OJK Sebut Investor Mulai Borong Saham Murah Setelah IHSG Menguat
·waktu baca 2 menit

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam beberapa waktu terakhir didorong oleh mulai pulihnya kepercayaan investor terhadap pasar modal domestik.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, mengatakan salah satu faktor yang menopang penguatan pasar adalah mulai terealisasinya aksi pembelian kembali saham (buyback) oleh sejumlah emiten.
"Kita mengindikasikan sudah mulai dari komitmen dan rencana proposal buyback yang sudah masuk secara bertahap memang kita lihat sudah mulai terealisasi di pasar," kata Hasan, saat ditemui awak media di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (17/6).
Meski demikian, Hasan bilang penguatan IHSG tidak semata-mata dipengaruhi oleh aksi buyback. Menurutnya, perubahan persepsi investor terhadap harga saham yang sebelumnya mengalami penurunan juga menjadi faktor penting.
"Juga disebabkan oleh faktor-faktor lain yang semula mungkin mempengaruhi persepsi dari investor pada saat mempraising harga-harga saham yang memang sudah mengalami penurunan yang signifikan," katanya.
Hasan menilai kondisi tersebut membuat investor mulai lihat peluang untuk kembali masuk ke pasar dan mengoleksi saham-saham berfundamental baik yang sebelumnya terkoreksi cukup dalam.
Menurut Hasan, pergerakan pasar dalam satu hingga dua pekan ke depan bakal menunjukkan sinyal pembalikan arah.
"Saya lihat mengalami pembalikan ya di 1-2 minggu ini," kata ia.
Selain itu, OJK juga akan mendorong kembalinya partisipasi investor asing yang hingga kini masih membukukan posisi jual bersih (net sell) secara tahunan.
"Tentu kita secara bertahap ingin mengundang kembali partisipasi asing itu baik melalui active fund terutama kalau kita lihat kan setiap hari sekarang tidak hanya aksi jual gitu ya tapi setiap hari masih saja ada yang juga asing mencatatkan posisi beli," jelasnya.
Dia mengakui secara akumulatif sejak awal tahun investor asing masih mencatatkan net sell di pasar saham RI. Namun, OJK optimistis langkah-langkah perbaikan yang dilakukan bisa membantu memulihkan kepercayaan investor global.
"Hanya memang secara umum year to date ini kan kita masih mencatat posisi net sale dari investor asing. Nah tentu dengan perbaikan transparansi nanti kita harapkan akseptansi atas upaya reform kita nanti akan terkonfirmasi," imbuh Hasan.
