Kumparan Logo

Telkomsel dan Pemprov Bali Hadirkan AI untuk Bantu Siswa Belajar Matematika

kumparanTECHverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Mengusung tema Generasi Cerdas untuk Kejayaan Bali, inisiatif ini sejalan dengan Asta Cita keempat Presiden Republik Indonesia, khususnya dalam memperkuat pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM), sains, teknologi dan pendidikan. Foto: Telkomsel
zoom-in-whitePerbesar
Mengusung tema Generasi Cerdas untuk Kejayaan Bali, inisiatif ini sejalan dengan Asta Cita keempat Presiden Republik Indonesia, khususnya dalam memperkuat pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM), sains, teknologi dan pendidikan. Foto: Telkomsel

Telkomsel menggandeng Pemerintah Provinsi Bali, Gasing Academy, Kuncie, dan sejumlah pemangku kepentingan pendidikan untuk menghadirkan ekosistem AI for Education di Bali. Program ini dirancang untuk memperkuat kemampuan numerasi guru dan siswa melalui metode pembelajaran, permainan interaktif, serta teknologi kecerdasan buatan (AI).

Kolaborasi tersebut diawali dengan peningkatan kompetensi guru melalui Gasing Academy. Para pendidik menggunakan pendekatan GASING (Gampang, Asyik, dan Menyenangkan) agar matematika lebih mudah dipahami siswa.

Proses belajar siswa kemudian diperkuat melalui Sacred Octagon. Platform berbasis permainan ini menggunakan teknologi AI untuk membantu anak berlatih matematika secara interaktif dan bertahap.

Ekosistem tersebut turut melibatkan SkulPintar untuk mendukung pembelajaran dan asesmen. Penyelenggara akan memantau hasil program menggunakan data sebagai bahan evaluasi dan penyempurnaan secara berkala.

Direktur Utama Telkomsel, Nugroho, mengatakan bahwa kemampuan numerasi tidak terbatas pada kegiatan berhitung. Numerasi juga menjadi fondasi untuk memahami persoalan dan mengambil keputusan.

"Melalui kolaborasi ini, kami ingin memberi lebih banyak anak kesempatan untuk belajar, mencoba, mencoba lagi, hingga percaya bahwa mereka bisa dan berhasil. Dari Bali, mari bersama membangun generasi yang lebih cerdas, percaya diri, dan siap membawa Indonesia menjadi bangsa yang besar," kata Nugroho dalam pernyataan resmi, Jumat (14/8).

Telkomsel bersama Pemprov Bali, Gasing Academy, dan Kuncie, berkolaborasi mendukung penguatan kapabilitas numerasi guru dan siswa dengan menghadirkan Sacred Octagon sebagai platform pembelajaran digital yang didukung teknologi AI. Foto: Telkomsel

Dalam pelaksanaan tahap awal, guru dan siswa di Bali telah menyaksikan serta mencoba pembelajaran melalui Sacred Octagon dan pendekatan GASING. Kegiatan tersebut digunakan untuk memahami kebutuhan di lapangan serta mengukur manfaat program secara bertahap.

Program ini diharapkan tetap relevan dengan kebutuhan sekolah, guru, siswa, dan keluarga. Pemerintah Provinsi Bali juga membuka peluang untuk memperluas penerapannya ke lebih banyak sekolah di wilayah tersebut.

Gubernur Bali Wayan Koster menilai kemampuan numerasi dapat membentuk generasi yang terbiasa berpikir logis, bekerja berdasarkan data, dan beradaptasi dengan perkembangan zaman.

"Kami mengapresiasi inisiatif Telkomsel dan Prof. Yohanes Surya yang menghadirkan program ini di Bali, dan kami siap mendorong kolaborasi yang lebih luas agar manfaatnya dapat dirasakan oleh sekolah dan masyarakat di seluruh wilayah Bali," ujar Koster.

Guru Tetap Jadi Pusat Pembelajaran

Telkomsel menegaskan bahwa penggunaan AI dalam program ini tidak bertujuan menggantikan peran pendidik. Guru tetap menjadi pusat proses pembelajaran, sedangkan teknologi berfungsi sebagai alat bantu untuk menyesuaikan pengalaman belajar dengan perkembangan kemampuan setiap siswa.

Mengusung tema Generasi Cerdas untuk Kejayaan Bali, inisiatif ini sejalan dengan Asta Cita keempat Presiden Republik Indonesia, khususnya dalam memperkuat pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM), sains, teknologi dan pendidikan. Foto: Telkomsel

Pencetus metode GASING, Prof. Yohanes Surya, mengatakan metode pembelajaran yang tepat dapat membantu anak memahami matematika sekaligus meningkatkan kepercayaan dirinya.

"Tidak ada anak yang bodoh, yang ada adalah mereka yang belum dapat kesempatan belajar dari guru dan metode yang baik. Melalui GASING, matematika kami hadirkan secara sederhana, bertahap, dan menyenangkan," katanya.

Sebelum menjalankan kolaborasi di Bali, Telkomsel dan INA AI telah menghadirkan Paket Bundling Telkomsel x Sacred Octagon melalui aplikasi MyTelkomsel dan by.U. Paket tersebut membuka akses bagi keluarga Indonesia untuk menggunakan layanan pembelajaran numerasi digital.

Melalui kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Bali, program itu kini dilengkapi dengan peningkatan kompetensi pendidik, pembelajaran bagi siswa, keterlibatan pemerintah daerah, serta evaluasi berbasis data.