BI Akan Pantau Arus Modal Asing dan Rupiah Imbas Ancaman Standalone Market MSCI

Bank Indonesia (BI) menyatakan terus mencermati dampak pengumuman penyedia indeks global Morgan Stanley Capital International (MSCI).
Lembaga tersebut membuka konsultasi terkait proposal reklasifikasi pasar modal Indonesia dari Emerging Market ke Standalone Market pada Jumat (16/10).
Gubernur BI, Destry Damayanti, menyatakan BI akan mencermati dampak terhadap pasar modal domestik, termasuk tekanan terhadap nilai tukar rupiah dan arus modal asing atau capital outflow.
“Jadi kita tahu memang apa yang terjadi di MSCI tentu menjadi perhatian kita juga. Kami juga melakukan assessment dan memang sempat dua hari juga rupiah mengalami tekanan pada saat itu,” sebut Destry dalam konferensi pers RDG BI, Jakarta Pusat, Rabu (21/10).
Kendati demikian, Destry menyatakan tekanan rupiah tersebut masih dinilai berada dalam batas yang relatif normal, di tengah kondisi pasar regional yang juga kurang kondusif.
“Dan sejauh ini dua hari kemarin makanya kami cukup diskusi secara pahit sekali bagaimana kita menyikapi ini,” tutur Destry.
Katanya, BI juga terus memantau pergerakan arus modal asing setelah pengumuman MSCI. Ia menilai kebijakan yang diambil perlu lebih terarah atau targeted, terutama untuk mendorong aliran modal masuk kembali ke Indonesia guna mengimbangi arus modal keluar.
“Nah jadi kami kemarin juga melihat beberapa concern yang pertama tentu stabilitas itu tetap menjadi prioritas kami. Dalam hal ini bagaimana kita menjaga stabilitas rupiah itu sendiri,” sebut Destry.
