Konten dari Pengguna

Bahaya Kebiasaan Mengonsumsi Minuman Keras Bagi Generasi Muda

Muhammad Faqih

Muhammad Faqih

mahasiswa universitas pamulang Teknik Elektro

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Muhammad Faqih tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Berikut beberapa jenis minumannya. Sumber;(Muhammad Faqih)
zoom-in-whitePerbesar
Berikut beberapa jenis minumannya. Sumber;(Muhammad Faqih)

Masa muda seharusnya menjadi waktu untuk belajar, mencoba hal-hal positif, membangun cita-cita, dan mempersiapkan masa depan. Namun, di tengah pergaulan dan berbagai tekanan kehidupan, sebagian generasi muda justru mulai mengenal minuman keras. Awalnya mungkin hanya karena rasa ingin tahu atau ajakan teman. “Cuma sekali,” begitu pikir sebagian orang. Tetapi, sesuatu yang dimulai sebagai coba-coba dapat berubah menjadi kebiasaan yang sulit dihentikan.

Menurut saya, kebiasaan mengonsumsi minuman keras merupakan salah satu hal yang perlu mendapat perhatian serius. Minuman keras bukan sekadar minuman yang dikonsumsi untuk bersenang-senang. Jika dikonsumsi secara berlebihan atau terus-menerus, alkohol dapat membawa berbagai dampak buruk bagi kesehatan dan kehidupan seseorang.

Bayangkan seorang anak muda yang sebenarnya memiliki banyak cita-cita. Ia rajin belajar, memiliki keluarga yang menyayanginya, dan mempunyai teman-teman yang mendukungnya. Suatu hari, ia diajak berkumpul dan mencoba minuman keras. Karena tidak ingin dianggap berbeda, ia akhirnya ikut minum. Pada awalnya, tidak ada masalah yang terasa besar. Ia bahkan menganggapnya sebagai bagian dari pergaulan.

Namun, jika kebiasaan itu terus berulang, perlahan kehidupannya bisa berubah. Waktu yang seharusnya digunakan untuk belajar atau melakukan kegiatan yang bermanfaat mulai tersita. Konsentrasi dan tanggung jawab dapat terganggu. Hubungan dengan keluarga maupun orang-orang di sekitarnya juga dapat mengalami masalah. Yang lebih memprihatinkan, seseorang bisa menjadi bergantung pada alkohol dan semakin sulit mengendalikan kebiasaannya.

Dampaknya bukan hanya dirasakan oleh orang yang mengonsumsi. Keluarga juga dapat merasakan akibatnya. Orang tua mungkin merasa khawatir, kecewa, atau tidak tahu bagaimana membantu anaknya. Pertemanan pun dapat berubah apabila perilaku seseorang setelah mengonsumsi alkohol menimbulkan konflik atau masalah.

Bagi generasi muda, menjaga diri dari kebiasaan tersebut bukan berarti harus menjauhi pergaulan. Justru kita perlu belajar memilih lingkungan dan berani mengatakan “tidak” ketika mendapatkan ajakan yang dapat merugikan diri sendiri. Ada banyak cara untuk menikmati masa muda tanpa harus mengonsumsi minuman keras, seperti berolahraga, berkegiatan bersama teman, mengembangkan hobi, mengikuti organisasi, atau mengejar pendidikan dan cita-cita.

Pada akhirnya, menurut saya, masa depan generasi muda terlalu berharga untuk dipertaruhkan oleh kebiasaan yang dapat membawa dampak buruk. Rasa ingin tahu adalah hal yang wajar, tetapi kita tetap harus mampu mempertimbangkan konsekuensinya. Menolak minuman keras bukan berarti tidak keren atau tidak bisa bergaul. Sebaliknya, kemampuan untuk menjaga diri dan mengambil keputusan yang bertanggung jawab merupakan salah satu bentuk kedewasaan.

Generasi muda adalah bagian penting dari masa depan. Karena itu, sudah seharusnya kita menjaga kesehatan, pergaulan, dan kesempatan yang kita miliki. Jangan sampai sesuatu yang awalnya dianggap hanya sebagai kesenangan sesaat justru menjadi kebiasaan yang menghambat masa depan.