RI Jadi Negara Pendiri Organisasi AI Dunia WAICO, Bangun Tata Kelola AI Global

Indonesia resmi menjadi salah satu negara pendiri World Artificial Intelligence Cooperation Organization (WAICO), organisasi kerja sama internasional di bidang kecerdasan buatan (AI) yang dibentuk dalam ajang World Artificial Intelligence Conference (WAIC) 2026 di Shanghai, China. Sebanyak 29 negara menandatangani perjanjian pendirian organisasi tersebut pada Jumat (17/7).
Penandatanganan dilakukan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, yang memimpin delegasi Indonesia. Menurut Airlangga, keikutsertaan Indonesia merupakan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto agar Indonesia mengambil peran aktif dalam pembentukan tata kelola AI di tingkat global.
"Indonesia bergabung dalam WAICO ini adalah arahan Bapak Presiden agar Indonesia berperan aktif di dalam pengelolaan tata kelola AI," kata Airlangga dalam konferensi pers di Shanghai, Jumat (18/7).
Ia mengatakan status sebagai negara pendiri memberikan posisi strategis bagi Indonesia karena dapat terlibat sejak awal dalam pembahasan arah pengembangan AI dunia, termasuk penyusunan kebijakan dan tata kelolanya.
Airlangga menjelaskan WAICO dibentuk sebagai organisasi internasional antarpemerintah yang mengusung prinsip-prinsip Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), yakni inklusif, aman, dapat dipercaya, dan berpusat pada manusia atau human-centered. Indonesia bergabung agar pengembangan AI tidak hanya dikuasai oleh segelintir negara, melainkan dapat memberikan manfaat secara merata melalui kerja sama internasional.
"Dalam pengembangan AI, Indonesia sangat peduli terhadap perkembangan yang sifatnya inklusif, aman, beretika, dan tidak dimonopoli oleh sebuah kekuatan tertentu," ujarnya.
Sebelum penandatanganan, para delegasi negara pendiri mengikuti pertemuan tingkat tinggi yang dihadiri Presiden China Xi Jinping dan Sekretaris Jenderal PBB António Guterres. Xi dalam pidatonya menekankan bahwa AI tidak boleh menjadi "solo performance" satu negara, melainkan harus menjadi hasil kolaborasi global.
Airlangga mengatakan pandangan tersebut sejalan dengan visi pemerintah Indonesia yang ingin memanfaatkan AI untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat daya saing nasional. Indonesia akan memanfaatkan keanggotaan di WAICO untuk memperluas kerja sama internasional, termasuk memperkuat transfer teknologi, mempersempit kesenjangan digital, dan mendorong pemanfaatan AI bagi pelaku usaha, termasuk UMKM.
Pemerintah sendiri tengah menyusun peta jalan pengembangan AI nasional sebagai landasan pembangunan ekosistem AI Indonesia. Indonesia pun sedang menyelesaikan Peraturan Presiden tentang Peta Jalan Artificial Intelligence 2026-2029 serta Peraturan Presiden mengenai Etika Artificial Intelligence.
Menurut Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Angga Raka Prabowo, kedua regulasi tersebut akan menjadi fondasi pengembangan AI nasional agar tetap mengedepankan prinsip etika, keamanan, dan kepentingan nasional.
Indonesia menjadi satu dari lima negara ASEAN yang menandatangani pendirian WAICO bersama Kamboja, Laos, Malaysia, dan Myanmar. Negara pendiri lainnya berasal dari kawasan Asia, Afrika, Amerika Latin, Timur Tengah, hingga Eropa Timur.
