Kumparan Logo

Populer: Penyebab IHSG Anjlok; Singapura Mau Impor Listrik dari Vietnam

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi gedung perkantoran di Singapura. Foto: harhar38/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi gedung perkantoran di Singapura. Foto: harhar38/Shutterstock

Singapura berencana mengimpor listrik dari Vietnam. Kabar ini jadi salah satu berita populer di kumparanBISNIS, Minggu (1/11).

Berita lainnya yang ramai dibaca, soal Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkap penyebab anjloknya IHSG. Berikut rangkumannya.

Singapura Mau Impor Listrik dari Vietnam

Singapura berencana mengimpor listrik sebesar 1,3 gigawatt (GW) dari Vietnam. Nantinya, impor tersebut akan dilakukan via Malaysia.

Dikutip dari laman resmi Energy Market Authority (EMA), saat ini EMA juga sudah memberi persetujuan bersyarat kepada salah satu perusahaan Singapura untuk melakukan impor tersebut.

“Energy Market Authority (EMA) Singapura telah memberikan persetujuan bersyarat (Conditional Approval) kepada Sembcorp Utilities Pte Ltd (SCU) untuk mengimpor listrik dengan total kapasitas 1,3 gigawatt (GW) ke Singapura,” tulis keterangan EMA dikutip Minggu (1/11).

IHSG Anjlok Bukan Cuma karena MSCI

OJK menilai tekanan terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepanjang 2026 tidak hanya disebabkan oleh isu potensi penurunan status pasar modal Indonesia oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI).

Kepala Departemen Pengaturan dan Pengembangan Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Agus Firmansyah, menilai isu MSCI bukan satu-satunya faktor yang menekan pasar saham domestik. Menurutnya, kondisi pasar keuangan global sepanjang tahun ini juga turut memberikan tekanan terhadap IHSG.

Salah satunya berasal dari kebijakan suku bunga bank sentral dunia, termasuk Federal Reserve (The Fed) yang mempertahankan suku bunga pada level relatif tinggi atau higher for longer.

Selain kebijakan moneter AS, ketegangan geopolitik antara Iran, AS, dan negara-negara sekutunya juga menjadi faktor yang menambah tekanan terhadap pasar keuangan.