Konten dari Pengguna

Mahasiswa KKN UMSurabaya Edukasi Bahaya Narkoba pada Remaja Sejak Dini

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Muhammad Faiq Razka Wibowo tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Foto Bersama Peserta Sosialisasi Anti Narkoba di SMP Sunan Ampel Menganti (Sumber : Tim Dokumentasi Kelompok 28 KKN UMSURA)
zoom-in-whitePerbesar
Foto Bersama Peserta Sosialisasi Anti Narkoba di SMP Sunan Ampel Menganti (Sumber : Tim Dokumentasi Kelompok 28 KKN UMSURA)

Gresik, 20 Juli 2026 – Oleh : Kelompok KKN 28 Universitas Muhammadiyah Surabaya

Kegiatan tersebut ditujukan kepada siswa kelas VII SMP Sunan Ampel Menganti. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN berupaya membangun pemahaman sejak dini kepada para pelajar mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba. Pemberian edukasi yang tepat sejak usia remaja menjadi salah satu hal penting yang perlu diperhatikan, karena masa remaja merupakan periode pencarian jati diri yang rentan terhadap pengaruh lingkungan dan pergaulan.

Penyalahgunaan narkoba merupakan salah satu permasalahan kesehatan sekaligus sosial yang masih menjadi perhatian di berbagai daerah di Indonesia. Dampak yang ditimbulkan tidak hanya berkaitan dengan kondisi kesehatan fisik, tetapi juga dapat memengaruhi perkembangan mental, prestasi belajar, hubungan keluarga, serta masa depan generasi muda dalam jangka panjang. Remaja menjadi kelompok yang rentan terhadap penyalahgunaan narkoba karena memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, mudah terpengaruh oleh tekanan pertemanan, dan seringkali belum memahami risiko jangka panjang dari zat-zat berbahaya tersebut.

Berdasarkan hasil observasi dan wawancara selama pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Gempol Kurung, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, ditemukan bahwa penyalahgunaan narkoba masih menjadi salah satu permasalahan yang mendapat perhatian dari pemerintah desa dan masyarakat. Mengingat di Desa Gempol Kurung belum terdapat Sekolah Menengah Pertama (SMP), kegiatan sosialisasi kemudian dilaksanakan di SMP Sunan Ampel yang berada di desa tetangga sebagai sekolah tempat belajar sebagian remaja Desa Gempol Kurung.

Foto Pemaparan Materi Sosialisasi Anti Narkoba di SMP Sunan Ampel Menganti (Sumber : Tim Dokumentasi Kelompok 28 KKN UMSURA)

Dalam sosialisasi tersebut, mahasiswa KKN terlebih dahulu menjelaskan mengenai pengertian narkoba atau yang biasa disebut NAPZA, yaitu singkatan dari Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif lainnya. NAPZA merupakan segala zat yang dapat memengaruhi kerja sistem saraf pusat, yaitu otak dan sumsum tulang belakang, sehingga mengubah pikiran, perasaan, suasana hati, dan perilaku seseorang yang mengonsumsinya.

Selanjutnya, mahasiswa KKN mengenalkan jenis-jenis narkoba yang perlu diwaspadai oleh para siswa. Kelompok narkotika, seperti heroin, morfin, lcoh, dan kokain, bekerja secara instan memengaruhi otak sehingga menimbulkan kecanduan yang parah. Kelompok psikotropika, seperti ekstasi dan sabu-sabu, seringkali disalahgunakan remaja karena dianggap dapat menenangkan diri, padahal justru dapat memicu lcoho dan hilangnya kendali diri. Sementara itu, kelompok zat adiktif, seperti lem, lcohol, dan rokok, merupakan produk yang mudah ditemukan di sekitar namun tetap dapat menimbulkan ketergantungan serius apabila dikonsumsi secara berlebihan.

Mahasiswa KKN turut memaparkan faktor-faktor yang mendorong remaja terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba, di antaranya tekanan dari lingkungan pertemanan, kurangnya pemahaman mengenai bahaya jangka panjang narkoba, serta kecenderungan mencari solusi yang keliru atas permasalahan yang sedang dihadapi. Pemahaman terhadap faktor-faktor tersebut diharapkan dapat membantu siswa lebih waspada terhadap situasi yang berisiko.

Dampak penyalahgunaan narkoba terhadap kesehatan fisik dan mental juga menjadi materi penting yang disampaikan. Dari sisi fisik, narkoba dapat merusak organ-organ penting dalam tubuh, mulai dari gangguan fungsi otak, gangguan irama jantung, gangguan pernapasan, hingga kerusakan hati dan ginjal akibat penumpukan racun. Dari sisi mental, penyalahgunaan narkoba dapat menimbulkan ketidakstabilan emosi, kecemasan berlebih, penurunan fungsi kognitif, serta hilangnya rasa bahagia dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Selain berdampak pada kesehatan, mahasiswa KKN juga menjelaskan bahwa penyalahgunaan narkoba dapat menghancurkan masa depan remaja secara menyeluruh, baik dari sisi pendidikan, karena menurunnya konsentrasi dan prestasi belajar, dari sisi keluarga, karena rusaknya hubungan dan kepercayaan dengan orang tua, maupun dari sisi cita-cita dan masa depan yang ingin diraih.

Untuk itu, siswa diajak untuk berani menolak ajakan penyalahgunaan narkoba dalam bentuk apa pun, memilih lingkungan pergaulan yang positif, serta memperbanyak kegiatan bermanfaat seperti mengembangkan hobi dan meraih prestasi sebagai bentuk penyaluran energi yang lebih sehat. Siswa juga didorong untuk berperan aktif sebagai agen perubahan di lingkungan sekolah, yaitu dengan menjadi teladan bagi teman sebaya, ikut mengampanyekan gaya hidup bebas narkoba, serta berani melaporkan secara bijak apabila menemukan indikasi penyalahgunaan narkoba di sekitarnya.

Foto Peserta Sosialisasi Anti Narkoba di SMP Sunan Ampel Menganti (Sumber : Tim Dokumentasi Kelompok 28 KKN UMSURA)

Kegiatan sosialisasi dilaksanakan melalui beberapa metode, yaitu penyampaian materi secara interaktif, presentasi menggunakan media PowerPoint, sesi diskusi dan tanya jawab, kuis edukatif, serta dokumentasi bersama. Melalui metode tersebut, materi yang cukup serius mengenai bahaya narkoba dapat disampaikan dengan cara yang lebih menarik dan mudah dipahami oleh siswa kelas VII.

Sosialisasi berlangsung secara interaktif. Para siswa cukup antusias mengikuti jalannya kegiatan dan aktif menyampaikan pertanyaan seputar jenis-jenis zat berbahaya yang sering mereka dengar di lingkungan sekitar, ciri-ciri seseorang yang terpengaruh narkoba, hingga cara bersikap apabila mendapati teman atau anggota keluarga yang terindikasi menyalahgunakan narkoba. Mahasiswa KKN menjawab setiap pertanyaan dengan bahasa yang sederhana agar informasi yang disampaikan dapat lebih mudah dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Setelah seluruh materi bahaya narkoba selesai disampaikan, mahasiswa KKN membagikan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) kepada seluruh siswa kelas VII sebagai bentuk evaluasi pemahaman. Dengan menyimak materi terlebih dahulu, siswa dapat mengisi LKPD tersebut sesuai dengan apa yang telah mereka pelajari, mulai dari pertanyaan apersepsi, pencatatan materi, tugas kelompok berupa studi kasus, soal pilihan ganda, pernyataan benar atau salah, refleksi pembelajaran, hingga lembar komitmen anti narkoba yang ditandatangani oleh masing-masing peserta didik. Melalui pengisian LKPD ini, mahasiswa KKN dapat mengukur sejauh mana pemahaman siswa terhadap materi yang telah disampaikan sekaligus menguatkan komitmen mereka untuk hidup jauh dari penyalahgunaan narkoba.

Pencegahan penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja membutuhkan peran dari berbagai pihak. Siswa memiliki peran penting dalam menjaga diri dan lingkungan pertemanannya, pihak sekolah berperan dalam mendukung pendidikan karakter dan pendidikan kesehatan, sementara mahasiswa dapat berkontribusi melalui kegiatan edukasi dan sosialisasi semacam ini.

Oleh karena itu, kegiatan Sosialisasi Bahaya Narkoba bagi Remaja yang dilaksanakan oleh mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Surabaya di SMP Sunan Ampel diharapkan dapat memberikan manfaat bagi peserta didik dalam meningkatkan pengetahuan serta kesadaran mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba, sehingga mampu menjadi generasi muda yang sehat, produktif, dan berprestasi.

Selain itu, diharapkan pula kegiatan serupa dapat terus mendukung sekolah dan masyarakat dalam meningkatkan kepedulian terhadap bahaya narkoba di kalangan remaja. Dengan adanya sinergi antara mahasiswa, pihak sekolah, orang tua, dan masyarakat, upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba dapat dilakukan secara berkelanjutan. Pada akhirnya, perhatian terhadap edukasi bahaya narkoba sejak usia remaja diharapkan dapat mewujudkan lingkungan sekolah yang aman, sehat, dan bebas dari penyalahgunaan narkoba.

Sebagai penutup rangkaian kegiatan, mahasiswa KKN bersama para siswa serta guru pendamping melakukan sesi dokumentasi bersama di halaman SMP Sunan Ampel. Momen tersebut sekaligus menjadi simbol komitmen bersama antara mahasiswa, pihak sekolah, dan peserta didik untuk terus mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang bebas dari penyalahgunaan narkoba. Suasana kegiatan yang berlangsung hangat dan penuh antusiasme diharapkan dapat meninggalkan kesan positif sekaligus pesan moral yang membekas bagi para siswa.

Pihak sekolah menyambut baik pelaksanaan sosialisasi ini dan berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkala, mengingat pentingnya pembekalan pengetahuan mengenai bahaya narkoba sejak dini bagi generasi muda. Guru pendamping turut menyampaikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Surabaya yang telah menghadirkan materi edukatif dengan cara penyampaian yang komunikatif dan mudah diterima oleh siswa kelas VII.

Bagi mahasiswa KKN, kegiatan ini turut memberikan pengalaman berharga dalam mengasah kemampuan berkomunikasi dan menyampaikan materi edukasi kepada peserta didik usia remaja. Pengalaman berinteraksi langsung dengan siswa di lapangan menjadi sarana bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan ke dalam kegiatan pengabdian masyarakat yang nyata dan bermanfaat.

Melalui kegiatan Sosialisasi Bahaya Narkoba bagi Remaja ini, mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Surabaya berharap dapat terus berkontribusi dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba, khususnya di lingkungan Desa Gempol Kurung, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, dan sekitarnya. Dengan bekal pengetahuan yang telah diberikan, generasi muda diharapkan mampu menjadi pelajar yang cerdas, berani menolak narkoba, serta turut menjaga masa depan diri sendiri, keluarga, dan bangsa.