Yogyakarta, Aku Datang Membawa Haru

Asisten Redaktur kumparanBisnis. Menulis dan editing konten isu ekonomi dan bisnis. Membuat konten Multichannel.
Tulisan dari Muhammad Darisman tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Terhanyut aku akan nostalgia
Saat kita sering luangkan waktu
Nikmati bersama
Suasana Jogja
Ramai kaki lima
Menjajakan sajian khas berselera
Orang duduk bersila
Musisi jalanan mulai beraksi
Berawal dari lagu berjudul "Yogyakarta" oleh Kla Project ini, aku semakin berkhayal suatu hari benar-benar merasakan suasana Yogya nan ramah itu.
Tapi kala itu, ya sebagai mahasiswa daerah nan hidupnya serba pas-pasan, kadang bisa nongkrong, bisa ngopi, ngerokok, bisa makan ueenak saja ya sudah mewah. Boro-boro mau nyeberang pulau buat menghirup udara Yogya.
Alhasil, aku hanya bisa membayang-bayangkan kota nan kaya kesenian itu lewat cerita orang-orang, dan kadang sesekali terdengar di lirik lagu, atau tak sengaja diambil jadi latar cerita novel yang sempat kubaca.
Lebih dari itu, ya sekadar mengintip (sambil ngiler) foto-foto tempatnya nan indah dari Mbah Google.
Semakin lama, mimpi menapaki Jogja selalu menghantuiku. Dan kebetulan, ketika menjadi mahasiswa akhir yang tidak mengambil mata kuliah lagi, membuatku jadi preman kampus yang kurang kerjaan. Mendadak saja aku menjadi penulis lepas di koran-koran lokal. Jadi bisalah nabung sedikit demi sedikit. Hehehe.
Singkat cerita, secara sudah adalah sedikit modal nekatku untuk mewujudkan keinginan sederhana itu.
Cari-cari informasi, wah ternyata masih terlalu nekat modalku untuk berangkat. Bahkan untuk beberapa hari saja mengecap aroma pagi Yogya masih jauh panggang dari api.
Maju terus pantang mundur, hingga akhirnya jodoh bertemu juga. Enggak sengaja buka Tiket.com, cari-cari informasi tiket Padang-Yogya.

Dan ternyata, dengan #tiketkemanapun, aku bisa mendapatkan tiket pulang pergi, dan bahkan masih sisa banyak, bahkan bisa untuk mendapatkan hotel yang bagus juga melalui Tiket.com.
Akhirnya, tak cukup kata untuk menceritakan kebahagianku selama di sana. Malioboro, I am here, hold me!
Biarlah lewat lagu mereka ini kuwakilkan. Kata Om Iwan, "Mimpi di Parangtritis".
Bagaimana rasanya hariku, kurang lebih lagu Ebiet G Ade ini bisa menyampaikan.
Seperti angin, lembut menyusup jiwa
Aku terpejam, kuhirup nafas dalam
di gerbang kotaku, Yogyakarta
Hari ini aku pulang, hari ini aku datang
bawa rindu, bawa haru, bawa harap-harap cemas.
Setiap sudutmu menyimpan derapku, Yogyakarta
Setiap sudutmu menyimpan langkahku, Yogyakarta
Terima kasih Tiket.com, mimpiku sempurna!
