Kumparan Logo

Pertamina Trans Kontinental Catatkan Laba Bersih Rp 1,32 T Sepanjang 2025

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kapal tanker milik PT Pertamina Trans Kontinental (TRANSKO) berlabuh di dermaga Kilang Pertamina Internasional (KPI) Unit Cilacap. Foto: Idhad Zakaria/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Kapal tanker milik PT Pertamina Trans Kontinental (TRANSKO) berlabuh di dermaga Kilang Pertamina Internasional (KPI) Unit Cilacap. Foto: Idhad Zakaria/ANTARA FOTO

Anak usaha PT Pertamina International Shipping, PT Pertamina Trans Kontinental (PTK), mencatatkan laba bersih sebesar Rp 1,32 triliun meningkat dibandingkan Rp 1,08 triliun pada 2024 dan Rp 1,05 triliun pada 2023.

Plt Direktur Utama PTK, Eko Cahyadi, membeberkan dari sisi pendapatan, PTK membukukan pertumbuhan pendapatan operasional menjadi Rp 8,39 triliun pada 2025 dari Rp 7,56 triliun pada 2024 dan Rp 6,75 triliun pada 2023.

“Di NPAT, net profit after tax kita di 2025 itu di Rp 1,32 triliun. Ini tumbuh sebesar 22,88 persen dari tahun sebelumnya. Jadi kita lihat secara revenue atau pendapatan di top line-nya kita naik sekitar 11 persen, tapi secara bottom line, di net profit after tax kita naik jauh lebih tinggi lagi, 23 persen,” kata Eko di Kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (25/6).

Target Laba 2026 Turun, Perang Iran-Israel Penyebabnya

Plt Direktur Utama Pertamina Trans Kontinental, Eko Cahyadi di Kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (25/6/2026). Foto: Widya Islamiati/kumparan

Eko menjelaskan, untuk tahun 2026 PTK menargetkan laba bersih sebesar Rp 1,04 triliun. Manajemen berharap realisasi laba bersih tahun ini dapat mencapai bahkan melampaui target tersebut.

Dia menjelaskan target laba bersih tersebut telah disesuaikan dengan kondisi global terkini yang penuh ketidakpastian. Dengan mempertimbangkan tekanan dari harga minyak dan nilai tukar, perusahaan setidaknya berupaya mempertahankan laba bersih di atas Rp 1 triliun.

“2026 karena ini sangat challenging, kondisi geopolitik yang sangat dinamis, terutama karena perang di Iran, antara Amerika Israel dengan Iran. di 2026 ini kita coba achieve di titik Rp 1.040 triliun, semoga bisa lebih dari itu,” jelasnya.