Kumparan Logo

Viral Tren 'Toddler Takeover' di Medsos: Foto Selfie Bocil, Caption Gak Jelas

kumparanTECHverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Blibli hingga MRT ikut tren 'Toddler Takeover' di akun medsosnya, dengan foto selfie bocil dan caption gak jelas. Foto: @bliblistore.id dan @mrtjakarta via Instagram
zoom-in-whitePerbesar
Blibli hingga MRT ikut tren 'Toddler Takeover' di akun medsosnya, dengan foto selfie bocil dan caption gak jelas. Foto: @bliblistore.id dan @mrtjakarta via Instagram

Linimasa media sosial belakangan dipenuhi postingan foto balita yang seolah-olah mengambil selfie menggunakan ponsel milik pengelola akun perusahaan di media sosial. Fenomena ini dikenal sebagai 'Toddler Takeover'.

Postingan foto selfie tersebut biasanya menampilkan wajah anak dari jarak dekat dengan sudut pengambilan gambar yang kurang rapi. Logo, produk, gerai, atau elemen khas suatu brand terlihat di latar belakang unggahan.

Konsepnya dibuat menyerupai kejadian spontan. Seorang balita digambarkan berhasil membuka aplikasi kamera, kemudian tanpa sengaja memotret dirinya sendiri sebelum mengunggah foto tersebut ke akun resmi perusahaan.

Tren ini telah diikuti sejumlah perusahaan dari berbagai sektor. Di Indonesia, MRT Jakarta dan Blibli termasuk organisasi yang ikut mengadopsinya.

instagram embed

MRT Jakarta memposting foto bayi selfie di depan stasiun MRT dengan tulisan acak 'dhbegdhkwhsjss', sementara Blibli mengunggah carousel gambar swafoto balita di depan Blibli Store dengan caption beragam emoji. Postingan tersebut tidak menyampaikan promosi atau penjelasan khusus.

instagram embed

Maskapai bertarif rendah asal Malaysia, AirAsia, juga mengikuti tren serupa. AirAsia mengunggah foto seorang balita yang seolah mengambil selfie di dalam kabin pesawat. Sandaran kursi berwarna merah khas maskapai tersebut terlihat di belakangnya.

instagram embed

Berawal dari Arab

Asal-usul Toddler Takeover belum dapat dipastikan sepenuhnya. Tren ini diyakini berkembang setelah sejumlah merek di negara Arab mengunggah selfie balita tanpa memberikan konteks atau penjelasan.

Salah satunya akun merek fesyen Sahaba Abaya. Akun itu diduga tidak sengaja mengunggah selfie anak pemilik usaha beserta keterangan berisi rangkaian karakter acak.

Alih-alih menghapusnya, Sahaba Abaya membiarkan foto tersebut berada di akunnya. Postingan yang terlihat seperti kesalahan itu menarik perhatian pengguna media sosial dan kemudian ditiru oleh merek lain.

Sejumlah merek lalu meniru formatnya. Tren ini meluas ke kawasan Teluk dan diikuti perusahaan seperti Uber UAE, Visit Abu Dhabi, serta Kementerian Energi dan Infrastruktur Uni Emirat Arab. Khaleej Times melaporkan tren tersebut kemudian berkembang menjadi momen pemasaran viral.

instagram embed

Meski demikian, belum ada konfirmasi bahwa unggahan awal Sahaba Abaya benar-benar terjadi secara tidak sengaja. Sebagian pengguna menduga rangkaian foto tersebut merupakan strategi pemasaran gerilya yang dirancang untuk menciptakan rasa penasaran dan percakapan organik.

Strateginya bekerja karena postingan terlihat berbeda di tengah linimasa yang dipenuhi iklan dengan visual rapi. Tren foto selfie bocil ini menunjukkan bahwa netizen bosan dengan konten yang terlalu sempurna dan kaku.

Sesuatu yang natural atau mengarah pada ketidaksengajaan justru menciptakan engagement yang baik. Orang menjadi berhenti menggulir layar, mengomentari kontennya, lalu membagikan postingan tersebut.

Pada akhirnya terjadi interaksi yang ramai. Netizen meminta konten ini tetap ada, jangan dihapus. Merek tetap mendapatkan eksposur meski foto tidak secara langsung menawarkan produk, potongan harga, atau kampanye tertentu.