Kumparan Logo

Analis Ungkap Penyebab Rupiah Terus Melemah

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sejumlah uang kertas pecahan 100.000 rupiah Indonesia difoto di samping uang kertas pecahan 100 dolar AS di sebuah tempat penukaran mata uang di Jakarta, Kamis (4/6/2026). Foto: Yasuyoshi Chiba/AFP
zoom-in-whitePerbesar
Sejumlah uang kertas pecahan 100.000 rupiah Indonesia difoto di samping uang kertas pecahan 100 dolar AS di sebuah tempat penukaran mata uang di Jakarta, Kamis (4/6/2026). Foto: Yasuyoshi Chiba/AFP

Menurut pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, bicara soal penyebab nilai tukar rupiah terus menunjukkan tren pelemahan.

Berdasarkan data Bloomberg pada Senin (8/6) pukul 13.49 WIB, kurs USD/IDR tercatat berada di level Rp 18.200 per dolar AS atau melemah 164 poin (0,91 persen). Kemudian rupiah terus naik ke Rp 18.204 pada pukul 13.50 WIB.

Bahkan menurut Ibrahim, pelemahan rupiah berpotensi menyentuh level Rp 19.000 per dolar AS pada akhir bulan ini.

"Kalau saya lihat dari kondisi saat ini level Rp 19.000 di akhir bulan ini kemungkinan akan tercapai,” ucap Ibrahim dalam keterangannya, Senin (8/6).

instagram embed

Menurut Ibrahim, salah satu faktor utama yang menekan rupiah berasal dari AS. Data ketenagakerjaan AS yang lebih kuat dari perkiraan dinilai membuka peluang bank sentral AS mempertahankan kebijakan suku bunga tinggi lebih lama.

Sementara menurut analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, pelemahan rupiah dalam jangka pendek lebih dipengaruhi penguatan dolar AS pasca-rilis data ketenagakerjaan AS serta meningkatnya tensi geopolitik global.

"Rupiah berpotensi melemah terhadap dolar AS yang menguat tajam setelah data pekerjaan AS yang lebih baik dari perkiraan,” ujarnya