Mahasiswa KKN Dorong Kampung Halal di Nagari Cupak Lewat Pendataan UMKM Halal

Saya Mahasiswa Kimia FMIPA Universitas Andalas dengan ketertarikan pada ilmu kimia, sains lingkungan, dan pengembangan pengetahuan berbasis riset.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Muhammad Faruqi Aidi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Upaya membangun kampung halal mulai dirintis di Nagari Cupak, Kabupaten Solok. Melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN), mahasiswa melakukan pendataan sekaligus pendampingan awal sertifikasi halal bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang tersebar di sejumlah jorong.
Program ini berangkat dari realitas di lapangan bahwa banyak UMKM lokal telah berjalan lama, namun belum terdokumentasi dengan baik dan belum memiliki sertifikat halal, meskipun produknya dikonsumsi oleh masyarakat luas.
Pendataan dilakukan secara langsung dengan mendatangi tempat usaha pelaku UMKM. Mahasiswa mencatat jenis usaha, produk yang dihasilkan, bahan baku, hingga proses produksi yang digunakan. Pendekatan ini dipilih agar data yang dikumpulkan sesuai dengan kondisi nyata di lapangan.
“Banyak UMKM di Cupak yang sebenarnya sudah siap, hanya belum tahu harus mulai dari mana. Kami mencoba hadir untuk membantu membuka jalan itu,” ujar Faruqi Aidi, penanggung jawab program Kampung Halal KKN Cupak.
Lima UMKM Masuk Daftar Awal Kampung Halal
Dari hasil pendataan, terdapat sejumlah UMKM yang masuk dalam daftar awal UMKM potensial halal. Di antaranya:
UMKM Keripik Talas dan Kerupuk Kulit di Jorong Aia Angek Songsang
Khanza Cake di Jorong Pasar Baru Cupak
UMKM Lontong dan Donat di Jorong Balai Tangah
UMKM Donat Babas di Jorong Pasar Baru Cupak
UMKM Cake di Jorong Balai Tangah
Kelima UMKM tersebut bergerak di bidang kuliner rumahan dan telah memiliki pasar tetap, baik di lingkungan sekitar maupun pasar nagari.
Menurut Faruqi, pendataan ini menjadi langkah awal untuk membangun sistem yang lebih tertata. Data UMKM diharapkan bisa dimanfaatkan oleh nagari dan pihak terkait untuk pembinaan lanjutan, termasuk pengurusan sertifikasi halal.
Pelaku UMKM Sambut Pendampingan
Sebagian pelaku UMKM mengaku baru memahami pentingnya sertifikasi halal setelah mendapat penjelasan langsung dari mahasiswa KKN.
Pemilik UMKM Keripik Talas dan Kerupuk Kulit mengatakan selama ini usahanya berjalan apa adanya, tanpa pernah terpikir soal sertifikasi.
“Biasanya kami fokus produksi dan jualan saja. Setelah dijelaskan, baru tahu kalau sertifikat halal itu penting buat kepercayaan pembeli,” ujarnya.
Hal serupa dirasakan pemilik Khanza Cake di Jorong Pasar Baru Cupak. Ia menilai pendampingan ini membuka wawasan pelaku usaha kecil seperti dirinya.
“Usaha rumahan sering dianggap kecil, padahal pembelinya banyak. Kalau ada sertifikat halal, kami jadi lebih percaya diri memasarkan produk,” katanya.
Edukasi Halal yang Lebih Membumi
Selain pendataan, mahasiswa KKN juga memberikan sosialisasi ringan terkait alur sertifikasi halal. Materi disampaikan secara sederhana, mulai dari pentingnya kehalalan produk, kesiapan bahan baku, hingga peluang sertifikasi halal gratis bagi UMKM tertentu.
Pendekatan ini dinilai lebih efektif karena tidak membuat pelaku usaha merasa terbebani.
Pemilik UMKM Lontong dan Donat di Jorong Balai Tangah mengaku terbantu dengan pendampingan tersebut.
“Biasanya kami bingung mau tanya ke siapa. Dengan adanya mahasiswa KKN, setidaknya kami jadi paham langkah awal yang harus disiapkan,” ujarnya.
Menuju Kampung Halal Berbasis UMKM
Program Kampung Halal ini diharapkan menjadi pijakan awal bagi Nagari Cupak dalam membangun ekosistem UMKM yang lebih modern dan berdaya saing. Dengan data yang jelas dan kesadaran pelaku usaha yang meningkat, UMKM lokal dinilai memiliki peluang besar untuk berkembang.
“Kampung halal bukan soal label semata, tapi tentang proses membangun usaha yang bersih, tertata, dan dipercaya konsumen,” kata Faruqi.
Mahasiswa KKN berharap langkah kecil yang telah dimulai ini dapat dilanjutkan oleh pemerintah nagari dan pendamping UMKM ke depan, sehingga Cupak dapat tumbuh sebagai nagari dengan UMKM halal yang kuat dan berkelanjutan.
Penulis : Muhammad Faruqi Aidi, Mahasiswa Kimia Universitas Andalas dan Tim KKN Unand Nagari Cupak 2026
