Kumparan Logo

Harga Minyak Dunia Naik, Mendag Waspadai Defisit Migas Gerus Surplus Dagang

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso di Kantor Kemendag, Jakarta Pusat, Selasa (22/9/2026). Foto: Widya Islamiati/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso di Kantor Kemendag, Jakarta Pusat, Selasa (22/9/2026). Foto: Widya Islamiati/kumparan

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mewaspadai kenaikan harga minyak dunia kembali memperbesar defisit perdagangan sektor minyak dan gas (migas), sehingga dapat menggerus surplus neraca perdagangan Indonesia.

Dengan demikian, menurut dia, pemerintah berupaya menjaga agar defisit migas tidak terlalu besar, sembari terus mendorong peningkatan ekspor untuk memperkuat surplus perdagangan nonmigas.

“Jangan sampai defisit minyak ini nanti mempengaruhi surplusnya non-migas. Jadi yang migas jangan terlalu besar defisitnya,” kata Budi di Kantor Kemendag, Jakarta Pusat, Selasa (22/9).

Dikutip dari Reuters, harga minyak turun pada perdagangan Selasa (22/9) setelah Iran mengatakan dapat membuka kembali Selat Hormuz dalam waktu tujuh hari. Pernyataan tersebut meredakan kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pengiriman minyak global melalui jalur strategis tersebut.

instagram embed

Kontrak berjangka minyak mentah Brent untuk pengiriman November turun 89 sen atau 0,89 persen menjadi USD 99,45 per barel pada pukul 16.32 WIB. Sementara itu, kontrak minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Oktober yang berakhir pada Selasa turun USD 1,09 atau 1,14 persen menjadi USD 94,69 per barel.

Angka tersebut naik dari harga minyak pada Selasa (1/9) lalu. Dikutip dari Bloomberg, West Texas Intermediate saat itu berada di USD 90,22 per barel sementara Brent untuk penyelesaian November pada posisi USD 94,65 per barel.

“Yang kita lakukan adalah bagaimana ekspor kita terus meningkat. Kalau misalnya peningkatan surplusnya gak signifikan, ya takutnya nanti defisit lagi,” jelasnya.

Salah satu upaya pemerintah untuk mendorong ekspor dilakukan melalui Trade Expo Indonesia (TEI) yang akan digelar pada 14-18 Oktober 2026. Mendag berharap tingginya minat buyer dapat membuka peluang peningkatan transaksi ekspor Indonesia.