Kumparan Logo

PLN Sebut Swasta Bakal Garap Lebih dari 260 Proyek PLTA dan PLTM

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pemandangan matahari terbenanm di PLTA Jatigede, Sumedang, Jawa Barat, Selasa (3/9). Foto: Argya D. Maheswara/Kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Pemandangan matahari terbenanm di PLTA Jatigede, Sumedang, Jawa Barat, Selasa (3/9). Foto: Argya D. Maheswara/Kumparan

Pengembang listrik swasta atau Independent Power Producer (IPP) akan menggarap banyak proyek pembangkit listrik tenaga air (PLTA) dan pembangkit listrik tenaga minihidro (PLTM), yang tercantum dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034.

Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan PT PLN (Persero), Suroso Isnandar, mengatakan dari total 315 proyek PLTA dan PLTM dengan kapasitas mencapai 11,7 gigawatt (GW) sekitar 262 proyek akan dikerjakan oleh IPP.

“IPP akan memegang peran yang sangat besar Lebih besar dari peran PLN maupun subholding,” ucap Suroso dalam acara Indonesia Hydropower Summit 2026 di Kantor PLN, Jakarta Selatan, Rabu (5/8).

Suroso merinci, untuk proyek PLTA, IPP akan mengembangkan 48 proyek dengan total kapasitas 9.441 megawatt (MW). Sementara itu, pada segmen PLTM berkapasitas di bawah 30 MW, pengembang swasta akan menggarap 214 proyek dengan total kapasitas 1.110 MW.

“Artinya IPP sendiri mencapai porsi dari proyeknya lebih dari berarti 260 proyek,” lanjut Suroso.

Sementara itu, porsi yang dikerjakan PLN relatif lebih kecil, yakni tujuh proyek PLTA berkapasitas 361 MW serta 20 proyek mikrohidro dan minihidro dengan kapasitas 51 MW. Adapun proyek yang dikelola subholding PLN mencakup PLTA berkapasitas sekitar 700 MW dan proyek mikrohidro berkapasitas 28 MW.

“Di situ kita lihat bahwa peran (IPP) menjadi sangat penting dalam pengembangan pembangunan pembangkit hidro ini,” sebut Suroso.

Suroso mengatakan, PLN berperan sebagai enabler dengan menyiapkan jaringan transmisi dan infrastruktur kelistrikan yang dibutuhkan agar daya listrik dari pembangkit-pembangkit tersebut dapat disalurkan ke sistem.1