Purbaya Akui Pendapatan Kelas Menengah Turun, Siapkan Strategi Genjot Ekonomi

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengakui kondisi masyarakat kelas menengah di Indonesia saat ini sedang tertekan karena pendapatan turun.
Menurut Purbaya, pemerintah mengantisipasi kondisi ini dengan mempercepat pertumbuhan ekonomi.
"Cuma kan pertanyaannya sekarang, kelas menengah enggak dapat (subsidi). Gitu kan? Kelas menengah pendapatannya turun. Itulah makanya kita ciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat," ujar Purbaya dalam gelaran Sarasehan 100 Ekonom di Grand Ballroom Kempinski, Jakarta, Kamis (3/9).
Pemerintah juga menggelontorkan anggaran subsidi dalam jumlah besar untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.
“Untuk subsidi BBM aja kita keluarkan Rp 500 triliun lebih, subsidi non-BBM tuh hampir sama, Rp 540 triliun untuk pendidikan dan lain-lain. Jadi subsidi dari pemerintah cukup besar," jelas Purbaya.
"Pemerintah tidak pernah melupakan, masyarakat membutuhkan,” sambung Purbaya.
Kelompok masyarakat kelas menengah saat ini tidak tersentuh oleh skema bantuan tersebut sehingga pendapatan mereka menurun. Ia pun menilai solusi utamanya bukanlah pemberian subsidi, melainkan percepatan pertumbuhan ekonomi nasional.
“Kan selama ini pertumbuhan ekonomi kita di bawah 5 (persen) rata-rata ya. Kalau di bawah 5 (persen) itu terjadilah deindustrialisasi dan lain-lain kan. Akibatnya penciptaan lapangan kerja formal kurang,” sebut Purbaya.
Katanya, untuk memulihkan kondisi ekonomi kelas menengah serta mencetak kelompok masyarakat menengah baru, laju pertumbuhan ekonomi perlu didorong hingga melampaui rentang 6 hingga 6,5 persen secara bertahap.
“Makanya ketika Pak Presiden Prabowo bilang (pertumbuhan ekonomi) 8 (persen), wah saya setuju dah 8 (persen) cepatnya. Tentunya kita capai secara bertahap. Tujuannya apa? Kita tuh bisa menciptakan lapangan kerja formal yang persenambuhan, kalau tumbuhnya di atas 6,5 (persen) lah,” jelas Purbaya.
Selain itu, Purbaya menyebut langkah pemulihan kelas menengah juga bakal ditopang oleh percepatan transformasi ekonomi menuju sektor manufaktur melalui program hilirisasi.
“Sekarang kita akan coba hidupkan dengan macam-macam program termasuk hilirisasi. Jadi ke depan mungkin setahun dua tahun, kita akan harapkan masyarakat menengah kita semakin tumbuh lagi,” imbuh Purbaya.
