Kala ‘Otak’ HP Huawei Kendalikan Mobil: Dari Buka Pintu sampai Parkir Sendiri

Kalau mendengar nama Huawei, isi kepala pasti langsung membayangkan smartphone, laptop, atau smartwatch. Tapi sekarang, Huawei lebih dari itu. Mereka ternyata juga bikin mobil.
kumparan berkesempatan datang langsung ke pusat Huawei di Shenzhen, China, dan dibuat melongo usai mencoba langsung mobil-mobil listrik Huawei. Tak hanya sekedar kendaraan beroda empat, tapi mobil super pintar yang bikin mobil listrik lain terasa ketinggalan zaman.
Seri mobil Huawei itu diberi nama AITO dan Maextro dengan kecanggihan masing-masing. Sebenarnya, bukan bikin sendiri, tapi otaknya dari Huawei
Huawei tak memproduksi mobil sendirian. Mereka memasok sistem kokpit HarmonyOS (sistem operasi Huawei) dan sistem bantuan berkendara Qiankun ADS (sistem pengemudian cerdas), lalu mengembangkan mobil bersama pabrikan mitra, salah satunya dengan Seres.
Jadi, Huawei sebagai otak dan indranya, sementara mitra menyediakan badannya. Hasilnya seperti smartphone flagship yang tubuhnya berupa mobil.
Huawei layaknya memindahkan layar ponsel ke dashboard mobil. Lewat kecerdasannya, ponsel Huawei akan mengendalikan mobil yang seluruhnya hampir otomatis. Dari membuka pintu, fasilitas interior, berkendara, sampai parkir sendiri.
Semuanya berjalan dan dikendalikan di HarmonyOS, dari layar hiburan sampai pengaturan kursi. Mobil bahkan bisa "mengenali" siapa yang duduk, lalu menyesuaikan posisi kursi dan tampilan layar, seperti akun di ponsel.
Di seri AITO M8, SUV hasil kolaborasi Huawei dan Seres, misalnya, pintu depannya dapat dikendalikan tanpa disentuh. Penumpang atau pemilik mobil bisa membukanya dengan hanya melambaikan tangan ke arah sensor kamera yang disematkan di sekeliling luar mobil.
Seri AITO dibuat dalam empat jenis: AITO M6 - M9. Semuanya berbasis mobil listrik. Mobil-mobil tersebut diklaim bisa menempuh jarak 705 KM sekali isi daya (berdasarkan uji standar China alias CLTC). Harganya di China mulai sekitar Rp962 juta.
Pada kesempatan lawatan itu, kumparan berkesempatan menjajal seri di atas AITO, yakni Maextro S800, sedan mewah milik Huawei yang dilengkapi fitur super canggih. Mobil tersebut serasa sedan rasa bintang lima.
Kalau M8 adalah SUV keluarga, Maextro S800 adalah sang flagship. Memiliki sistem audio 43 speaker. Suara depan dan belakang bisa dipisahkan, jadi penumpang belakang bisa asyik dengan musiknya sendiri tanpa mengganggu sopir.
Lalu ada kursi ala spa yang bisa memijat penumpang secara otomatis. Tinggal duduk dan penumpang akan merasakan pijatan dari jok yang bisa diatur 20 arah pijatan; ada pemanas, dan pendinginnya.
Fasilitas bintang limanya tak sampai di situ. Ruang penumpangnya bahkan bisa diubah menjadi layak bioskop pribadi. Dilengkapi layar 40 inci untuk penumpang plus kulkas untuk menyimpan minuman.
Sementara kecanggihan untuk kebutuhan pengendara adalah monitor di depanya dapat menampilkan maps live dengan tampilan 4D. Jadi pengemudi bisa melihat secara live posisi kendaraan di luar dari berbagai arah: Depan, belakang, bahkan di sisi kiri-kanan. Tak hanya bisa melihat, tapi melalui lampu yang bisa ‘berbicara’ pengemudi bisa memberi isyarat kepada pejalan kaki atau pengendara di luar.
Yang paling bikin melongo adalah, S800 tersebut mampu mengalah pada pejalan kaki, menghindari rintangan yang tak beraturan, bahkan mendeteksi hewan yang lewat. Untuk parkir, ada fitur parkir otomatis dan valet parking. Pengemudi dan penumpang dipersilahkan turun, lalu si Maextro tersebut akan parkir sendiri.
Kemampuan Maextro S800 layaknya memiliki kemampuan manusiawi. Jantung kecerdasannya adalah Qiankun ADS, sistem bantuan berkendara buatan Huawei. Di S800 sendiri, terdapat 36 sensor yang bekerja bersama: lidar, kamera, radar, dan sensor ultrasonik. Sensor tersebut bagai mata yang dipasang di sekeliling mobil.
Kendati punya kecanggihan super, Huawei menegaskan bahwa hal tersebut hanya sistem bantuan berkendara, bukan mobil yang sepenuhnya menyetir sendiri. Pengemudi tetap menjadi pemegang kendali utama.
Sedan mewah kolaborasi JAC ini dibanderol sekitar Rp 1,5 miliar hingga Rp 2,3 miliar, dan disandingkan dengan Mercedes-Maybach S-Class. Menjadi sedan premium terlaris di China. Sayangnya, mobil ini belum dipasarkan di Indonesia.
Reporter: Hedi
