pembaca (terutama mahasiswa) dapat mengetahui tentang konsep dasar kutipan, fungsi dan tujuan kutipan, jenis-jenis kutipan, dan cara menggunakannya dengan benar dalam penulisan karya ilmiah. Serta diharapkan dapat memahami pentingnya kutipan untuk memperkuat argumennya dan meningkatkan kredibilitas tulisan.

Daftar Pustaka

Akmaluddin., Yakin, N., Sukitno, S. (2019). Buku Ajar Bahasa Indonesia Respnsif Gender. Jakarta: KPPPA bekerja sama dengan UIN Mataram.

Siddik, M., Ilyas, M., Mulawarman, W. G., Hudiyono, Y., Sulistyowati, E. D., Murtadlo, A., ... & Wahyuni, I. (2020). Bahasa Indonesia Akademik. Samarinda: Pusat MPK LP3M Universitas Mulawarman.

Ifnaldi, I. (2021). Bahasa Indonesia untuk Perguruan Tinggi. Bengkulu: Andhra Grafika.

Setiawan, A., Pratama, A., Pratiwi, A. I., Afrina, C., Saputra, M. I. R., Agustina, M., ... & Hafiz, S. (2024). KUTIPAN. Jurnal Intelek Insan Cendikia, 1(10), 6818-6824.

Al Rawali, M. R., Azzahra, M., Sari, J., Fransisco, M., Periani, R., Aryanti, R. D., ... & Setiawan, A. (2024). KUTIPAN. Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara, 1(6), 9690-9695.

Muhammad Badur Kencana Kuning, Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH A. R. FACHRUDDIN