Mengenal Plagiarisme: Langkah-Langkah Menghindari Plagiarisme dalam Karya Ilmiah

Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Muhammadiyah A. R. Fachruddin
·waktu baca 6 menit
Tulisan dari Muhammad Badur Kencana Kuning tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Di era digital saat ini, informasi dapat diakses dan disebarluaskan dengan sangat cepat dan mudah. Kemajuan teknologi memudahkan siapa saja untuk menyalin, menempel, dan menyebarkan karya orang lain hanya dalam hitungan detik. Namun, kemudahan ini juga membawa tantangan serius, salah satunya adalah meningkatnya kasus plagiarisme, terutama di kalangan pelajar, mahasiswa, dan penulis. Karena itu, penting bagi setiap individu untuk memahami arti plagiarisme, jenis-jenis, dan bagaimana cara menghindarinya. Artikel ini akan membahas hal tersebut.
Pengertian Plagiarisme
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, plagiat didefinisikan sebagai pengambilan karangan orang lain dan menjadikannya seolah-olah karangan sendiri. Plagiat adalah tindakan mengambil atau meniru karya orang lain tanpa memberikan kredit yang sesuai dan mengakuinya sebagai karya sendiri. Dalam konteks akademik, ini mencakup penyalinan teks dari sumber eksternal tanpa mengutip, meminjam ide tanpa memberikan referensi, atau menduplikasi pekerjaan orang lain dengan sedikit atau tanpa perubahan yang signifikan. Plagiat adalah suatu bentuk pelanggaran etika akademik yang serius dan dilarang di hampir semua institusi pendidikan tinggi (Stephen, 2022).
Plagiarisme didefinisikan sebagai penggunaan kata-kata atau ide orang lain sebagai milik sendiri, tetapi juga dapat berupa penjiplakan sendiri, atau duplikasi, atau penggunaan kata-kata milik sendiri yang telah dipublikasikan sebelumnya. Tindakan plagiat memiliki dampak dan sanksi yang serius, terutama dalam konteks pendidikan. Plagiat dianggap sebagai tindak pidana dan dapat dikenai sanksi sesuai dengan peraturan yang berlaku, seperti Peraturan Menteri Pendidikan RI No. 17 Tahun 2010 (Chambers, 2019).
Jenis-Jenis Plagiarisme
Menurut Soelistyo (2011) terdapat beberapa jenis plagiarisme, diantaranya yaitu:
1. Plagiarisme Kata demi Kata (Word for word Plagiarism)
Jenis plagiarisme ini banyak dilakukan pada karya ilmiah yaitu dengan karya orang lain kata demi kata tanpa menyebut sumbernya.
2. Plagiarisme atas sumber (Plagiarism of Source)
Penulis menggunakan gagasan orang lain tanpa memberikan pengakuan yang cukup (tanpa menyebutkan sumbernya atau referensinya secara jelas).
3. Plagiarisme Kepengarangan (Plagiarism of Authorship)
Penulis mengakui sebagai pengarang karya tulis karya orang lain. Tindakan ini terjadi atas dasar kesadaran dan motif kesengajaan untuk membohongi publik.
4. Self Plagiarism
Self plagiarism merupakan tindakan mengambil karya sendiri sebagai bagian dari karya yang baru. Plagiarisme jenis ini tergolong menjebak karena biasanya penulis tidak menyadari telah melakukan self plagiarism. Menurut Henry Soelistyo (2011: 21-22) self plagiarism atau auto plagiarism adalah bentuk plagiat dengan melakukan penggandaan, penduplikasian karya sendiri untuk beberapa kepentingan. Misalnya. Seorang mahasiswa yang mengumpulkan tugas dengan karya yang sama pada dua atau lebih mata kuliah yang berbeda.
Faktor-Faktor yang Mendorong Plagiarisme
Disebutkan (Eunice, 2022) bahwa beberapa faktor yang mendorong terjadinya plagiat di perguruan tinggi adalah sebagai berikut:
1. Motivasi untuk mendapatkan nilai akademik yang baik. Contohnya mahaiswa akan lebih cenderung meniru tulisan terdahulu yang memiliki reputasi yang
2. Tekanan Akademik Tinggi. Sebagai contoh mahasiswa sering mengalami tekanan untuk mencapai hasil akademik yang tinggi. Persaingan sengit untuk mendapatkan nilai yang baik dapat mendorong mereka untuk mencari cara cepat, termasuk melakukan plagiat.
3. Kurangnya Pengetahuan tentang Plagiat: Beberapa mahasiswa mungkin tidak sepenuhnya memahami apa yang dianggap sebagai plagiat dan bagaimana cara menghindarinya. Pendidikan yang kurang dalam hal etika akademik dan pengutipan yang tepat dapat menjadi penyebab utama plagiat.
4. Kurangnya Etika Akademik: Terkadang, mahasiswa baru yang belum terbiasa dengan norma-norma dan aturan etika akademik dapat terjerumus ke dalam praktik plagiat tanpa menyadari konsekuensinya.
Langkah-Langkah Menghindari Plagiarisme dalam Menulis Karya Ilmiah
Menurut Masic, I. (2012) menjelaskan beberapa langkah-langkah yang dapat dilakukan penulis dalam menghindari plagiarisme, diantaranya yaitu:
1. Setiap referensi yang dikutip dalam teks harus dimasukkan ke dalam daftar pustaka, dan referensi harus mengakui ide-ide yang dikutip dalam konferensi dan diskusi formal atau informal.
2. Jika kata yang diambil terdiri lebih dari enam kata berurutan, maka tanda kutip harus digunakan.
3. Memproduksi kembali teks atau grafik yang dilindungi hak cipta harus diizinkan oleh penulis atau penerbit yang bersangkutan.
4. Selain itu, perlu diingat bahwa plagiarisme sekarang dapat diidentifikasi secara elektronik, misalkan dengan menggunakan software aplikasi.
5. Menggunakan informasi dari sumber lain membutuhkan parafrase serta ditulis menggunakan kalimat dan gaya penulisan sendiri.
6. Self-plagiarism merupakan jenis plagiarisme yang unik. Penulis harus mempertimbangkan bentuk plagiarisme ini, sebab mengambil dari sumber pribadi juga membutuhkan kutipan.
Peran Parafrase dalam Upaya Menghindari Plagiarisme
Parafrase merupakan strategi yang membawa segudang manfaat bagi penulis, terutama dalam meningkatkan kemampuan membaca dan menulis. Parafrase dan merekontekstualisasi informasi yang diperoleh dari sumber-sumber yang berbeda dapat melatih kemampuan membaca dan menulis secara alami. Proses ini melibatkan pemahaman dan analisis informasi, serta kemampuan untuk mengekspresikan ide-ide dengan bahasa yang jelas dan tepat (Hans, D. M., 2014, Shi, L., Fazel, L, & Kowkabi, N., 2018).
Dalam konteks ini, kita dapat melihat beberapa peran penting dari penggunaan parafrase:
1. Menghindari Plagiarisme
Dengan menggunakan parafrase, penulis dapat menyampaikan ide dan informasi dari sumber yang relevan dengan menggunakan kata-kata mereka sendiri. Dengan demikian, mereka mencegah pengambilan langsung dari sumber tanpa memberikan atribusi yang tepat, yang merupakan bentuk plagiarisme (Perkins et al. 2020).
2. Menghormati Hak Cipta
Schroff, S. (2021) menjelaskan, parafrase yang dilakukan dengan baik juga membantu penulis untuk menghormati hak cipta dan kekayaan intelektual orang lain. Dengan merumuskan kembali ide orang lain dengan kata-kata mereka sendiri, penulis menghindari pelanggaran hak cipta dan memberikan penghargaan yang layak kepada pemilik asli ide tersebut.
3. Meningkatkan Kualitas Artikel
Penggunaan parafrase yang efektif dapat membantu meningkatkan kualitas artikel ilmiah secara keseluruhan. Dengan menyampaikan informasi dengan kata-kata sendiri, penulis memiliki kesempatan untuk mengklarifikasi dan menggambarkan konsep dengan cara yang lebih baik, sesuai dengan tujuan penelitian mereka. Hal ini dapat membantu pembaca memahami argumen yang disampaikan dengan lebih baik (Nurmayanti & Suryadi, 2023).
Plagiarisme adalah persoalan yang tidak bisa dianggap remeh, apalagi di tengah kemajuan teknologi yang memungkinkan siapa saja untuk mengakses, menyalin, dan menyebarluaskan karya dalam hitungan detik. Meski terlihat sepele bagi sebagian orang, tindakan menjiplak tanpa izin atau tanpa mencantumkan sumber yang jelas merupakan pelanggaran etika, hukum, dan moral yang berdampak luas. Dengan memahami dan menghindari plagiarisme, kita turut menjaga integritas dunia ilmu pengetahuan, seni, dan media.
Daftar Pustaka
Lubis, F., Silaban, A. F., Siregar, A. S. A. J., Girsang, A. A., Situmorang, D. N. B., Purba, G. S. A., ... & Devi, T. A. (2023). Analisis pentingnya parafrase pada penulisan artikel ilmiah sebagai upaya menghindari plagiarisme. Jurnal Pendidikan Non Formal, 1(2), 9-9.
Suriyani, A. (2023). Upaya Penanganan Plagiarisme di Institusi Perguruan Tinggi. INDOPEDIA (Jurnal Inovasi Pembelajaran dan Pendidikan), 1(4), 1536-1545.
Sahla, W. A., Mukhlisah, N., Julkawait, J., & Irwansyah, R. (2019). IbM-pelatihan teknik penulisan parafrase untuk skripsi mahasiswa sebagai upaya menghindari plagiarisme. Jurnal Impact: Implementation and Action, 1(2), 162-168.
Shadiqi, M. A. (2019). Memahami dan Mencegah Perilaku Plagiarisme dalam Menulis Karya Ilmiah. Buletin Psikologi, 27(1), 30-42.
Madani, M. U., & Ardianti, R. (2021). Teknik parafrase dalam ketrampilan menulis untuk menghindari plagiarisme. In Prosiding Seminar Nasional Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia (SemNas PBSI)-3 (pp. 343-344). FBS Unimed Press.
Sari, N. P., & Adam, L. N. (2021). Upaya Pencegahan Plagiarisme Dengan Menggunakan Aplikasi Mendeley Dalam Melakukan Penulisan Sitasi Dan Referensi. SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan, 4(3), 586-591.
Muhammad Badur Kencana Kuning, Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH A. R. FACHRUDDIN
