Konten dari Pengguna

Cegah Stunting Sejak Dini, Mahasiswa KKN UMSURA Gelar Penyuluhan MP-ASI Optimal

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Muhammad Faiq Razka Wibowo tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Foto Mahasiswa KKN Saat Melakukan Penyuluhan Pencegahan Stuning  (Sumber: Potret Tim Dokumentasi KKN UMSura Kelompok 28)
zoom-in-whitePerbesar
Foto Mahasiswa KKN Saat Melakukan Penyuluhan Pencegahan Stuning  (Sumber: Potret Tim Dokumentasi KKN UMSura Kelompok 28)

Gresik, 13 Juli 2026 -- Oleh : Kelompok KKN 28 Universitas Muhammadiyah Surabaya

Kegiatan tersebut ditujukan terutama kepada ibu yang memiliki balita. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN berupaya memberikan pemahaman kepada para ibu mengenai pentingnya pemenuhan kebutuhan gizi anak sejak dini. Pemberian makanan yang tepat dan bergizi menjadi salah satu hal penting yang perlu diperhatikan oleh orang tua karena masa balita merupakan periode pertumbuhan dan perkembangan yang membutuhkan asupan gizi yang cukup dan seimbang.

Stunting merupakan salah satu permasalahan kesehatan yang dapat berdampak terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak. Kondisi tersebut tidak hanya berkaitan dengan tinggi badan anak yang lebih rendah dibandingkan standar usianya, tetapi juga dapat memengaruhi perkembangan dan kualitas kesehatan anak dalam jangka panjang. Oleh karena itu, pencegahan stunting perlu dilakukan sejak dini melalui berbagai upaya, salah satunya dengan memastikan terpenuhinya kebutuhan gizi anak sesuai dengan usia dan tahap pertumbuhannya.

Dalam penyuluhan tersebut, mahasiswa KKN menjelaskan mengenai pengertian stunting, faktor-faktor yang dapat berkontribusi terhadap terjadinya stunting, serta pentingnya peran orang tua dalam memenuhi kebutuhan gizi balita. Salah satu fokus utama yang disampaikan adalah pemberian MPASI yang sesuai dengan usia anak. MPASI diberikan sebagai makanan pendamping ASI ketika kebutuhan energi dan zat gizi anak mulai meningkat sehingga tidak lagi cukup hanya dipenuhi melalui ASI.

Desain Pamflet Posyandu yang digunakan Mahasiswa KKN untuk melakukan Penyuluhan (Sumber : Desain Tim Dokumentasi KKN UMSura Kelompok 28)

Mahasiswa KKN memberikan pemahaman bahwa MPASI yang diberikan kepada balita perlu memperhatikan kualitas dan kandungan gizinya. Makanan yang diberikan sebaiknya memiliki komposisi yang beragam dan mengandung zat gizi yang dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan anak. Para ibu juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya memberikan makanan dengan sumber karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral dalam jumlah yang sesuai dengan kebutuhan anak.

Selain membahas kandungan gizi, penyuluhan juga mengenalkan konsep “Isi Piringku Balita” sebagai salah satu cara sederhana untuk membantu orang tua dalam menyiapkan makanan bagi anak. Konsep tersebut dapat menjadi panduan bagi orang tua untuk menyediakan makanan yang lebih beragam dan seimbang. Dengan memperhatikan variasi makanan yang diberikan, kebutuhan gizi balita diharapkan dapat terpenuhi secara lebih optimal.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN juga menyampaikan bahwa pemberian MPASI perlu disesuaikan dengan usia dan kemampuan anak. Tekstur, jumlah, serta frekuensi pemberian makanan perlu diperhatikan agar makanan yang diberikan dapat diterima oleh anak dengan baik. Orang tua juga perlu memperhatikan respons anak terhadap makanan serta memberikan makanan secara sabar dan tidak memaksa.

Penyuluhan berlangsung secara interaktif. Para ibu diberikan kesempatan untuk menyampaikan berbagai pertanyaan dan permasalahan yang sering dihadapi dalam pemberian MPASI di rumah. Beberapa permasalahan yang disampaikan seperti pemberian abon pada balita usia 8 bulan, makanan yang menyebabkan anak sembelit, bagaimana aturan penggunaan garam gula untuk balita, serta beberapa ibu berfikir bahwa protein hewani tidak penting dalam menu MPASI anak mereka.

Melalui sesi diskusi tersebut, mahasiswa KKN memberikan penjelasan dengan bahasa yang sederhana agar informasi dapat lebih mudah dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Para ibu juga diajak untuk tidak hanya memperhatikan jumlah makanan yang dikonsumsi anak, tetapi juga memperhatikan kualitas dan keberagaman makanan yang diberikan.

Foto Mahasiswa KKN Saat Melakukan pendampingan dalam pelaksanaan kegiatan Posyandu  (Sumber: Potret Tim Dokumentasi KKN UMSura Kelompok 28)

MAHASISWA KKN MELAKUKAN PENDAMPINGAN DALAM PELAKSANAAN KEGIATAN POSYANDU

Selain kegiatan penyuluhan, mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Surabaya turut melakukan pendampingan dalam pelaksanaan kegiatan Posyandu di Desa Gempol Kurung. Pendampingan tersebut dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan pelayanan kesehatan masyarakat, khususnya dalam pemantauan pertumbuhan dan kesehatan ibu serta balita.

Dalam kegiatan Posyandu, mahasiswa membantu proses pengukuran antropometri balita, meliputi berat badan, tinggi badan, lingkar kepala, serta lingkar lengan atas (LiLA). Pengukuran tersebut merupakan bagian dari pemantauan pertumbuhan dan status gizi balita. Dengan melakukan pemantauan secara rutin, perubahan pertumbuhan anak dapat diketahui dan menjadi perhatian apabila terdapat kondisi yang perlu ditindaklanjuti.

Mahasiswa juga membantu melakukan pengukuran berat badan dan tekanan darah pada ibu yang mengikuti kegiatan Posyandu. Kegiatan tersebut dilakukan bersama dengan kader Posyandu sebagai bagian dari upaya mendukung pemantauan kesehatan masyarakat. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa turut membantu proses pelayanan sesuai dengan arahan dan prosedur yang berlaku.

Kegiatan Posyandu tidak hanya menjadi tempat untuk melakukan pengukuran, tetapi juga menjadi sarana penting bagi masyarakat untuk memperoleh informasi mengenai kesehatan ibu dan anak. Melalui kegiatan Posyandu yang dilakukan secara rutin, orang tua dapat memantau pertumbuhan anak serta memperoleh informasi yang berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan kesehatan dan gizi balita.

Pendampingan yang dilakukan mahasiswa KKN diharapkan dapat membantu kelancaran pelaksanaan kegiatan Posyandu sekaligus memberikan pengalaman bagi mahasiswa untuk berinteraksi secara langsung dengan masyarakat. Kegiatan ini juga menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk menerapkan pengetahuan yang telah diperoleh selama perkuliahan dalam lingkungan masyarakat.

Selain itu diharapkan juga kegiatan serupa dapat terus mendukung masyarakat dalam meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan ibu dan anak. Dengan adanya sinergi antara mahasiswa, kader Posyandu, tenaga kesehatan, dan masyarakat, upaya pemantauan pertumbuhan serta pemenuhan kebutuhan gizi balita dapat dilakukan secara berkelanjutan. Pada akhirnya, perhatian terhadap kesehatan dan gizi sejak masa balita diharapkan dapat mendukung pertumbuhan serta perkembangan anak secara optimal dan membantu mewujudkan generasi yang sehat dan berkualitas