Kumparan Logo

Purbaya Sebut AS Tiru Langkah RI Buyback Surat Utang

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjawab pertanyaan wartawan saat konferensi pers di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (5/8/2026). Foto: Bayu Pratama S/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjawab pertanyaan wartawan saat konferensi pers di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (5/8/2026). Foto: Bayu Pratama S/ANTARA FOTO

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai langkah pemerintah Amerika Serikat (AS) memperbesar pembelian kembali (buyback) surat utang merupakan kebijakan yang sejalan dengan RI untuk menjaga likuiditas di sistem perekonomian.

"Memang standar internasional, mungkin Amerika niru kita juga tuh, nah berhasil dia ikut. Tapi jelas concern-nya sama, dia akan melakukan itu untuk menambah likuiditas di sistem perekonomian,” ujar Purbaya kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Kamis (20/8).

Purbaya mengatakan, pemerintah bakal mengambil berbagai strategi untuk menjaga kondisi likuiditas ketika terjadi gangguan di pasar keuangan.

"Jadi kalau pemerintah melihat di mana-mana ya, likuiditasnya terganggu, dia akan melakukan segala cara yang halal, yang bisa dilakukan, untuk memastikan ekonominya tidak terganggu,” katanya.

Menurut Purbaya, kebijakan Indonesia dan AS memiliki tujuan yang sama dalam menjaga likuiditas, meskipun Indonesia telah lebih dahulu menerapkan kebijakan tersebut.

"Jadi yang kita lakukan sama dengan Amerika lakukan, dalam hal ini kita lebih duluan, mungkin Amerika nyontek,” sebut dia.

Adapun, Indonesia telah menjalankan kebijakan buyback surat utang melalui skema Bond Stabilization sejak Mei 2026. Saat itu, Kementerian Keuangan melakukan pembelian kembali Surat Berharga Negara (SBN) yang dilepas investor asing senilai Rp 600 miliar.

instagram embed

AS Perbesar Buyback Surat Utang Jangka Panjang

Mengutip Reuters pada Kamis (20/8), Departemen Keuangan AS mengumumkan memperbesar nilai buyback surat utang negara bertenor panjang. Keputusan ini diambil usai aksi jual besar-besaran di pasar obligasi mendorong kenaikan imbal hasil atau yield Treasury AS.

Departemen Keuangan AS akan menggandakan nilai buyback surat utang Treasury bertenor 10 hingga 30 tahun menjadi sedikitnya USD 4 miliar dalam setiap operasi. Sebelumnya, nilai pembelian kembali yang direncanakan sebesar USD 2 miliar.

Kebijakan tersebut berlaku mulai 9 September hingga 4 November 2026 untuk dua kelompok tenor, yakni surat utang bertenor 10-20 tahun dan 20-30 tahun.

Pada Selasa (18/8), yield Treasury 30 tahun sempat mencapai 5,34 persen, level tertinggi dalam 19 tahun. Setelah pengumuman Departemen Keuangan AS, yield tersebut turun dan terakhir berada di sekitar 5,184 persen.