Kumparan Logo

HP dengan AI Slow-Motion Video Terbaik di 2026: Galaxy S26, iPhone 17, Pixel 10?

kumparanTECHverified-green

·waktu baca 6 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Samsung Galaxy S26 Ultra. Foto: Syawal Febrian Darisman/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Samsung Galaxy S26 Ultra. Foto: Syawal Febrian Darisman/kumparan

Samsung Galaxy S26 Series, terutama Galaxy S26 Ultra, menjadi pilihan terbaik untuk membuat slow motion dari video biasa berkat fitur Instant Slow-mo berbasis Galaxy AI. Fitur ini menghasilkan frame tambahan di antara frame asli, sehingga video standar dapat diperlambat dengan gerakan yang terlihat lebih halus.

Google Pixel 10 menyusul di posisi kedua berkat kualitas video dan stabilisasi Video Boost. iPhone 17 berada di posisi ketiga dengan slow motion native paling halus di kelasnya (hingga 4K/120fps di varian Pro), tapi juga belum mengadopsi konversi AI dari video biasa.

Namun, ada perbedaan penting: Galaxy S26 memiliki solusi native yang secara khusus menggunakan interpolasi frame untuk mengubah video biasa menjadi slow motion. Google Pixel dan iPhone lebih mengandalkan pengaturan kecepatan, rekaman ber-frame-rate tinggi, serta pemrosesan video pendukung.

Apa itu AI Slow Motion?

AI slow motion adalah teknologi yang memperlambat video dengan bantuan kecerdasan buatan (AI). Berbeda dari metode biasa yang hanya menampilkan frame asli lebih lama, AI menganalisis pergerakan objek lalu menciptakan sejumlah frame baru di antara frame-frame yang sudah ada. Proses ini dikenal sebagai frame interpolation.

Sebagai contoh, video standar 30 fps hanya memiliki 30 frame dalam satu detik. Ketika video tersebut diperlambat menjadi seperempat kecepatan tanpa interpolasi, gerakannya berpotensi terlihat patah-patah karena jumlah informasi visualnya terbatas.

AI mencoba mengatasi masalah itu dengan memperkirakan posisi objek pada momen-momen yang tidak terekam kamera. Frame tambahan kemudian disisipkan agar transisi gerakan terlihat lebih kontinu.

Apa Bedanya AI Slow Motion dan Slow Motion Biasa?

Untuk memperjelas perbedaan cara kerjanya, berikut adalah perbandingannya:

  • Slow motion biasa: Umumnya memerlukan video yang sejak awal direkam pada frame rate tinggi, misalnya 120 fps atau 240 fps. Ketika diputar pada 30 fps, rekaman tersebut dapat diperlambat empat hingga delapan kali tanpa kehilangan banyak kelancaran gerak.

  • AI slow motion video: Dapat bekerja pada video yang sebelumnya direkam dalam mode normal. AI membentuk frame tambahan untuk mengisi kekosongan gerakan.

Perbedaan inilah yang membuat fitur seperti Instant Slow-mo di Samsung Galaxy S26 Series relevan bagi pengguna yang baru menyadari setelah merekam bahwa suatu momen akan terlihat lebih menarik dalam gerak lambat.

Samsung Galaxy S26 Ultra. Foto: Syawal Febrian Darisman/kumparan

Rekomendasi HP Terbaik untuk AI Slow Motion

1. Samsung Galaxy S26 Series

Galaxy S26 mewarisi dan menyempurnakan Instant Slow-Mo, fitur Galaxy AI yang pertama kali diperkenalkan di Galaxy S24. Cukup buka video apa pun di aplikasi Galeri, lalu tekan dan tahan layar —AI akan langsung menghasilkan frame tambahan dan menampilkan pratinjau slow motion secara instan, dengan pilihan kecepatan dari 1/8x hingga 2x. Semua diproses on-device, tanpa unggah ke cloud.

Kelebihan:

  • Satu-satunya yang bisa ubah video biasa jadi slow motion halus tanpa rekam ulang

  • Proses instan, langsung di Galeri, tanpa internet

  • Bisa diterapkan ke video apa pun, termasuk video lama atau kiriman orang lain

  • Kecepatan bisa disesuaikan per bagian video (1/8x–2x)

Kekurangan:

  • Kualitas frame AI tetap bergantung pada gerakan asli di video —gerakan sangat cepat atau kacau berisiko artefak

  • Mode 960fps (Super Slow-mo) tetap dibatasi resolusi 720p, untuk 4K/120fps harus pakai varian Ultra

  • Fitur premium seperti ini baru maksimal di lini Galaxy S/Fold/Flip terbaru

2. Google Pixel 10

Pixel 10 mengandalkan Video Boost, fitur AI berbasis cloud yang memperbaiki eksposur, warna, noise, dan stabilisasi video —bahkan bisa upscale ke 8K di varian Pro. Namun Video Boost dirancang untuk meningkatkan kualitas video, bukan menghasilkan slow motion dari video berkecepatan normal. Fitur ini juga eksklusif untuk varian Pro.

Kelebihan:

  • Kualitas video kuat berkat komputasi Tensor dan Video Boost (varian Pro)

  • Stabilisasi kelas atas, cocok untuk konten dinamis seperti olahraga atau vlog

  • Integrasi mulus dengan Google Photos untuk edit lanjutan

Kekurangan:

  • Belum punya fitur AI untuk mengonversi video biasa jadi slow motion

  • Video Boost perlu proses di cloud dan koneksi internet, tidak instan

  • Video Boost hanya tersedia di varian Pixel 10 Pro

  • Belum dijual resmi di Indonesia

3. Apple iPhone 17

iPhone 17 mendukung slow motion native hingga 1080p/120fps, sementara varian iPhone 17 Pro dan Pro Max melangkah lebih jauh dengan slow motion 4K/120fps atau 1080p/240fps —kombinasi resolusi dan frame rate yang jarang ditemukan di smartphone lain. Namun ini murni hasil rekam hardware, belum ada fitur Apple Intelligence yang bisa mengubah video biasa menjadi slow motion setelah direkam.

Kelebihan:

  • Kualitas rekaman slow motion native paling halus dan konsisten di kelasnya

  • Varian Pro mendukung slow motion 4K/120fps

  • Ekosistem edit (Photos, iMovie, Final Cut) yang matang untuk pasca-produksi

Kekurangan:

  • Belum ada fitur AI untuk mengubah video biasa jadi slow motion

  • Apple Intelligence saat ini lebih fokus ke teks, gambar, dan asisten, belum menyentuh interpolasi video

  • Slow motion resolusi tertinggi (4K/120fps) hanya ada di varian Pro/Pro Max

instagram embed

Tabel Perbandingan HP dengan Fitur AI Slow Motion 2026

Berikut ringkasan spesifikasi resmi ketiga smartphone untuk kebutuhan AI slow motion video dan slow motion native:

Table Embed

Menampilkan 10 data dari 6 data

Aspek
Samsung Galaxy S26
Google Pixel 10
Apple iPhone 17
AI Frame Interpolation
Ya, Instant Slow-Mo
Tidak tersedia
Tidak tersedia
Slow Motion Native Maksimal
Super Slow-mo 960fps (720p, mode khusus); reguler hingga 240fps (1080p), atau 120fps (4K, khusus Ultra)
1080p/240fps (setara 8x)
1080p/120fps standar; 4K/120fps atau 1080p/240fps (Pro)
Dukungan Resolusi
Instant Slow-Mo mengikuti resolusi video sumber (termasuk 4K); video biasa hingga 8K/30fps
Maksimal 1080p untuk slow motion; Video Boost upscale ke 8K (khusus Pro)
Maksimal 1080p standar; 4K pada varian Pro
Kecepatan Proses AI
Instan, on-device saat video diputar
Video Boost perlu proses cloud (beberapa menit, butuh internet)
Tidak berlaku — tanpa fitur AI slow motion
Stabilisasi
OIS + stabilisasi berbasis AI di seluruh lini S26
OIS + EIS, ditingkatkan Video Boost (khusus Pro)
Sensor-shift OIS + Cinematic stabilization
Kemudahan Penggunaan
Tinggal tahan layar di Galeri, tanpa rencana sebelum rekam
Mudah untuk mode native; harus diaktifkan sebelum rekam
Mudah, tapi wajib pilih mode Slow-mo sebelum merekam

HP Mana yang Paling Cocok untuk Kebutuhan Pengguna?

Pilihan terbaik tetap bergantung pada jenis konten yang paling sering Anda buat. Berikut pemetaannya untuk kebutuhan sehari-hari:

Rekaman olahraga

AI slow motion dapat memperjelas gerakan olahraga, seperti lompatan lay up basket, tendangan bola futsal, hingga ayunan raket padel. Super Slow-mo di Galaxy S26 (960fps) atau mode 4K/120fps di iPhone 17 Pro unggul karena merekam detail gerakan asli, bukan rekaan AI.

Video hewan peliharaan

Gerakan hewan sering berlangsung terlalu cepat untuk diprediksi. Instant Slow-MO Samsung unggul di area ini. Momen kucing melompat atau anjing berlari yang tidak sempat direkam dalam mode slow-mo tetap bisa "diselamatkan" jadi slow motion setelah kejadian.

Cinematic B-roll

Gerakan kain, rambut, kopi yang dituangkan, asap, percikan air, atau orang berjalan dapat terlihat lebih dramatis saat diperlambat. iPhone 17, terutama varian Pro dengan ProRes, bisa dimanfaatkan videografer untuk B-roll sinematik, sementara Instant Slow-mo Samsung berguna untuk menambah variasi shot tanpa alat tambahan.

Konten travel

Dalam video travel, gerak lambat dapat digunakan untuk menonjolkan ombak, kendaraan, lanskap dari jendela, aktivitas pasar, hingga ekspresi orang. Pixel 10 dengan Video Boost cocok untuk travel vlog yang mengutamakan kualitas warna dan stabilisasi, sementara Instant Slow-mo Samsung memudahkan membuat momen "cinematic" dari klip singkat saat traveling, tanpa persiapan.

Instagram Reels & TikTok

Efek slow motion efektif untuk membangun hook, menekankan transisi, atau menahan perhatian penonton pada momen tertentu. Instant Slow-mo Samsung sangat pas untuk konten Reels dan TikTok, karena Kreator bisa langsung memperlambat bagian video paling menarik tanpa berpindah ke aplikasi edit lain.

Produksi konten harian

AI slow motion juga berguna untuk tutorial, konten kuliner, beauty, otomotif, unboxing, dan demonstrasi produk. Instant Slow-mo efisien untuk kreator yang mengejar kecepatan produksi konten setiap hari.

instagram embed

FAQ: Pertanyaan Terpopuler Seputar AI Slow Motion

Frequently Asked Question Section

Apakah AI Slow Motion bisa mengubah video lama menjadi slow motion?

chevron-down

Bisa, selama fiturnya berbasis AI frame generation seperti Instant Slow-Mo di Galaxy AI. Fitur ini bekerja pada video apa pun yang tersimpan di galeri, termasuk video lama atau kiriman dari orang lain, bukan hanya video yang baru direkam.

Apakah fitur ini membutuhkan internet?

chevron-down

Tidak untuk Instant Slow-Mo di Samsung Galaxy, karena diproses langsung di perangkat (on-device) tanpa unggah ke cloud. Sebaliknya, fitur AI video lain seperti Video Boost di Pixel justru membutuhkan koneksi internet karena diproses di server Google.

HP mana yang menghasilkan slow motion paling halus?

chevron-down

Untuk kategori AI slow motion dari video biasa, Samsung Galaxy S26 lewat Instant Slow-Mo praktis tanpa penantang langsung saat ini. Untuk slow motion native beresolusi tinggi, iPhone 17 Pro unggul berkat kemampuan 4K/120fps.

Apa bedanya AI Slow Motion dengan mode slow motion biasa?

chevron-down

Slow motion biasa merekam lebih banyak frame per detik sejak awal dan harus diaktifkan sebelum merekam. AI slow motion menganalisis video yang sudah direkam di kecepatan normal, lalu menghasilkan frame tambahan secara otomatis setelah video jadi.