Kumparan Logo

Krisis Chip Memori Bikin MacBook Air Langka, Stok Seret hingga September 2026

kumparanTECHverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Model MacBook Air M5 yang baru dirilis dipamerkan selama acara peluncuran "Special Apple Experience" di Apple Store di distrik Manhattan, New York City, pada (4/3/2026). Foto: Timothy A. Clary/AFP
zoom-in-whitePerbesar
Model MacBook Air M5 yang baru dirilis dipamerkan selama acara peluncuran "Special Apple Experience" di Apple Store di distrik Manhattan, New York City, pada (4/3/2026). Foto: Timothy A. Clary/AFP

Krisis chip memori global mulai berdampak pada ketersediaan MacBook Air, laptop Apple yang menjadi model Mac paling populer. Konsumen yang memesan perangkat tersebut harus menunggu hingga akhir Agustus 2026, bahkan awal September untuk konfigurasi tertentu.

Menurut laporan Mark Gurman dari Bloomberg yang mengutip sumber di toko ritel Apple, pasokan MacBook Air baru kini lebih terbatas dibandingkan periode-periode sebelumnya.

Kondisi serupa sebelumnya telah memengaruhi Mac mini dan Mac Studio. Namun, kedua perangkat itu memiliki pasar yang lebih kecil dibandingkan MacBook Air. Meluasnya masalah pasokan ke MacBook Air menunjukkan tekanan krisis memori mulai menyentuh produk utama Apple.

Keterbatasan stok juga terlihat di toko online Apple. Seluruh konfigurasi dasar MacBook Air anyar diperkirakan baru dapat dikirim pada akhir Agustus 2026. Beberapa kombinasi ukuran layar, warna, dan kapasitas memori memiliki jadwal pengiriman hingga awal September 2026.

Waktu tunggu sekitar satu bulan terbilang tidak biasa untuk MacBook Air yang baru mendapatkan penyegaran chip M5 pada Maret 2026. Kendala pasokan Mac mini dan Mac Studio dilaporkan bahkan lebih parah.

Apple Macbook Air 15 inci terbaru dipamerkan selama Konferensi Pengembang Sedunia Apple di Cupertino, California pada (5/6/2023). Foto: Justin Sullivan/Getty Images/AFP

Lonjakan AI Picu Krisis Memori

Kelangkaan tersebut berkaitan dengan meningkatnya permintaan chip memori dari perusahaan kecerdasan buatan (AI). Perusahaan teknologi membutuhkan pasokan memori dalam jumlah besar untuk membangun dan mengoperasikan data center AI.

Lonjakan kebutuhan tersebut memperketat pasokan memori untuk perangkat konsumen, termasuk laptop dan komputer desktop. Produsen perangkat kemudian harus bersaing mendapatkan komponen yang tersedia.

Apple dikabarkan sedang menyiapkan sejumlah langkah untuk mengurangi dampaknya. Salah satunya dengan mencari pasokan memori dari perusahaan China, setidaknya untuk perangkat yang dijual di negara tersebut.

Perusahaan juga telah menaikkan harga sejumlah produk dalam lini Mac hingga beberapa ratus dolar AS.

Apple Dorong Penjualan MacBook Pro

Keterbatasan stok MacBook Air ikut memengaruhi strategi pemasaran Apple. Perusahaan menunda program promosi tahunan kembali ke sekolah yang biasanya dimulai pada Juni.

Sebuah MacBook Pro M5 yang baru dirilis dipamerkan selama acara peluncuran "Special Apple Experience" di Apple Store di distrik Manhattan, New York City, pada (4/3/2026). Foto: Timothy A. Clary/AFP

Dalam promosi terbaru, Apple lebih banyak mengarahkan konsumen kepada MacBook Pro 14 inci versi dasar. Langkah ini jarang dilakukan karena MacBook Air biasanya menjadi salah satu produk utama dalam promosi untuk pelajar dan mahasiswa.

Beberapa materi pemasaran bahkan menyertakan peringatan, "MacBook Air subject to availability," yang berarti ketersediaan perangkat bergantung pada stok.

Apple juga dilaporkan memprioritaskan penjualan MacBook Pro 14 inci versi dasar untuk menghabiskan persediaan sebelum meluncurkan model dengan chip M6 pada musim gugur 2026. Sementara itu, pembaruan MacBook Air diperkirakan baru hadir setelah peluncuran tersebut.