Prabowo Klaim Pendapatan Danantara Melonjak 400% Sejak Setahun Beroperasi

Presiden Prabowo Subianto mengatakan pendapatan atau revenue dari Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara meningkat sekitar 400 persen dalam satu tahun beroperasi. Ini ia ungkapkan dalam sambutannya di Peluncuran Buku Bahlil Lahadalia di Jakarta, Jumat (7/8).
“Dalam satu tahun beroperasi, Danantara kita, saya dapat laporan bahwa revenue penghasilan dari Danantara sudah naik 400 persen, kurang lebih,” ucap Prabowo dalam sambutannya di Djakarta Theatre, Jakarta, Jumat (7/8).
Meski demikian, Prabowo menegaskan capaian tersebut masih perlu diaudit dan diverifikasi lebih lanjut.
“Ini terus harus kita audit, terus harus kita cek, tapi kalau pub tidak 400 persen, 300 persen, atau 200 ini signifikan, peningkatan signifikan,” tutur Prabowo.
Menurutnya, hal ini menunjukkan adanya hasil nyata yang berhasil diraih Danantara dalam satu tahun pertama operasionalnya. “Dalam satu tahun kerja, sudah prestasi-prestasi kita real,” ucapnya.
Sebelumnya, Prabowo juga mengatakan aset Danantara menjadi yang terbesar keenam di dunia dengan total aset kelolaan mencapai USD 1.000 miliar.
Menurutnya, jika dibandingkan dengan sejumlah negara lain, posisi Indonesia bahkan sudah berada di peringkat lima besar dunia.
“Aset yang kita kelola sekarang 1.000 miliar dolar aset. Saudara-saudara, kita sekarang ya satu dua tiga kelima, kalau di sini kita kelima di dunia,” kata Prabowo dalam Peresmian 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Nganjuk, Jawa Timur, dikutip Jumat (7/8).
Prabowo pun membandingkan sejumlah aset sovereign wealth fund negara lain yang telah lebih dahulu berdiri, seperti Abu Dhabi yang dibentuk pada 1976, China pada 1997 dan 2007 melalui CIC, serta Norwegia pada 1990 yang hingga kini menjadi badan pengelola investasi terbesar di dunia.
