Konten dari Pengguna

Karena Memori Tak Harus Melukai (dinding)

Muhammad Firman Eko Putra

Muhammad Firman Eko Putra

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Muhammad Firman Eko Putra tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Karena Memori Tak Harus Melukai (dinding)
zoom-in-whitePerbesar

Di usia ke-92, nenekku punya hobi baru; memindah-mindah foto keluarga.

Pertama, Beliau meminta beberapa foto dipindahkan ke dapur. Maka, bingkai-bingkai diangkat, lalu pakunya meninggalkan jejak lubang di dinding ruang tamu dan ruang tengah.

Di masa mudanya, nenek suka memasak. Saat tenaganya berkurang, Beliau suka berlama-lama di dapur untuk melihat anak cucunya memasak, sambil mengomel tentu. Apapun yang kami kerjakan, ada saja salah di matanya. Yang paling berat tentu kewajiban menghaluskan bumbu dengan ulekan. "Kurang sedap kalau digiling pakai blender," katanya.

Saat tak sedang mengomel, kami sering mendapatinya menerawang ke arah foto-foto di dinding. Kami diamkan saja, ketimbang kena omelan lebih panjang.

Beberapa bulan berjalan, kesehatan nenek makin memburuk. Beliau semakin sulit berjalan dan lebih banyak berdiam di kamar. Lalu Beliau bertitah: pindahkan foto-foto ke kamar.

Tak ingin seisi rumah penuh lubang bekas paku, seorang bibiku membeli Scotch double tape mounting. Perekat dua sisi itu bisa menahan beban hingga 3,5 kilogram, cocok untuk menempelkan bingkai foto ke dinding tanpa paku. Dengan begitu, tembok kamar akan aman jika suatu saat nenek ingin kembali memindah fotonya.

Karena Memori Tak Harus Melukai (dinding) (1)
zoom-in-whitePerbesar

Kami baru mengerti alasan nenek mendekatkan foto-foto itu ke tempatnya tetirah saat seorang sepupu datang dari luar kota. Nenek memintanya menunjuk foto di dinding, foto masa kecil cucu-cucunya. Setelah sepupuku menunjukkan fotonya, baru nenek bisa menyebut namanya, "Ninda."

Rupanya selama ini nenek tak hanya melamun memandangi foto-foto lama keluarga. Dengan sisa ingatan, Beliau berusaha menghafalnya.