Geothermal Power Plant sebagai Wujud Pengembangan Energi Berkelanjutan

Sains Asyik FGMI - Geophysics Mahasiswa Program Studi Fisika, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Penggiat Sains, Alam, Seni, Budaya dan Teknologi
Tulisan dari Muhammad Firman Maulana tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Halo semuanya, berjumpa lagi kita di artikel yang secara khusus membahas ilmu geofisika. Kali ini fokus kita adalah membahas mengenai geothermal power plant, wah istilah baru lagi nih, kalian sudah pernah dengar belum? Yuk kita bahas lebih dalam mengenai geothermal power plant ini.

Geothermal power plant atau Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi adalah pembangkit listrik bertenaga panas bumi. Tenaga listrik yang dihasilkan berasal dari panas bumi yang keluar dari perut bumi. Panas bumi yang keluar dapat berbentuk uap air maupun air panas, selanjutnya panas bumi ini akan memutar turbin untuk menghasilkan energi listrik.
Mengapa geothermal power plant? Jawaban sederhananya adalah panas bumi memiliki emisi gas rumah kaca yang lebih rendah jika dibandingkan dengan batu bara. Hal sederhana ini sangat berpengaruh bagi perubahan iklim di seluruh dunia, bagaimana bisa?
Seperti yang kita ketahui mengenai Sustainable Development Goals nomor 7 adalah energi bersih dan terjangkau. Sustainable Development Goals ini merupakan suatu aksi skala global yang jika didalami aspek mengenai energi bersih memiliki tujuan "menjamin akses energi yang terjangkau, andal, berkelanjutan dan modern untuk semua".
Nilai median emisi gas rumah kaca pada tiap pembangkit listrik dapat diperhatikan pada grafik berikut berdasarkan data yang dirilis oleh Intergovernmental Panel on Climate Change.
1. Bagaimana panas bumi sebagai sumber energi panas dapat terbentuk?
Menurut Undang-Undang No. 23 Tahun 2007, Panas Bumi adalah sumber energi panas yang terkandung di dalam air panas, uap air, dan batuan bersama mineral ikutan dan gas lainnya yang secara genetik semuanya tidak dapat dipisahkan dalam suatu sistem panas bumi. Energi yang berasal dari panas bumi termasuk dalam kategori ramah lingkungan, pemanfaatan energi panas bumi diharapkan bisa mengurangi risiko pemanasan global yang kian meningkat seiring berjalannya waktu.
Energi panas bumi berasal dari dalam bumi. Cara yang dilakukan untuk mendapatkan energi panas bumi ialah dengan memompa air ke bumi. Kemudian panas dari bumi akan menghasilkan uap. Ini merupakan suatu bentuk konversi energi di mana energi panas dari dalam bumi diambil dan digunakan untuk kebutuhan sehari-hari seperti pemanas air, memasak, pembangkit listrik, dan penggunaan lainnya.
2. Bagaimana energi panas bumi dapat dimanfaatkan?
Langkah pertama yaitu membuat sumur dan mengebor ke bawah tanah untuk mengalirkan uap dan air yang sangat panas. Uap dan air panas inilah yang kemudian dibawa ke permukaan untuk digunakan dan dimanfaatkan dalam berbagai kegiatan sehari-hari seperti pembangkit listrik, penggunaan langsung, serta pemanasan ataupun pendinginan.
Sebagai pemasok pembangkit listrik terbesar, energi panas bumi menghasilkan listrik secara konsisten, beroperasi 24 jam per hari atau 7 hari per minggu, terlepas dari kondisi cuaca. Ia juga memiliki kemampuan untuk menghasilkan lebih banyak listrik selama periode waktu yang sama daripada batu bara, gas alam, nuklir atau pembangkit listrik tenaga air.
3. Analisis SWOT terkait pemanfaatan energi panas bumi
Strength (kekuatan) - Kekuatan atau keunggulan dari energi panas bumi yang pertama adalah biaya pembangkitan listrik yang lebih rendah jika dibandingkan dengan bahan bakar fosil. Kedua, faktor kapasitas atau perbandingan antara beban rata-rata dalam suatu periode dengan beban maksimum yang dapat dibangkitkan oleh geothermal power plant tersebut. Ketiga, kondisi bentang alam Indonesia yang dilewati oleh cincin api pasifik atau yang dikenal sebagai ring of fire, yaitu wilayah yang banyak terdapat gunung berapi merupakan potensi besar untuk pemanfaatan panas bumi untuk pembangkit listrik.
Weakness (kekurangan) - Kekurangan energi panas bumi yang pertama adalah geothermal power plant hanya bernilai ekonomis pada daerah panas bumi aktif. Hal ini dikarenakan dibutuhkan investasi yang sangat mahal untuk melakukan eksplorasi, pengeboran, dan pembangunan pembangkit. Kedua, harga listrik hasil energi panas bumi relatif belum kompetitif dibandingkan dengan harga listrik dari energi lainnya.
Opportunity (peluang) - Adapun pemanfaatan energi panas bumi ini memiliki peluang dapat mengurangi devisa dari pemanfaatan energi berbasis fosil, sehingga dapat meningkatkan ketahanan dalam negeri. Selain itu adanya tekanan global mengenai lingkungan hidup mendorong pengembangan pemakaian energi baru dan terbarukan termasuk panas bumi melalui rangsangan insentif. Terakhir peluang yang paling menjanjikan adalah potensi panas bumi Indonesia sebesar 23.9 gigawatt yang merupakan salah satu jumlah terbesar di dunia, hal ini dapat dijadikan sebagai peluang menjadikan Indonesia sebagai center of excellent di bidang panas bumi yang dapat memerankan peran vital dalam hal investasi, SDM, dan teknologi
Threat (ancaman) - Hal-hal yang merupakan faktor ancaman dalam pemanfaatan dan pengembangan energi panas bumi ini adalah belum tersedianya sumber daya manusia yang kompeten khususnya di daerah panas bumi aktif, investasi di industri panas bumi kurang diminati karena tingkat pengembalian modal yang rendah dan tidak pasti, dan adanya risiko terbesar dalam panas bumi adalah pembuktian akan ada atau tidaknya suatu reservoir aktif, dan langkah ini membutuhkan kegiatan pengeboran dan pengetesan sumur yang ekstensif untuk mengidentifikasi area yang produktif dari lapangan tersebut
Bagaimana kawan-kawan semua, sudah paham atau malah pusing dan bingung? Secara sederhana dapat kita simpulkan kalau geothermal power plant ini memiliki potensi yang bagus banget di Indonesia berdasarkan letak geografis, juga dari sisi mengurangi emisi gas rumah kaca ini bagus banget.
Tetapi, investasi di bidang ini kurang diminati karena tingginya harga untuk melakukan eksplorasi, pengeboran dan pembangunan pembangkit. Selain itu harga listrik hasil energi panas bumi ini pun masih sulit bersaing dengan harga listrik hasil energi lainnya.
Wah, banyak juga ya pertimbangan dalam pengembangan dan pemanfaatan geothermal power plant ini. Kalau menurut kawan-kawan bagaimana nih pendapatnya tentang geothermal power plant? Kawan-kawan boleh banget berpendapat di kolom komentar ya.
Sampai di sini dulu artikel kita kali ini. Terima kasih kawan-kawan semua sudah mau membaca. Sampai jumpa di artikel selanjutnya.
Referensi :
Meilani, Hilma., dan Wuryandani, Dewi. (2010). Potensi Panas Bumi Sebagai Energi Alternatif Pengganti Bahan Bakar Fosil Untuk Pembangkit Tenaga Listrik Di Indonesia. Jurnal Ekonomi & Kebijakan Publik, Vol. 1 No. 1, Juni 2010. 47 - 74.
Wisriansyah, Salma Zafirah., Purba, Dorman., dan Napitu, Arnaldo. (2020). Keunggulan, Tantangan, dan Rekomendasi Kebijakan akan Pengembangan Energi Panas Bumi di Indonesia. Jurnal Nasional Pengelolaan Energi, Volume 2 No 2 tahun 2020. 31 - 46.
http://ditjenppi.menlhk.go.id/kcpi/index.php/inovasi/358-pembangkit-lisrik-tenaga-panas-bumi
http://konversienergi.eng.unila.ac.id/pembangkit-listrik-tenaga-panas-bumi/
https://www.starenergygeothermal.co.id/id/cerita-kami/
