2 Orang Tewas Imbas Ladang Minyak Shaybah Milik Aramco Diserang

Ladang minyak Shaybah milik Aramco diserang pada Rabu (23/10) pagi. Serangan ini dilancarkan menggunakan drone.
Dikutip dari Bloomberg pada Kamis (22/10), Kementerian Energi Arab Saudi menjelaskan bahwa operasional ladang minyak dengan kapasitas produksi hingga 1 juta barel per hari itu tidak terdampak.
Kementerian itu juga menjelaskan drone yang ditembakkan ke ladang minyak Shaybah menargetkan fasilitas pengolahan. Serangan tersebut menyebabkan sebuah kendaraan terbakar di luar area sasaran. Sepekan sebelumnya, Houthi memang sempat menyerang kantor pusat Aramco di Dhahran yang berada di wilayah timur Arab Saudi.
Pada hari yang sama, serangan juga dilakukan ke Bandara Internasional King Fahd di Dammam. Dengan dua serangan tersebut, total tercatat 3 orang tewas sementara 8 orang lainnya saat ini mengalami luka-luka dengan tingkat keparahan mulai dari ringan hingga berat.
Meski demikian, Kelompok pemberontak Houthi yang dalam beberapa bulan terakhir menyerang Arab Saudi dari Yaman belum secara langsung mengeklaim bertanggung jawab atas serangan terbaru tersebut.
Sebelumnya, Houthi berulang kali menargetkan bandara-bandara di Arab Saudi sepanjang bulan ini. Serangan tersebut menewaskan sedikitnya 17 orang di ibu kota Riyadh. Rangkaian serangan itu juga menyebabkan konferensi unggulan Arab Saudi, Future Investment Initiative ditunda hingga tahun depan.
Dengan adanya rentetan serangan, Departemen Luar Negeri Amerika Serikat pada Rabu (21/10) juga sudah mengeluarkan perintah agar pegawai pemerintah AS yang tidak bertugas dalam keadaan darurat beserta anggota keluarga mereka meninggalkan Arab Saudi. Sebelumnya, Kedutaan Besar AS di Riyadh juga mengimbau masyarakat untuk sangat berhati-hati saat menggunakan bandara di kerajaan tersebut menyusul serangan Houthi.
