Kumparan Logo

Pramono Buka Opsi Obligasi-Dukungan Danantara untuk Pengembangan LRT

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Suasana peresmian LRT Jakarta lintas Kelapa Gading-Manggarai di Stasiun LRT Manggarai, Jakarta, Rabu (16/9/2026). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Suasana peresmian LRT Jakarta lintas Kelapa Gading-Manggarai di Stasiun LRT Manggarai, Jakarta, Rabu (16/9/2026). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, membuka beberapa skema pendanaan alternatif untuk pengembangan LRT Jakarta. Pramono membuka opsi obligasi sampai dukungan Danantara.

Pengembangan yang akan dilakukan dalam waktu dekat adalah memperpanjang LRT Jakarta dari Manggarai sampai Dukuh Atas. Rencana ini membutuhkan anggaran sebesar Rp 2,7 triliun dan akan dimulai tahun depan.

“Jadi intinya bisa dari obligasi, bisa dari APBD, bisa juga dari Danantara,” kata Pramono ditemui di Stasiun LRT Jakarta Manggarai usai peresmian pada Rabu (16/9).

Pramono juga sudah mendapat dukungan Presiden Prabowo untuk mengembangkan LRT Jakarta sampai dengan Jakarta International Stadium (JIS) sebagai perpanjangan dari Kelapa Gading. Jika hal itu terwujud, Pramono melihat konektivitas Jakarta Utara, Jakarta Selatan dan Jakarta Timur sudah terhubung.

Sementara untuk Jakarta bagian barat, Pramono menjelaskan daerah tersebut nantinya akan dihubungkan dengan MRT Jakarta lintas Barat-Timur yang juga akan segera di groundbreaking.

“LRT Jakarta di bagian tengahnya sudah terhubung dari Utara, Timur, Selatan kemudian sampai dengan Pusat memang orang banyak menanyakan bagaimana dengan Jakarta Barat untuk LRT sedangkan untuk Jakarta Barat kita akan kembangkan yang dari Barat ke Timur menggunakan MRT, tahun ini mudah-mudahan bisa di ground breaking oleh Presiden Prabowo,” ujarnya.

Terkait dukungan Danantara terhadap pengembangan LRT Jakarta, hal itu juga sudah direspons oleh Presiden Prabowo. Menurut Prabowo, Danantara memang wajib membantu.

Hal ini karena Prabowo melihat DKI merupakan daerah yang tidak hanya ditempati atau menjadi milik orang yang tinggal di DKI melainkan juga kawasan di sekitarnya.

“Dan tadi ada sedikit harapan ya dari gubernur, Danantara untuk ikut dibantu, saya kira Danantara antara wajib membantu. Karena DKI bukan hanya milik orang yang tinggal di DKI, DKI milik seluruh bangsa,” kata Prabowo.